
"Nah ini dia, baru saja mamah mu menyuruh Papah untuk mencari mu, KA..." sahut Papah Rayyan, sang istri begitu berlebihan saat putranya kenapa-napa dan tak ada kabar apapun membuatnya uring-uringan tak jelas.
"Ada apa, Mah?" tanya Arka menyalami tangan kedua orang tuanya dengan takzim.
"Anak nakal, bikin Mamah khawatir. Dari mana saja kamu, KA?" tanya Mamah Nayla pada putranya yang ia anggap seperti bayi saja. Ia akan khawatir dan tak tenang jika salah satu dari putranya tak ada kabar.
Arka tersenyum, ia bahagia karena di perlakukan oleh Mamahnya seperti anak kecil pada umumnya seorang ibu yang selalu mengkhawatirkan anaknya walaupun Arka sudah bisa jaga dirinya sendiri.
"Arka ada urusan di luar, Mah. Maaf tak mengabari Mamah." jawab memeluk wanita surganya selalu membuat ia tenang dan nyaman.
"Eh, eh. Udah besar peluk peluk Mamah. Malu, KA. Seharusnya kamu peluk istri." sahut Papah Rayyan tak terima jika sang istri di kuasai oleh putranya sendiri. Ia hanya ingin menggoda putranya agar mengenalkan seorang wanita padanya.
Arka mencibir ke arah Papahnya selalu cemburu jika ia memeluk wanita berharganya. Tak perduli Arka pun semakin menggoda Papahnya yang mulai melayangkan protesnya.
"Sudah-sudah, ngapain pada debat sih." ucap Mamah Nayla menderai perdebatan antara putra dan suaminya tak pernah mengalah soal dirinya.
Mamah Nayla menyuruh Arka untuk masuk kedalam kamarnya dan mengajak suaminya untuk beristirahat karena hatinya sudah tenang kedua putranya sudah ada di rumah ini dengan selamat.
Arka pun berjalan lalu menaiki anak tangga satu persatu untuk sampai di lantai dua di mana letak kamarnya bersebelahan dengan kembaran yang tak lain adalah Arki.
Ia edarkan pandangan untuk mencari keberadaan adiknya itu tak ada di lantai dua ini membuat Arka bergegas masuk kedalam kamarnya untuk berganti baju tidur karena dirinya sudah membersihkan tubuhnya di apartemennya.
Deg.
__ADS_1
Arka baru mengingatnya jika ia meninggalkan gadis itu seorang diri di unit apartemen miliknya. Apa dia tak akan ketakutan seorang diri di apartemennya.
Segera Arka meraih ponselnya tergeletak di atas nakas lalu menekan nomor gadis itu yang sudah ia catat.
Deringan pertama tak ada jawaban dari gadis itu, kedua sampai ketiga membuat Arka menyerah untuk menghubungi gadis itu. Ia pikir mungkin gadis itu sudah tidur di jam sebelas malam.
.
.
.
Pulang dengan tangan kosong, Om Agus sedih dan kecewa dengan dirinya sendiri tak becus menjaga dan mengurus ponakannya. Ia takut jika kakaknya pasti kecewa jika ia tak becus menjaganya.
"Maafkan aku, Kak." lirih Om Agus pada kakak perempuannya yang sudah berpesan untuk menjaga putrinya.
Tante Ratna melihat suaminya pulang dengan tangan kosong yang sebenarnya tak berhasil membawa pulang gadis yang ia benci itu. Ia bahagia karena suaminya tak menemukan keberadaan bocah itu.
"Kata ku juga jangan buang-buang tenaga, Amel tuh sudah pergi dengan pria asing." sahut Tante Ratna sambil melirik suaminya ingin masuk ke dalam kamar.
Om Agus menghentikan langkahnya saat istrinya itu menyahut mengatakan jika ponakannya tak pantas untuk pulang ke rumahnya sambil mengatakan yang tidak tidak terhadapnya.
"Akan ku pastikan jika Amel akan kembali dan mengambil apa yang sudah menjadi miliknya, paham." ucap Om Agus setelah itu ia masuk tak menghiraukan atau pun mendengar jawaban dari istrinya.
__ADS_1
"Itu tak mungkin karena sebelum ia kembali akan ku pastikan jika gadis itu lenyap dari tangan ku sendiri seperti orang tuanya dulu." gumam Tante Ratna tersenyum simpul. Ia sudah bahagia karena keluarga Amel sudah hancur di tangannya.
Sedikit demi sedikit ia sudah membalaskan apa yang terjadi pada dirinya sejak dulu di mana ia mati-matian mendapatkan perhatian dan cinta dari suami Mamah Amel harus pupus karena pria itu lebih memilih Mamah Amel ketimbang dirinya.
Setelah mengatakan hal itu ia beranjak untuk masuk kedalam kamar untuk ia beristirahat karena esok pagi ia akan mencairkan cek yang di berikan oleh pria asing itu yang telah mengambil Amel dari pak Beroto yang sudah membelinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Asyiiik... Bisa shoping sepuasnya...