Terjebak Bersama Sumpah Cinta

Terjebak Bersama Sumpah Cinta
Bab 60. Bergejolak


__ADS_3

Rendra mendekati Malin dan Denny.


"Semua ini kesalahan ku, aku mohon maafkan aku, kamu sangat mirip dengan istriku, maaf, karena menggangu mu. ku mohon ... kembalilah kesana." Pinta Rendra.


"Hai zein ... Yumna, maafin om ya, om sangat suka pada kalian, boleh om gendong kalian?" Tanya Rendra.


"Kami sudah besar om, kalau om mau peluk kami aja," Jawab Zein.


Rendra berjongkok di hadapan mereka, lalu memeluk Zein dan Yumna. Ada perasaan yang bergejolak saat dia memeluk kedua anak Malin. Rendra larut dalam rasa itu.


"Kita kembali ya sayang," lirih Denny membelai pipi Malin. Malin tersenyum dan mengangguk.


"Rend, yuk kita gabung sama papa mama," seru Denny.


Mereka berjalan ber iringan menuju meja dimana ada Zhey, Jiya dan Darnanto. Keadaan pun kembali tenang, mereka duduk di kursi mereka masing masing.


"Malin, Denny bukanlah pria yang baik di masa lalu, kamu yakin mau menerima dia?" Tanya Jiya.


"Semua orang punya masa lalu tante, saya juga punya masa lalu, saya menerima Denny untuk mengukir masa depan yang lebih baik, bukan mengingat masa lalu yang pahit," jawab Malin. Matanya melirik ke arah Zhey.


Denny tersenyum, dia berdiri, dan menarik malin agar dia juga berdiri, mereka berdiri berhadapan.


"Terimakasih karena tidak peduli dengan masa lalu ku," lirih Denny.


Malin hanya tersenyum.


"Terimakasih hadiahnya, itu yang ku tunggu selama ini, balasan dari ungkapan cinta mu," lirih Denny.


"Maaf, hanya itu yang bisa aku beri, happy birthday papa," seru Malin

__ADS_1


"Aku tak perlu apa apa darimu, cukup cintamu dan selalu bersamamu juga anak-anak," seru Denny.


Denny lupa kalau keluarganya melotot pada mereka. Denny mendekatkan bibirnya pada Malin.


"Ekk Heemm!" Darnanto berdehem.


Denny pun batal mencium Malin karena kaget. Mereka kembali duduk dan makan malam bersama.


Zhey semakin kesal, karena Rendra selalu menatap Syahila yang kini menjadi Malin.


Zein dan Yumna bermain bersama Jiya dan Darnanto.


"Kapan kalian menikah?" Tanya Zhey.


"Kami maunya secepat nya, tapi kami akan tentukan dulu," jawab Denny.


"Ku rasa tidak, karena suami mu pasti akan mengganggu Malin," seru Denny, yang berhasil mengejutkan Rendra yang tertangkap basah selalu mematung memandangi Malin.


"Malin, kami bawa anak mu jalan-jalan ya, nanti kami akan antar mereka ke kamarmu," Seru Jiya.


Malin tersenyum dan mengangguk. Kini tinggal mereka berempat di meja makan itu.


"Apa yang membuat kaka jatuh cinta pada Malin?" Tanya Zhey.


"Aku tidak tahu, namun 3 tahun selalu bersama Malin, aku tersiksa jika jauh dari Malin, apalagi saat aku pulang, hatiku selalu merindukan Malin, hanya kantor saat itu tempat yang paling tenang, karena aku bisa memandangi Malin selama yang aku mau, karena dia sekretarisku," seru Denny.


"Rendra, berhenti menuduh Malin Syahila, Syahilamu hanya tamatan SMA mana mungkin dia lancar berbahasa inggris dan bekerja di kantor kakaku," bentak Zhey.


Malin nampak santai pura-pura tidak mengerti dengan perkataan Zhey.

__ADS_1


"Aku duluan ke kamar, aku lelah," kata Rendra, Rendra pergi dari restoran itu.


Ponsel Denny berdering,


"Permisi aku angkat telepon dulu," seru Denny. Denny juga pergi dari meja itu.


"Kenapa kau kembali? Kamu lupa akan ancamanku?" Tanya Zhey menggunakan bahasa tanah air nya. Karena hanya dia yang tahu Malin itu Syahila.


"Aku tidak kembali, kalian yang datang ke hadapanku, andai aku tahu Denny kakamu, sudah dari dulu aku pergi darinya," jawab Syahila.


"Rendra sekarang suamiku, awas saja kalau kau menggodanya," Zhey mengancam Syahila.


"Tanpa aku goda suamimu sudah tergoda Zhey," jawab Syahila.


"Kau!!" Zhey geram.


"Harusnya kau berterimakasih padaku Syahila," seru Zhey.


"Hah ... berterima kasih? Terimakasih karena menghancurkan kekuarga kami?" Seru Syahila.


"Zein dan Yumna anak Rendra?" Tanya Zhey.


"Yang pasti dia bukan anak kakakmu," seru Syahila.


"Aku akan mengambil Yumna," seru Zhey.


"Ambil saja, dengan begitu kamu mengatakan kalau Syahila dan Reyhan masih hidup," jawab Syahila.


Zhey diam, tidak bisa berkata lagi. Setelah Denny kembali mereka pun berjalan bersama menuju hotel tempat mereka menginap.

__ADS_1


__ADS_2