Terjebak Cinta Anak SMA

Terjebak Cinta Anak SMA
Bab 27


__ADS_3

Amel pun mengangguk, ia lebih baik ikut dengan pria yang selama ini bikin ia kesal tapi pernah baik padanya. Tak dengan Tantenya hanya pura-pura baik untuk melabui dirinya agar mau apa yang di perintahkan olehnya.


Amel di gandeng begitu erat oleh Arka entah kenapa ia begitu kasihan melihat gadis muda ini harus mengalami seperti ini dari keegoisan Tantenya hanya mementingkan dirinya. Entah permasalahan apa yang mereka hadapi tapi rasa kasihan dan rasa rasa empati jika melihat raut wajah gadis saat memohon padanya.


"Ayo masuk." titah Arka dan Amel pun mengangguk dengan pelan lalu masuk kedalam mobil mewahnya tersebut.


Arka pun memutari mobilnya lalu masuk kedalam untuk mengemudikan kendaraannya menuju unit apartemennya. Ia tak mungkin untuk membawa gadis ini kediaman rumah orang tuanya yang pasti akan banyak pertanyaan yang akan terlontar dari kedua orang tuanya terutama sang Mamah pasti kepo.


Diperjalanan hanya di isi dengan keheningan Arka maupun Amel hanya terdiam seribu bahasa. Amel dengan pikiran entah kemana. Apa benar ia akan meninggalkan rumah peninggalan orang tuanya satu-satunya yang banyak kenangan bersamanya. Tapi, Amel tak kuat lagi harus menghadapi apa yang di lakukan oleh Tantenya yang semena-mena terhadapnya.


Tak terasa kendaraan mewah ini sampai di bangunan tinggi yang tak lain adalah unit apartemen milik Arka.


Arka pun memerintahkan gadis itu turun untuk masuk kedalam bangunan tersebut.


"Kok kita ke sini, Om. Ini rumah siapa?" tanya Amel begitu polos, ia pikir jika bangunan tinggi ini adalah rumah seperti yang ia lihat di TV.


"Ini bukan rumah tapi apartemen. Ya seperti rumah tapi banyak penghuninya." jelas Arka mengajak Amel untuk masuk kedalam unit apartemennya.


Arka pun berjalan lebih dulu dari Amel tak bisa mengejar langkah pria itu dengan langkahnya yang lebat. Amel hanya mengumpatnya dalam hati.


"Bisa gak sih pelan-pelan jalannya." batin Amel.


Sampai di lobby, Arka mengajak Amel untuk masuk kedalam kotak besi di mana mereka akan diantar ke lantai yang di tuju di mana letak unit apartemen milik Arka. Amel hanya mengikuti tanpa bertanya dan mengomentari apa yang di perintahkan oleh pria itu.

__ADS_1


Ia hanya bisa berdoa semoga ia keluar dari rumah peninggalan orang tuanya bisa hidup lebih baik dari sebelumnya. Tapi ia sedih harus keluar dari rumah itu yang sudah membesarkannya hingga sekarang.


Sedih.


Tentu, ia begitu sedih karena harus meninggalkan rumah itu dan Om nya yang pasti khawatir terhadapnya.


Tring..


Kotak besi itu berhenti di lantai yang di tuju di mana unit apartemen milik Arka berada, mereka keluar berjalan beriringan menuju unit apartemennya.


Arka membuka pintu apartemennya menggunakan kartu akses untuk membuka pintu tersebut membuat Amel terkagum-kagum melihat pintu tersebut hanya di buka dengan kartu saja.


"Ayo masuk." titah Arka pada Amel hanya terdiam mematung, antara senang dan takut kini Amel rasakan saat ini ia tak berani untuk masuk kedalam apartemen milik pria ini.


Amel mendongakkan kepalanya melihat wajah pria itu dengan seksama, ia yang takut hanya bisa menepis untuk percaya dengan apa yang di katakan pria tersebut.


Memberanikan untuk melangkah masuk ke dalam, Amel begitu terpukau dengan keindahan dan kemewahan apartemen milik pria itu.


"Mewah ya." puji Amel dalam hati.


Ia edarkan pandangan dari sudut ke sudut ruangan begitu rapih dan bersih. Amel duduk di sofa di ruangan itu.


"Kamu akan tinggal di sini." ucap Arka yang sudah memutuskan jika gadis yang ia tolong beberapa jam lalu akan tinggal di apartemennya.

__ADS_1


"Sama Om?" tanya Amel melihat ke arah Arka untuk menanti jawaban.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Enggak, kamu sendirian di sini. Tapi, aku sesekali akan menjenguk mu....


__ADS_2