Terjebak Bersama Sumpah Cinta

Terjebak Bersama Sumpah Cinta
Bab 65. Pergi Dan Kembali


__ADS_3

Setelah puas bermain dengan anak-anak, Rendra naik ke atas mencari Syahila. Dia melihat Syahila menangis menatap layar laptopnya. Rendra pun mencari tahu apa yang di lihat Syahila di layar laptop itu hingga dia menangis.


"Maafkan aku," kata Rendra. Saat melihat Syahila menonton rekaman cctv saat dia memperkosa Zhey dulu.


"Tidak mas ... aku yang minta maaf, karena melukai hati mas terlalu dalam," lirih Syahila.


"Kalian menginap disini kan?" Tanya Rendra.


"Tidak mas, kami hanya ingin mengambil kunci saja," jawab Syahila.


"Kalian akan tinggal di ruko?"


"Belum tahu mas, mas ... kami akan melanjutkan hidup kami, aku mohon lanjutkan hidup mas juga, walau tanpa kami, mas jangan tenggelam dalam duka, aku mohon ... lanjutkan hidup mas, aku yakin mas bisa bahagia tanpa kami," lirih Syahila.


"Apa kau bersama Denny?"


"Tidak, aku sudah putuskan untuk pergi dari kalian berdua," jawab Syahila.


"Kami pamit mas, ku mohon lanjutkan hidup mas, jangan membuang waktu lagi, sudah terlalu banyak waktu yang mas buang," seru Syahila.


Syahila dan Rendra turun ke bawah, terlihat Yumna dan Zein asyik bermain dengan Anik dan Ainah.


"Honey ... goodbye to dad first," seru Syahila.


Zein dan Yumna berlari ke arah Rendra dan memeluk Rendra.


"Bye Daddy ... see you daddy," seru Yumna dan Zein bersamaan.


"Mommy ...," Yumna menunjuk foto pernikahan Syahila yang ber ukuran kecil.


Rendra pun mengambilkan dan memberikannya pada Yumna.


"Thank you daddy," seru Yumna.


"Kenapa kamu memberinya nama Yumna?" tanya Rendra.


"Karena dia selalu ada di tangan kananku," jawab Syhila.


"Syahila ... aku mohon bawa ibu bersamamu," seru Rendra. Rendra memberikan kunci mobil ibunya bersama surat suratnya.


"Makasih mas ...." kata Syahila.


Rendra langsung memeluk Syahila erat.


"Jika kamu tidak bisa kembali padaku sebagai istriku, kembalilah padaku sebagai sahabat ku," lirih Rendra

__ADS_1


"Terimakasih mas, kami pergi," lirih Syahila.


Syahila dan anak anaknya meninggalkan Rumah Rendra mengendarai mobil ibu Rendra yang pernah menjadi mobil pribadinya dulu.


________


Syahila menjatuhkan pilihan memasukan Reyhan dan Yumna ke sekolah asrama, dia ingin Reyhan dan Yumna lancar dengan bahasa negaranya sendiri. Reyhan dan Yumna sekolah di asrama pilihan Syahila, sedang Syahila menjadi relawan di asrama itu.


Zein pun sekarang mengerti kalau namanya sekarang Reyhan.


____________


Zhey.


Sejak perbuatan kejinya pada Syahila terungkap, Zhey lari ke negara Dave, dia tinggal bersama Dave di apartemen Dave, dan bekerja di perusahaan farmasi di negara itu bersama Dave.


Dave lelah menahan perasaannya, akhirnya Dave memberanikan diri untuk melamar Zhey. Dave mengajak Zhey makan malam di sebuah restoran. Dia menyiapkan sesuatu untuk Zhey.


"Zhey ..., aku mencintaimu sejak lama, saat kita masih kuliah, Zhey ..., aku memendam semuanya karena jika aku ungkapkan aku takut kau malah pergi dariku, sekarang aku tidak perduli lagi, aku sudah satu kali kehilangan mu, Zhey ... Will you marry me ?" Tanya Dave.


"Kenapa kamu biarkan aku menikah dengan orang lain?"


"Karena kebahagiaanmu lebih utama, aku bahagia jika kamu bahagia Zhey." jawab Dave.


"Zhey ... will you marry me?" Dave menyodorkan cincin ke hadapan Zhey.


Dave sangat lega, ketakutannya selama ini tidak terbukti.


Dave dan Zhey menikah di negara mereka tinggal.


______________________


Selama ini Denny mencari cari Syahila, namun dia tidak menemukan Syahila dan anaknya. Hati Denny hampa tanpa sosok Syahila. Denny pun menyerahlan semua urusan perusahaan di negara ini pada Fandi. Sedang dirinya pulang ke tanah airnya.


Sosok perempuan yang bernama Kamla meluluhkan hati Denny. Denny pun membina rumah tangga bersama Kamla. Kamla pendengar yang baik, dia selalu setia mendengari Denny bercerita tentang Syahila yang membuka hatinya.


"Jika aku bertemu dengan Syahila suatu saat nanti, aku akan sangat berterima kasih, berkat dia berlian yang tersimpan di dalam batu kasar keluar, dan memancarkan kilau nya," lirih Kamla.


"Terimakasih, kamu juga mewarnai hatiku dengan cintamu," lirih Denny.


***


Jiya sangat bahagia, akhirnya Denny dan Kamla akan memberinya cucu, saat ini Kamla hamil. Jiya sangat menyayangi Kamla, sedikit saja Denny membuat Kamla kesal, sapu Jiya melayang pada Denny.


Semua orang di rumah Darnanto merindukan Zhey, namun mereka masih belum bisa menerima Zhey Perbuatan Zhey sudah sangat di luar batas.

__ADS_1


________________


Satu sudah tahun Syahila pergi, dia pun memilih kembali ke kota Rendra tinggal, dia akan menetap di ruko ayahnya. Karena yang akan di lalui rumah Denny, Syahila memutuskan mampir dulu kerumah Denny.


Denny dan Kamla asyik bersantai di halaman rumah. Mata Denny fokos melihat mobil yang memasuki halaman rumahnya. Senyumnya seketika lebar melihat dua anak kecil berlari kearahnya.


"Reyhan ... Yumna ...." lirih Denny. Reyhan dan Yumna berlari berhambur kepelukan Denny.


"Hai om Denny," sapa Reyhan dan Yumna bersamaan.


"Akhirnya om bisa ketemu kalian lagi, om rindu kalian, kemana saja kalian?" Seru Denny.


Syahila tersenyum melihat wanita hamil di samping Denny.


"Akhirnya ..., aku bahagia Den, ini yang aku tunggu selama ini, melihatmu bahagia dengan keluargamu," seru Syahila.


"Kau pasti wanita sangat istimewa, menjatuhkan hati yang luar biasa ini," seru Syahila mendekati Kamla.


"Dia Syahila yang sering kamu ceritakan?" Tanya Kamla memandang ke arah Denny.


"Iya aku Syahila, tapi ku harap dia cerita yang baik-baik saja tentangku," seru Syahila


"Dia selalu bercerita tentang kebaikanmu, wanita yang berhasil merobohkan tembok batu yang ada di hati Denny si penjahat wanita," seru Kamla.


Denny tersenyum melihat ke akraban dua wanita di depannya.


"Aku Kamla."


"Aku Syahila, senang bisa berkenalan denganmu Kamla, sudah berapa bulan?" Tanya Syahila, sambil membelai perut Kamla.


"5 bulan," jawab Kamla.


Mata Jiya melotot melihat wanita yang berbicara dengan menantunya.


"Syahila ...." teriak Jiya.


Syahila permisi pada Kamla untuk mendatangi Jiya.


"Hai tante ..., apa kabar," seru Syahila sambil memeluk Jiya.


"Baik sayang ...," sahut Jiya.


"Honey ..., sini salim sama oma Jiya dulu," seru Syahila memanggil Reyhan dan Yumna.


Jiya memeluk dua anak kecil itu bersamaan.

__ADS_1


"Ayo masuk sayang," seru Jiya mengajak Syahila dan anak-anak nya masuk kedalam rumah.


__ADS_2