Terjebak Cinta Anak SMA

Terjebak Cinta Anak SMA
Bab 12


__ADS_3

"Kamu pesan makanan ke kantin, setelah itu bawa makanannya ke sini lalu temenin aku makan di sini." titah Arka dengan entengnya. Karena ia tahu jika gadis itu pasti menolaknya mentah-mentah karena Arka tahu yang ada di dalam hatinya. Arka hanya ingin di temenin saja tak lebih karena hatinya masih merasakan hancur di tinggalkan kekasihnya.


"Wat, makan di sini. Gak sekalian saja minta di suapin." sentak Amel tak habis pikir oleh pria yang menyebalkan itu. Ia sesuka hatinya memerintahkannya di sekolah ini. Amel takut jika teman-temannya akan curiga dengan apa yang ia lakukan saat ini.


"Ide bagus. Itu juga boleh." jawab Arka mengiyakan perkataan Amel dengan ide konyolnya. Ia juga aneh kenapa bisa menyanggupinya ucapan gadis itu dengan mudah tanpa berpikir lagi.


"Ogah, enak aja. Emang Om siapa aku, hah. Pacar bukan, sodara bukan, bapak bukan. Main seenaknya saja memerintahkan saya. Pokoknya Amel gak mau, titik." cetus Amel lalu meninggalkan ruangan ini bagai tempat neraka baginya. Ia hanya ingin hidup tentram tak seperti di rumah selalu di marahi oleh Tantenya terus menerus.


Arka menyunggingkan senyum kearah gadis itu yang sudah hilang bayangannya. Ia juga aneh dengan dirinya karena bisa tertarik dengan tingkah polos gadis itu membuat ia penasaran.


Entah kenapa, Arka begitu penasaran dengan sosok gadis yang sudah membuat ia kesal. Pasalnya ia tak mudah untuk dekat dengan seseorang terutama dengan masa lalunya yang selalu ada untuknya saat ini.


Ia masih menyimpan perasaan cinta dari Aluna sampai sekarang. Belum bisa menghapus kenangannya saat bersama, banyak sekali kenangan dan itu membuat Arka tak bisa melupakan sosok pujaan hatinya itu yang sudah meninggalkan karena menikah dengan orang lain.


"Kamu sedang apa, Lun. Apa kamu bahagia dengan pria itu." gumam Arka terbayang bayangan wajah Aluna dengan menari-nari di depannya.


Bayangan itu tak pernah hilang dan tak pernah Arka lupakan. Entah sampai kapan ia menyimpan cinta dari Aluna yang bukan miliknya lagi. Ingin rasanya marah dan benci pada kedua orang tuanya tapi di satu sisi ia tak bisa menyalahkan orang tuanya yang ingin anaknya sukses di masa depan.


Aaaaarrhhhh...


Teriak Arka meluapkan kekesalannya karena takdir telah mempermainkannya. Ia yang salah karena tak mengabari dan memberikan di mana dirinya sejak itu. Dan alhasil ia juga yang harus merasakan pahitnya dimana ia harus di tinggalkan karena tak ada kabarnya.

__ADS_1


Amel yang ada di ambang pintu hanya bisa memandang ke depan dengan perasaan campur aduk, ada rasa takut dan ada rasa kasihan melihat Om itu dengan wajah kacaunya.


Tok... Tok..


Ketukan pintu membuyarkan keheningan Arka yang tertunduk di atas meja, setelah ia teriak meluapkan emosi jika mengingat pujaannya hatinya bersama pria lain begitu sakit luar biasa.


Arka pun mendongakkan kepalanya melihat ke depan dengan wajah kesalnya karena telah di ganggu saat dirinya butuh sendiri saat ini.


"Kenapa kamu ada di sini, kamu menguping perkataan ku ya." ucap dingin Arka tak suka jika dirinya sedang sedih harus ada orang yang melihat dirinya seperti ini dengan keadaan kacau.


"Maaf, Om. Amel tak tahu, Amel hanya ingin mengantarkan makanan ini saja." jawab Amel dengan gemetar. Ia memang tak ingin makan bersama dengan pria ini. Tapi, ia juga kasihan jika pria ini juga butuh makan dan meminta untuk di pesankan makanan.


"Keluar." titah Arka tak ingin gadis itu terlalu tahu dengan dirinya sedang seperti ini.


"Kata saya keluaarrrr.." teriak Arka tak suka di bantah oleh siapa pun kecuali orang tuanya dan orang yang terdekat Arka selalu memperlakukan dengan hangat.


Amel yang mendengarnya begitu ketakutan dan gemetaran. Ia pun kembali dengan makanan yang belum ia berikan pada pria itu. Dengan rasa takut Amel kembali ke kantin dengan wajah cemberutnya.


"Kamu kenapa, Mel. Bukannya itu makanan pesanan pak Arka?" tanya Sasa yang tahu jika temannya itu di perintahkan untuk memesan makanan untuk guru barunya itu.


"Gak tahu ah, bikin kesal saja." cetus Amel yang bingung dengan makanan ini. Ia tak bisa membayar makanan sebanyak ini dengan uangnya yang pas-pasan hanya bisa membayar makanannya saja.

__ADS_1


"Terus ini makanannya gimana ya " gumam Amel dengan suara yang pelan agar kedua temannya itu tak dengar. Ia kebingungan sendiri dengan pesanan pria itu dan dirinya. Meminta tolong pada temannya pun itu tak mungkin karena Amel tak ingin merepotkan lagi dan lagi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Biar saya yang bayar semuanya...


__ADS_2