Terjebak Bersama Sumpah Cinta

Terjebak Bersama Sumpah Cinta
Bab 56. Selingkuh.


__ADS_3

Denny selalu saja melakukan ke inginan liarnya pada setiap wanitanya, hanya dirinya dan wanitanya yang tau, permainan Denny begitu apik. Malam ini Denny melampiaskan keinginannya pada Ebora.


"Ebora ...." ringis Denny.


"Iya sayang ...."


"Kamu luar biasa sayang, kamu membuatku tidak berdaya dan kamu tahu? Aku sangat tersiksa jika tidak bisa bersama kamu," Denny melancarkan rayuan mautnya sambil melancarkan aksinya. Membuat Ebora melayang diatas awan.


"Kamu yang luar biasa ...." Ebora menjerit.


"Tubuh indah ini ... aduhhh, semakin hari kamu semakin cantik sayang, aku tidak bisa melupakan kamu," lirih Denny


"Kamu ...." Ebora tidak sanggup berkata lagi.


Denny tersenyum bahagia. Melihat Ebora lemas karena dirinya.


*****


Nafas keduanya masih tersengal.


"Enak melakukannya di tempat khusus seperti ini? apa di kantor," ucap Ebora lemah, karena tenaganya habis dikuras Denny.


"Semua enak asal bersama kamu, kalau di tempat khusus ini kita bebas berteriak, kalau di kantor debaran kita semakin kuat, karena was-was," bisik Denny sambil menciumi tubuh Ebora yang tidak mengenakan apa-apa.


Ebora tersenyum geli jika teringat petualangannya dengan Denny saat di kantor, menggunakan waktu yang sempit, bahkan melakukan kegilaan diruangan yang sempit.


***


Kegilaan Denny terus berlanjut, bahkan dia sering melakukan di kantornya dengan sekretaris yang mau memuaskannya. Hanya Malin yang tidak bisa Denny jamah. Karena Malin sama sekali tidak tertarik dengannya.


****


Tiga bulan sudah pernikahan Rendra dan Zhey. Zhey tidak menyerah sedikitpun. Dia tetap bertahan dengan pernikahannya walau Rendra sama sekali tidak perduli dengannya. Namun Rendra tetap bersikap manis didepan semua keluarga Zhey.


***


Denny terpaksa pulang mendadak, karena dia mendapat kabar kalau Lizty tengah hamil. Setelah mendarat di tanah air, Denny langsung pulang kerumahnya.


Wajah Jiya sangat bahagia mengetahui menantunya hamil. Impiannya memiliki cucu terkabul.


"Zhey, nanti giliran kamu yang kasih mama cucu," Seru Jiya.


Zhey hanya tersenyum kecil memandang kearah Lizty, namun Zhey sedih juga bingung kenapa dia tidak kunjung hamil, padahal Rendra pernah menyentuhnya dua kali, andai dia hamil pasti Rendra semakin terikat padanya.


"Ada apa ma ...." seru Denny yang baru datang.


"Sayang ... istri kamu hamil," seru Jiya memeluk erat Lizty.

__ADS_1


Denny tersenyum kecut.


"Berapa usia kehamilan mu Lizty?" Tanya Denny.


"Tiga bulan sayang ... akhirnya kita akan punya anak sayang," Lizty kegirangan.


"Kenapa kau bisa hamil?" Tanya Denny sinis.


"Ya ampun sayang, setiap kali kita bertemu kita pasti melakukannya, bagaimana aku tidak hamil," Jawab Lizty.


"Siapa ayahnya!?" Bentak Denny.


"Sayang!!!" Teriak Lizty.


"Huuh, sebaiknya urus segera perceraian kita," seru Denny.


"Apa maksud kamu???" Jiya langsung memeluk erat Lizty yang menangis.


"Mama ... itu bukan anakku, selama ini aku Netral, berkat obat Zhey, aku sengaja mah," seru Denny.


Zhey memperlihatkan obat yang selama ini dia kirim pada Denny. "Ini KB pria yang aku buat khusus buat kak Denny, karena kakak belum siap punya anak," Zhey memberikan obat racikannya.


Jiya langsung melepaskan pelukannya pada Lizty dan meraih obat yang Zhey serahkan.


"Itu bukan cucu ku?" Ringis Jiya.


Lizty menganga menyadari kebodohannya. "Sial!!! harusnya aku sadar kalau Denny netral, bertahun-tahun menikah aku tidak hamil, sedang sekali melakukannya dengan dia aku langsung hamil!!!" upat Lizty dalam hati.


Lizty langsung pergi dari rumah Denny, dia sangat malu ketahuan selingkuh dan tengah hamil anak selingkuhannya. Setelah surat cerainya dengan Denny keluar, Lizty pergi dari kota ini. Bahkan ada kabar yang mengatakan Lizty pindah ke luar negeri.


***


Denny kembali ke luar negeri dan kembali bekerja seperti biasa.


Malin hanya sendiri dalam ruangan Denny, karena Shasya sedang mengerjakan tugas lain di gudang berkas.


Malin melihat wajah Denny yang tidak seperti biasanya.


"Bapak punya masalah? Maaf saya lancang, tapi wajah bapak mengatakan itu," ucap Malin lirih.


"Kamu benar Malin, aku baru cerai dengan istriku, dia selingkuh dan hamil anak selingkuhan nya." Denny sengaja menangis agar mendapat perhatian Malin.


"Maafkan saya pak, saya tidak bermaksud,"


"Apa aku jahat Malin? Kenapa istriku tega selingkuh? Aku bekerja keras untuk dia," ringis Denny memancing perhatian Malin.


Malin bingung harus apa.

__ADS_1


"Zein selalu menanyakan bapak, saya tidak tahu kalau bapak pulang ke tanah air," Malin sengaja mengubah topik pembicaraan.


Denny menarik nafasnya dalam dan menghembuskan semuanya dengan kasar. "Malin ... kenapa kamu tidak menikah lagi?"


"Karena saya sangat mencintai ayah anak-anak saya, walaupun dia tidak bisa bersama kami, tapi dia tidak pergi dari hati saya." Malin memegang dadanya karena disitu cincin nikahnya dengan Rendra menggantung pada kalungnya.


"Aku iri pada suamimu, dia sudah tiada kamu masih mencintainya," lirih Denny.


"Saya izin lanjut tugas pak," Malin undur diri kembali ke meja kerjanya.


***


Bayi mungil Malin yang bernama Yumna itu sudah menginjak usia 2,5 tahun, sedang Zein 5 tahun. Mereka akrab dengan Denny bahkan Yumna memanggil Denny papa. Reyhan pun ikut ikutan memanggil Denny papa.


Malin sangat keberatan, namun Denny terlanjur memanjakan dan menyayangi anak anak nya.


"Papa, apa benar papa Denny papa kami?" Tanya Reyhan.


"Tidak benar sayang," Seru syahila.


"Aku papa kalian, kenapa kamu ragu my hero?" Tanya Denny


"Kalau papa beneran papa kami, kenapa papa tidak tinggal bersama kami? Papa cuma sebentar disini," seru Zein.


"Papa tidak tinggal bersama kalian karena mama kamu tidak cinta sama papa," seru Denny.


"Pak tolong jangan keterlaluan," lirih Malin


"Kamu yang keterlaluan Malin!!! Zein dan Yumna butuh sosok Ayah, izinkan aku jadi ayah mereka, aku mencintai anak-anakmu Malinka dan aku mencintai mu," Lirih Denny.


"Anak anak, ayo tidur, Yumna.., Zein..., ayo tidur sayang besok sekolah," Malin memaksa anak-anaknya masuk kamar untuk tidur, dia mengira Denny akan pergi seperti biasanya kalau Yumna dan Zein tidur.


Malin keluar dari kamar anaknya.


"Bruuggg!!!" Denny memojokannya di dinding rumah.


"Anda belum pulang?" Malin salah tingkah.


"Aku menunggu jawabanmu, aku ingin jadi ayah anak-anakmu," bisik Denny.


"Saya tidak bisa pak, hati saya sangat mencintai suami saya, walaupun dia telah tiada." Jawab Malin.


"Jangan di jawab dengan lidah, jawab melalui perasaan mu," Denny memangut bibir Malin habis, Mereka larut semakin dalam dalam.


Denny melepaskan bibirnya dari bibir Malin.


"Aku sudah tahu jawabannya, selamat malam," Seru Denny. Denny pergi dari rumah Malin, sedang Malin masih mematung.

__ADS_1


'Ada apa ini? Kenapa jantungku?" Malin memegang dadanya.


Sepanjang perjalanan pulang Denny tersenyum bahagia. Dia sama sekali tidak menyangka bisa berc*mbu dengan Malin. Perasaan Denny seakan meledak. Sekian banyak wanita yang dia tiduri tidak ada satupun yang membuat perasaannya seperti ini.


__ADS_2