Terjebak Bersama Sumpah Cinta

Terjebak Bersama Sumpah Cinta
Bab 23. Duka


__ADS_3

Baru jam 11 siang, Rendra pulang ke rumah, wajahnya nampak panik.


"Sayang, kamu harus kuat, ayah pergi untuk selamanya, tadi Juned yg menelpon Effan " lirih Rendra.


" Ayah ...." Tangis Syahila pecah dalam pelukan Rendra.


" Kamu harus kuat sayang, demi aku, demi bayi kita, ayo sekarang kita kerumah ayah." ajak Rendra.


Sesampainya di ruko tersebut. Suasana Duka menyelimuti kediaman Mukhlis. Karena tak ada lagi pihak keluarga yang di tunggu, pemakaman Mukhlis pun segera di laksanakan.


Setelah selesai pemakaman, Syahila membagikan semua barang yang ada di ruko ayahnya, sedang Amin dan Dila di pekerjakan Rendra menjadi petugas kebersihan di kantor cabangnya, sedang Juned lebih memilih pulang kampung.


Ruko kediaman Mukhlis pun kini kosong.


Syahila tak bisa berlarut dalam kesedihan, karena ia tengah hamil. Kini kandungannya masuk bulan kelima. Semakin hari Rendra semakin sibuk, jarang ada di rumah bahkan sering dinas ke luar kota. Malam ini saja Rendra terpaksa menginap di kantornya, karena masih banyak pekerjaan yang belum selesai.


Syahila ingin memberi kejutan pada Rendra, dengan mengunjungi kantor suaminya, dia bersiap siap, kini perutnya semakin jelas terlihat menyembul.


"Kamu pasti kangen daddy kan sayang? Mommy juga kangen ... banget sama daddy sayang, ayo kita temui daddy!" Seru Syahila sambil meng elus perutnya.


Syahila pamit kepada orang yang bekerja di rumah, Syahila melajukan mobilnya menuju kantor Rendra, fia mampir di sebuah Restoran untuk membeli makanan buat dia dan Rendra, untuk di makan bersama Rendra nanti saat sampai di kantor tersebyt. Namun dia melihat mobil Rendra di parkiran restoran itu, dengan semangat Syahila masuk kedalam Restoran.


Syahila memandangi tiap pengunjung yang ada di tempat itu. Matanya masih sibuk mencari di mana sosok Rendra. Matanya melotot saat melihat Rendra makan bersama wanita cantik, bahkan hanya berduaan, Rendra terlihat Asyik mengobrol santai dengan wanita itu.


Syahila membatalkan niatnya untuk membungkus makanan, dia duduk di salah satu meja yang jaraknya tak terlalu jauh dari meja Rendra dan wanitanya tersebut. Syahila memesan makanan ringan dan jus. Ia terus memandangi Rendra yang bersama wanita cantik dan seksi.

__ADS_1


Melihat penampilan wanita itu Syahila sangat sesak, dia cantik, putih mulus, tubuh nya ideal dan seksi, di tambah dada nya yang besar seakan ingin melompat dari balutan yang di pakai wanita itu.


Syahila menelpon Rendra,


"Mas dimana? Aku kangen."


"Mas di kantor sayang, mas sudah bilang kan, kalau mas tidak pulang malam ini," kata Rendra.


"Mas ..." rengek Syahila.


"Sudah dulu ya ... mas mau lanjut kerja." kata Rendra yang langsung menutup telponnya, dia melanjutkan kembali pembicaraan dengan wanita itu.


Syahila sangat kecewa, karena di bohongi Rendra. Syahila meninggalkan uang pembayaran makanannya, walau pesanannya belum datang, karena di sana Terlihat Rendra bersiap akan meninggalkan Restoran itu.


Syahila melihat mobil Rendra melaju di jalanan, dia pun mengikuti dengan jarak aman. Ternyata mobil itu menuju kantor Rendra. Rendra dan wanita itu turun dari mobil dan berjalan ber iringan memasuki kantor.


Syahila menunggu waktu, setelah ia rasa cukup ia pun langsung menuju kantor Rendra, dia parkirkan mobilnya tepat di depan pintu utama kantor. Satpam yang berjaga sangat mengenali siapa Syahila, mereka pun mempersilahkan Syahila masuk. Syahila tersenyum pada kedua satpam yang menyambutnya.


Kantor sepi hanya ada dua orang satpam yang berjaga di luar.


Syahila masuk lift, menekan tombil lantai ter atas, lantai tempat ruangan Rendra berada, setelah sampai di atas, Syahila menahan pintu lift agar tetap terbuka. Syahila memberanikan diri masuk ke ruang kerja suaminya.


Di dalam ruangan kerja Rendra.


Rendra sangat pusing, dia memejamkan matanya dan bersandar pada sandaran kursi kerjanya, karena pekerjaan begitu banyak. Di ruangan itu hanya ada Rendra dan sekretaris barunya, Bella. Bella menggantikan Monica. Karena Monica mengudurkan diri saat menikah dengan Effan.

__ADS_1


Bella melepas blazer kerjanya kini tinggal tanktop yang melekat di tubuhnya, dia berjalan ke arah belakang Rendra, lalu ia memijit pundak Rendra.


"Tolong Bel ... kamu pulang, tidak baik malam-malam begini kamu bersamaku, silahkan kembali besok." kata Rendra.


Bella tidak menghiraukan kata-kata Rendra, dia tetap memijit bahu Rendra dan turun ke leher Rendra. Rendra yang kesal dengan perlakuan Bella. dia berdiri dan menghadap Bella. Rendra sangat terkejut melihat Bella menampakan gunung himalaya nya, karena hanya mengenakan tanktop.


Bella menarik wajah Rendra dan menenggelamkan wajah Renda di perbukitan kembar nya yang super jombo. Saat yang sama Syahila membuka pintu kerja Rendra dan melihat kejadian itu dengan jelas.


Rendra mendorong Bella, saat yang sama dia melihat Syahila tepat di depan pintu. Syahila langsung meninggalkan ruangan Rendra dengan perasaan hancur.


Rendra sangat kesal dengan perbuatan Bella, ingin sekali menghajar wanita tersebut, namun saat ini yang penting Syahila. Dia sangat khawatir pada Syahila, Rendra pun mengejar Syahila, namun di tahan oleh Bella. Rendra mendorong Bella hingga Bella tersungkur di lantai, sedang saat yang sama Syahila sudah berada dalam lift untuk turun.


Rendra kesal menunggu lift yang lain belum juga terbuka. Sedang Syahila sudah turun dan pergi jauh dari kantor Rendra.


"Kalian melihat istri saya?" Tanya Rendra menghampiri satpam.


"Sudah pergi dengan mobilnya pak," sahut satpam


Rendra ingin mengejar, namun baru tersadar dia tidak membawa kunci mobilnya. Kunci mobil itu tertinggal di ruang kerjanya. Dia kembali ke atas mengambil kunci mobil dan mengusir Bella, Rendra melempar uang pada Bella.


" itu pesangonmu! Kau di pecat!" Bentak Rendra.


"Pastikan wanita ini keluar dari sini dan kunci pintu, aku pulang," seru Rendra yang memerintah Satpam nya agar mengusir Bella.


Rendra melajukan mobilnya menuju rumah, berharap Syahila pulang ke rumah mereka.

__ADS_1


__ADS_2