
Rendra sangat bahagia malam ini, karena Syahila melayaninya di meja makan.
"Aku hampir lupa kebahagiaan ini, makan malam bersama istri tercinta," seru Rendra.
"Lho, bukannya selama ini mas makan malam sama aku," Jawab Syahila.
"Iya ... sama kamu, tapi kamu cuek sama aku, kamu fokos sama bos kecil kita," Seru Rendra.
"Ayo bos besar ... makan yang kenyang," seru Syahila.
"Terima kasih sayang atas semua kebahagiaan ini, andai kita tak bertemu di atap rumah sakit waktu itu, entahlah, apa aku bisa sebahagia ini," ucap Rendra memandangi wajah Syahila.
"Aku juga sangat berterima kasih padamu, Andai aku terjun lebih cepat, huuh ... apa yang terjadi pada diriku sekarang," Seru Syahila.
Rendra menggenggam tangan Syahila.
"Ibu ... aku penuhi janjiku bu, aku mencintai wanita yang aku nikahi di hadapanmu dulu dengan segenap jiwaku," Kata Rendra.
"Ayah, aku penuhi janjiku, aku mengabdikan hidupku pada laki-laki yang sangat aku cinta, yang berjasa besar pada hidupku," Kata Syahila.
"Ku lihat kamu sudah sholat, bisakah kamu menyicil hutangmu sekarang?" Tanya Rendra.
"Apa kamu siap, kata orang kalau ..."
"Sessst, jangan dengarkan kata orang,"
Selesai makan malam Rendra melanjutkan beberapa pekerjaanya, sedang Syahila bermain dengan baby Rey di kamarnya, hingga Baby Rey tertidur ditempat tidur di samping Syahila.
Rendra kembali kekamarnya, dia tersenyum melihat anak dan istrinya tertidur. Rendra mengangkat baby Rey perlahan, lalu mengantarnya pada suster Asti.
Rendra kembali kekamar, dia sudah melepas semua pakaiannya, dia berbaring di samping Syahila, tangannya menyingkap penutup milik Syahila, jemarinya bermain manja disana, sedang bibirnya mengecup perlahan bibir istrinya yang tengah tertidur itu.
"Emmpphhh," Syahila menggeliat.
Rendra tersenyum,
__ADS_1
Syahila merasa aneh dan sulit bernafas, dia pun membuka matanya. "Sayang," ucap Syahila lirih.
"Maaf, aku ketiduran,"
"Tidak apa-apa, aku mulai ya sayang, aku sudah tidak tahan," bisik Rendra sambil menciumi ceruk leher Syahila.
"Aku sssangat merindukanmu, akuuu," Rendra tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena perasaan yang dia rasakan. Akhirnya dia bisa melepas peternakan yang selama ini terkurung.
Rendra dan Syahila menghabiskan malam bersama, karena Rey sudah di urus pengasuhnya, Syahila hanya setor Asi ke lemari es tempat tabungan Asi buat baby Rey.
***
Pagi hari.
Senyum menghiasi wajah Rendra, karena akhirnya, setelah sekian lama bisa merasakan kembali kehangatan yang selama ini hilang.
Syahila membantu Rendra bersiap. Rendra memandangi wajah Syahila. Sedang Syahila fokus memasangkan dasi Rendra.
"Brukkk," Syahila terpojok di tembok kamar.
"Tadi malam adalah malam yang sangat indah," Rendra kembali menyerbu bibir istrinya.
"Kamu benar, aku harus cepat," Rendra berhenti. Mereka segera turun kebawah untuk sarapan.
Setelah sarapan Rendra pun bersiap pergi ke kantor. Syahila membantunya memakai pakaiannya. Setelah sarapan Syahila menggendong baby Rey melepas kepergian Rendra di teras rumah.
"Bye mommy, bye bos kecil ku," Rendra mencium pucuk kepala Syahila, kemudian mencium baby Rey yang masih tidur.
"Bye daddy," Seru Syahila.
"Mas berangkat sayang," Kata Rendra,
"Iya sayang hati-hati," Jawab Syahila melepas kepergian Rendra.
Reyhan kembali di urus pengasuhnya. Tidak lama ponsel Syahila berdering. Ternyata Rendra yang menelponnya.
__ADS_1
"Sayang ... bisa bantu aku?" Tanya Rendra.
"Iya, bantu apa sayang?"
"Berkasku ketinggalan di meja kerja, map yang bewarna hijau sayang, kamu ke kantor ya anterin itu," Pinta Rendra.
"Iya sayang, tapi aku bersiap dulu," Jawab Syahila.
panggilan pun ber akhir.
Setelah selesai bersiap dan mengambil map yang di maksud Rendra, Syahila berpamitan pada semua pekerjanya. Syahila pun langsung masuk mobil yang ada di garasi rumah itu, dan melajukan menuju kantor Rendra.
Sesampai kantor Rendra Syahila di sambut beberapa orang, karena mereka mengenali siapa Syahila, mereka memberi salam pada istri direktur utama mereka, Syahila hanya membalas dengan senyuman dan anggukan kepala.
"Itu istri bos? Ih ... enggak banget," Kata salah satu karyawati.
"Hush ...!!! Kamu mau di pecat?!" Jawab rekannya.
"Kalau anda tidak suka dengan saya silahkan sampaikan langsung, selagi saya masih disini," Kata Syahila yang risih dengan kata-kata pegawai suaminya itu.
"Ada apa ini?" Tanya Effan mendekati Syahila.
"Ini pak si Sri menghina istri bos," Kata karyawan lain.
"Sri, apa salah nona kami padamu hingga kamu berani menghinanya," Bentak Effan.
"Fan ....sudah ... dia tidak salah, dia benar, aku emang jelek dan tidak cantik seperti perempuan-perempuan di sini, sudah yaa, jangan di perbesar lagi," Kata Syahila sambil berjalan menuju ruangan Rendra. Effan pun mengikuti langkah Syahila.
"Apa ada hal penting sehingga nona repot repot kemari?" Tanya Effan.
"Tidak tahu penting atau tidak, tapi tadi mas Rend minta aku antar ini," Jawab Syahila sambil memperlihatkan map yang dia bawa.
Effan pun berpisah dengan Syahila, karena dia ada tugas lain, Syahila terus melangkah menuju ruang kerja suaminya.
Lizty ada di ruang kerja Rendra
__ADS_1
"Kak Rend ... pleas tolongin aku, aku tidak punya pekerjaan lagi, tolong kak Rend ... beri aku kerjaan, izinkan aku bekerja disini ..." Rengek Lizty.
"Nanti aku usahakan Lizty," Jawab Rendra.