
Para pegawai sudah siap kembali bekerja, mereka mulai sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
***
Di Rendra.
Rendra sedang rapat di kantor nya bersama semua staf nya. Renda duduk di kursi kerjanya. Melepaskan penat dan stresnya. Ponsel nya berdering, panggilan masuk, dilirik nya nama Zharima. Langsung saja Rendra mengangkat panggilan itu
"Apakah ini beneran kamu?" Tanya Rendra, dia sungguh tidak percaya.
"Hai Rend … masih ingat aku?" Tanya Zharima.
"Aku selalu ingat kamu Zha, aku selalu nunggu kamu,"
"Oh ya??? Rend hari minggu aku pulang,"
"Kamu serius?" Rendra kegirangan mendengar Zharima akan pulang.
"Iya … Serius!!! Rend ... aku turut berduka cita, maaf aku tidak bisa berada di sana saat kamu berduka,"
"Iya makasih, tidak apa Zha, Aku jemput ya nanti,"
"Bye Rendra, sampai ketemu nanti," lirih Zharima.
"Iya, aku tunggu kamu," jawab Rendra.
Panggilan pun ber akhir.
"Yes, yes, yess!!!! Zharima ..." pekik Rendra.
"Hei ... Syahila! Aku harus segera bicara dengan Syahila." Gerutu Rendra. Rendra langsung menelpon Effan, agar membawa Syahila ke villanya di pinggiran kota.
Effan menelpon Ming, agar menyuruh Syahila pulang. Ming pun menurti permintaan Effan, disisi lain Syahila mendapat pesan dari Effan, kalau Effan menunggu nya di parkiran, Syahila lega karena setelah membaca pesan Effan, Ming menyuruhnya pulang.
"Effan, ada apa kau memintaku kemari?"
"Oh ,,, Rendra yang memintaku untuk memjemputmu, "
"Bukan kah aku juga pulang kerumahnya, memang kita kemana?"
"Ke vila di perkebunan," sahut Effan.
Setelah lama berkendara, Mobil yg di kendarai Effan memasuki halaman sebuah Villa.
"Ih serem ...!" Gumam Syahila melihat lihat keadaan yang sangat sepi.
"Pas untuk honeymoon!" sahut Effan.
"Buggh!" Syahila memukul bahu Effan dengan botol air mineral plastik di tangan nya.
"Aduh, kaget aku"
"Nggak mungkin Rendra minta jatah, kamu tahu sendiri Rendra hanya menganggap pernikahan ini di atas kertas,"
Effan malah tertawa.
"Aku yakin, sebab itu bos bawa kamu kemari, biar kamu nggak lari," seru Effan
"Ih ... balik ... " rengek Syahila.
"Ih ... nggak boleh, haram nolak permintaan suami itu " goda Effan.
" Ngga mau ... secara aku cuma pelarian sementara, ayo balik," pinta Syahila.
"Sudah, aku cuma bercanda, Rendra cuma mau bicara aja,"
__ADS_1
"Fiuhhhh …!!!" gumam Syahila merasa lega
Syahila pun turun dari mobil Effan. Baru melangkah Rendra langsung menariknya masuk kedalam Villa. Syahila bingung, dia terpaksa mengikuti tarikan Rendra.
Mereka kini berada di ruang kerja Rendra.
Rendra mengajak Syahila duduk di sofa bersamanya. Rendra dari tadi tidak sabar segera berbicara.
"Sya ... kamu ingat wanita yang ku ceritakan dulu, orang yang aku cinta, aku pernah cerita bukan tentang nya, Zharima,"
Syahila mengangguk.
"Sya, satu minggu lagi dia datang," Rendra sangat girang, dia menarik Syahila kepelukan nya.
"Dia datang Sya … wanita impian ku datang Sya ..." ringis Rendra erat memeluk Syahila.
Syahila hanya diam, entah kenapa hatinya sakit, padahal dia tahu hal ini pasti terjadi cepat atau lambat.
Rendra baru sadar kalu dia memeluk Syahila,
"Maaf Sya, aku sangat bahagia, Sya ... kamu akan bebas dengan hubungan ini, kita tidak perlu lama-lama terjebak dalam ikatan ini, Sya, jalani hidup mu yang normal, aku akan segera meminang wanitaku Sya "
"Apa kau bahagia???"
"Tentu Sya, aku saaangat bahagia," seru Rendra.
"Aku penuhi janji ku pada ibu mu, karena aku berjanji padanya membuatmu bahagia, lakukanlah, jika itu membuat kamu bahagia, lupakan hubungan ini,"
Syahila tersenyum lemah dia meraih tasnya. Lalu mengeluarkan sesuatu di dompetnya. Dia memberikan dua kartu di dompet nya kepada Rendra.
"Apa ini?" Tanya Rendra.
"Aku bukan istrimu lagi nantinya, aku tidak punya hak atas semua ini,"
"Pemberianmu pada ayahku sudah lebih dari cukup, ku mohon ambil kembali milikmu, aku menikah dengan mu karena aku ingin ayah ku sehat. Aku tidak ingin menjual hubungan ini Rend. Cukup sudah sandiwara pernikahan ini Rend," pekik Syahila.
"Aku melepasmu, tapi bawa semua ini, ku mohon, kita bisa berteman bukan?" Tanya Rendra.
Syahila meninggalkan Rendra, dia berjalan keluar menemui Effan.
"Fan, urusan kami sudah selesai, bisa antar aku pulang?" Tanya Syahila
"Tentu nona," Effan pun langsung meraih kunci mobil, dia lupa membawa ponsel nya.
Effan menghidupkan mesin mobil kemudian melaju meninggalkan villa Rendra.
Rendra sedari tadi melamun terkejut mendengar bunyi mobil yang berjalan. Dia segera berlari ke luar. Namun mobil Effan sudah jauh meninggalkan Villa nya. Dia langsung menelpon Effan meminta kembali. Namun dia malah mendengar bunyi ponsel di teras, ternyata ponsel Effan di meja teras villa nya.
"Arrkhrgggg!!!" Teriak Rendra. Rendra pasrah, ia harus tinggal disini sampai Effan kembali.
Sepanjang perjalanan Syahila menangis. Effan melihat lewat kaca spion di depan nya.
"Kenapa nona?" Tanya Effan.
"Jangan panggila saya nona, panggil Syahila, karena aku bukan majikan mu lagi," kata Syahila.
"Kenapa Sya?"
"Wanita impian bos mu akan kembali dan kami akan segera bercerai," jawab Syahila.
"Andai aku jadi Rendra, aku akan memilihmudari pada Zharima, dia wanita yang egois, entah kenapa bos sangat gila dengan wanita itu," Effan nampak kesal.
"Ini masalah hati Fan, kalau hati bicara cinta, *** ayam rasa coklat!!"
Wajah effan memerah, lalu dia menepikan mobilnya, dia langsung keluar dan menarik beberapa lembar tisu.
__ADS_1
"Uek!!! brak ..." Effan muntah.
Syahila tertawa mengakak melihat Effan. Selesai mengosongkan perutnya Effan masuk ke mobil dengan wajah dongkol, sedang Syahila masih tertawa mengikak.
"Gila kamu Sya!!" Effan melajukan mobil perlahan.
Sedang Syahila tidak bisa berhenti tertawa.
"Ini langsung kerumah buka?" Tanya Effan.
"Iya,"
Syahila meraih ponsel nya, lalu menulis status "Ada apa dengan cinta. Bila cinta berbicara, bukan cuma dunia milik kita ber dua, tapi ... "*** ayam pun rasa coklat,"
Selesai memposting Syahila kembali tertawa mengingat Effan muntah. Syahila terus memainkan ponsel nya.Karena status nya mulai di komentari teman kerja nya.
***
komentar:
Ciye ... jatuh cinta bukk? _____Lia
Iya Lia bebeb ku sayang, sejak pandangan pertama aku jatuh cinta padamu _____Syahila
Hemmm ibu nakkal _____ Lia
Kenapa tidak jatuh cinta padaku neng? ___ Darma
Karena senyum mu tidak mengalihkan dunia ku beb __ Syahila
Kalau senyum ku? Apakah mampu mengalihkan dunia mu? ___Dani
Oh Dani … kau terlalu tinggi sedang hatiku terlalu pendek __ Syahila.
Aacikiwir ... Gila ... ____Dani
Buk ...tadi kemana?__ Lia
Rapat bentar sama big boss ___ Syahila
Hasil nya apa buk? ___ Lia
Hasil nya kamu dipaksa untuk mencintai ku Lia __ Syahila
Oh ibu ... tanpa kau paksa hatiku ku serah kan padamu sama paru-parunya, ___ Lia
Oh bebeb ... lalu dengan apa kau bernafas.___ Syahila
Dengan dirimu Syahila karena kau separu nafas ku ___ Lia
Darma ... enak ya dengar cewek bercanda mesra, coba cowok ____Dani
Ihh anjiir!!!___ Darma.
***
Syahila menutup ponsel nya.
Syahila masih ingin tertawa, tapi ia sudah sampai di rumah Rendra.
"Fan, jangan lupa jemput big boss kamu, karena dia sendiri di sana," kata Syahila.
Dengan perasaan kesal Effan pun kembali memutara arah mobil nya memuju Villa.
Syahila masuk kamar nya, dia langsung membereskan barang barang nya, dia memesan taksi online, setelah itu ia berpamitan dengan semua pembantu Rendra. Syahila sampai di depan pintu, taksi onlinenya pun datang, Syahila pergi dari rumah Rendra.
__ADS_1