Terjebak Bersama Sumpah Cinta

Terjebak Bersama Sumpah Cinta
Bab 66. Sedih


__ADS_3

Syahila dan anak anak nya duduk bersama kekuarga Denny di ruang tamu, kecuali Darnanto.


"Tante, mana Zhey?" tanya Syahila.


"Semenjak kejadian waktu itu, dia kabur, kami tidak tahu dia di mana," jawab Jiya.


"Tante, aku sudah lama memaafkan dia, tolong maafkan juga dia, bagaimanapun dia adalah princes di rumah ini," lirih Syahila.


"Kami akan mencarinya, Sya," seru Denny.


"Bagus Den, jangan biarkan Zhey merasa sendirian," lirih Syahila.


Syahila, Jiya dan Kamla asyik berbincang.


"Tante ..., Kamla, Denny, aku pamit ya ...," seru Syahila.


"Iya sayang .., terimakasih sudah mengunjungi kami," seru Jiya.


"Nanti datang lagi ya, aku sangat senang bisa dekat denganmu," seru Kamla.


"Sayang ..., salim sama om Denny, onty Kamla dan oma Jiya," seru Syahila.


Setelah berpamitan Syahila dan anak-anak pun pergi meninggalkan rumah Denny.


***


Syahila sampai di komplek perumahan Rendra. Dia memarkirkan mobilnya di dekat pos security komplek itu. Lalu menurunkan dua buah koper milik Reyhan dan Yumna. Syahila berjalan kaki menuju rumah Rendra dari pos itu.


Setelah memencet bel rumah Rendra, Anik yang membukakan pintu.


"Nyonya ...," sapa Anik, namun wajah Anik sedih.


"Apa kabar bi?" tanya Syahila.


"Baik nyah, nyonya kenapa baru kembali?" tanya Anik


"Saya tidak boleh masuk neh karena saya bukan istri Rendra lagi?"


"Maaf nyah, mari masuk, saya tadi kaget lihat nyonya," seru Anik.


Syahila dan anak-anak masuk, mereka semua duduk di ruang tamu bersama Anik dan Ainah.

__ADS_1


"Nyonya ... kenapa nyonya baru kembali? Andai nyonya kembali lebih cepat pasti tuan tidak akan bertunangan dengan nona Gabby," lirih Anik. Ainah menyenggol Anik, karena Anik jujur.


Syahila tersenyum, tapi hatinya sakit, entah kenapa berbeda saat melihat Denny mempunyai pasangan dia bahagia, namun saat mengetahui Rendra punya pasangan hatinya sakit. Namun dia tetap tersenyum.


"Kok nyonya senyum? Nyonyak tidak sedih? Kan nyonya dan tuan saling cinta," tanya Ainah.


"Bi ..., itu masa lalu, saya dan mas Rendra berhak menentukan masa depan kami," jawab Syahila santai.


"Oh ya bii, aku nitip anak-anak ya, aku ada pekerjaan," lirih Syahila.


"Tuan belum pulang nyah ... kami tidak bisa bahasa inggris, bagaimana bicara sama Reyhan dan Yumna," lirih Anik.


"Kita sudah bisa bahasa sini bi Anik," seru Reyhan.


Anik tersenyum, tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Anak anak, mommy mau bersih-bersih ruko kakek, jadi kalian baik-baik ya disini, nurut sama bi Anik dan Bi Ainah, dan nanti kalo ada wanita cantik yang bernama Gabby, belajar panggil dia mama, atau tante," seru Syahila.


"Iya mommy," jawab Yumna dan Reyhan bersamaan.


Syahila pun pergi keruko ayahnya.


Rendra dan tunangannya Gabby baru pulang dari kantor, Rendra sangat terkejut melihat kedua anaknya bermain bersama Anik dan Ainah di ruang tamu rumahnya.


"O children, when will you come?" tanya Rendra.


"Tadi siang daddy," jawab Reyhan.


"Waw ..., kalian memberi kejutan pada daddy, kalian mengerti bahasa negara kita, dan kalian ada disini, daddy sangat bahagia," seru Rendra.


Rendra memeluk kedua anaknya.


"Mana mommy?" tanya Rendra.


"Mommy bersih-bersih ruko kakek" jawab Reyhan.


"Gabby, perkenalkan ini anak-anaku dan Syahila, ini Reyhan dan yang ini Yumna," seru Rendra.


"Anak-anak ayo kenalan sama calon mama kalian," seru Rendra.


Gabby dan anak-anak berkenalan.

__ADS_1


"Gimana kalo kita jalan-jalan?" tanya Rendra.


"Kamu aja mas, aku mau pulang aja," lirih Gabby.


"Ya sudah, aku antar kamu sekalian jalan sama anak-anak," seru Rendra.


"Bi Anik, bi Ainah, tolong bantu anak-anak ganti baju," pinta Rendra.


Anik dan Ainah membawa Reyhan dan Yumna ke kamar.


"Apa mas akan kembali pada Syahila? Apakah hubungan kita ber akhir?" tanya Gabby.


"Tidak, aku dan Syahila hanya masa lalu, tapi aku dan anak-anak ku tidak pernah putus hubungan," seru Rendra.


Gabby tersenyum, mereka semua pergi jalan jalan bersama setelah Reyhan dan Yumna siap.


Setelah mengantar Gabby pulang, Rendra membawa anak-anak nya jalan-jalan ke mall dan bermain bersama di sana, setelah lelah mereka pulang. Pertama kalinya Rendra tidur bersama anak-anak nya. Ada perasaan bahagia yang tidak dapat dia ungkapkan.


***


Pagi pagi anak-anak sudah membuat Anik dan Ainah repot di dapur dengan candaan mereka. Rendra teesenyum melihat keceriaan anak-anaknya. Seketika hati Rendra berdebar begitu hebat, dengan sendirinya dia melangkahkan kakinya, berjalan keluar menuju pintu utama rumahnya.


Saat yang sama, Syahila berdiri di depan pintu utama rumah Rendra, dia ragu untuk mengetuk, jantung nya seakan lari maraton, Syahila memberanikan diri mengetuk pintu, namun belum sempat dia mengetuk.


Braakk!


Pintu rumah di buka Rendra. Mereka beradu pandangan. Dan larut dengan lamunan mereka masing-masing.


"Mommy ...." teriak Yumna, mengejutkan lamunan Syahila dan Rendra.


Yumna dan Reyhan berlari kepelukan Syahila.


"Pagi sayang ..., maaf ya mommy titip kalian sama Daddy," lirih Syahila sambil menciumi kedua anaknya bergantian.


"Maaf ya mas, kalau mereka merepotkan mas," lirih Syahila.


"Tidak sama sekali, aku senang kamu memberiku kesempatan bersama mereka," sahut Rendra.


"Anak anak ..., ayo ajak mommy kalian sarapan," seru Rendra.


Yumna dan Reyhan menarik Syahila masuk kedalam rumah Rendra.

__ADS_1


__ADS_2