Terjebak Cinta Anak SMA

Terjebak Cinta Anak SMA
Bab 36


__ADS_3

Setelah mengatakan hal itu Arka mengambil ponselnya yang ada di dalam laci mejanya ia akan menelpon asistennya untuk memesankan makan siangnya kali ini. Di saat ia mengatakan makanan ia teringat dengan gadis yang ada di apartemennya seorang diri.


Arka begitu khawatir meninggalkan gadis itu seorang diri di apartemennya tanpa satu orang yang menemaninya. Dengan rasa cemas Arka menghubungi gadis beberapa kali tak ada jawaban dari gadis itu membuat Arka khawatir dan panik.


"Kamu kenapa, KA?" tanya Paris, aneh dengan sikap temannya seperti ada sesuatu.


"Gak ada apa-apa," elak Arka tak ingin temannya itu tahu soal gadis yang di tempat apartemennya. Ia tak ingin ada satu orang pun yang tahu tentang gadis itu yang ia sembunyikan dari siapapun termasuk adik kembarannya selalu ada untuknya.


"Lu sekarang sering melamun ya, KA. Semenjak di tinggal sama Luna." sindir Paris pada temannya agar Arka tak terpuruk dalam masa lalunya tak akan membuatnya kembali.


"Enak aja, lu lihat saja nanti satu bulan ini gue akan nikah." ucap Arka sembarangan, ia tak ada niatan untuk menikah secara cepat jodoh pun ia tahu di mana dan entah kapan Tuhan akan memberikannya padanya.


"Yang bener? Serius lu." jawab Paris tak percaya dengan niat dan rencana temannya mendadak itu.


Arka terdiam, ia pun kaget dengan pertuturan yang terlontar dari mulutnya dengan tiba-tiba. Ia akan memberitahukan dengan siapa ia akan menikah bulan depan yang ia katakan tadi.


"Malah diam. Hey, Ka. Jawab apa gue desak aja ya Arki dia pasti tahu." desak Paris bahagia karena temannya sudah move on dari masa lalunya itu.


"Itu rahasia, kamu tak boleh tahu." jawab Arka beralasan itu, ia juga bingung sendiri dengan siapa ia akan menikah bulan depan.


"Ok, gue tunggu kabar bahagia dari lu, KA. Gue bahagia banget bisa dengar lu akan married juga bro." ucap Paris sambil menepuk pundak temannya setelah ia mendapatkan pertolongan dari Arka ia pamit untuk pulang ke rumah karena istri dan calon anaknya sudah menunggunya di rumah.


Sebelum pamit Paris mengatakan hal sesuatu pada temannya. "Jika butuh sesuatu, KA. Hubungi gue aja ya." setelah itu ia berlalu dari ruangan Arka.


Arka berkali-kali menarik napasnya dengan perlahan ia pusing dengan masalah yang ia bikin sendiri, temannya tak mungkin memberitahukan pada kembarannya jika ia akan menikah di bulan depan dan kabar itu akan sampai pada kedua orang tuanya.


"Aaaaarrhhhh. Sial, kenapa mulut ini sembarangan ngomong sih." gurutu Arka memaki mulutnya sendiri tak bisa di kontrol. Dan sehabis ini ia akan berkata apa jika keluarga bertanya soal itu.


Kepalanya yang kian pusing seperti ingin pecah jika hal itu terjadi di mana keluarga tahu tentang rencananya yang tiba-tiba itu.

__ADS_1


"Gimana gue cari cewek ya buat jadiin pacar atau calon istri bohongan." gumam Arka bingung sendiri memikirkan hal tak ada di rencananya saat ini karena mulutnya sembarangan asal bicara.


Arka pun bangun dari duduknya ia berjalan mondar-mandir mencari ide agar temannya tak bocor pada kembarannya itu.


Baru ingin mengancam temannya soal tadi tiba-tiba bunyi ponselnya berdering begitu nyaring di atas meja di samping laptopnya.


"Arki." gumam Arka melihat notifikasi kembaran itu. Segera Arka membuka pesan itu dan betapa terkejutnya dengan dugaannya benar jika temannya sudah memberitahukan tentang apa yang ia katakan tadi.


[Kakak mau nikah bulan depan, kok Arki tak tahu? Apa Mamah dan Papah tahu soal ini.] pesan Arki begitu kaget dengan kabar dari temannya juga mengabarkan jika kakak kembaran itu akan menikah cepat.


"Nah kan, baru aja gue mau cari ide. Eh, dia sudah tahu dari Paris tak tahu diri itu. Sialan itu orang sudah di bantuin malah bikin gue pusing." gurutu Arka kesal sekali dengan temannya tak ada akhlak itu.


Arka pun segera memanggil asistennya untuk datang ke ruangan sekarang untuk membahas tentang pertemuannya dengan klien setelah makan siang nanti. Ia biarkan kabar itu ditambah dengan pusingnya pekerjaannya tak ada selesai selesainya.


Beberapa menit asisten andalan Arka datang menghampiri Tuannya setelah ia mengetuk pintu ruangan Tuannya.


"Ada yang saya bantu, Tuan?" tanya asisten Arka begitu cekatan dalam menjalankan tugasnya.


"Baik, Tuan. Apa saya panggilkan dokter?" tawar asisten itu tak ingin terjadi sesuatu dengan Tuannya saat ini. Ia akan mengatur pertemuan dengan klien tersebut untuk menghandle pekerjaan Tuannya yang sudah biasa ia lakukan.


"Bagus, kamu bisa di andalkan."


"Oh, Iya. Jika ada sesuatu langsung hubungi saya saja ya. Aku mau pulang dulu istirahat sebentar." pamit Arka pulang lebih awal, ia tak tahu dengan dirinya yang ingin segera pulang ke apartemennya. Entah kenapa dengan dirinya ingin segera melihat gadis itu untuk tahu keadaannya.


"Mau saya antarkan, Tuan?" tawar asisten itu menghormati atasannya.


"Tidak usah, biar saya cari sendiri kamu handle saja pertemuannya ya." tolak Arka, ia bangun dari duduknya lalu bergegas keluar dari ruangan untuk turun dari lantai lobby di mana mobilnya sudah di siapkan oleh supir kantor yang sudah ia perintahkan.


Setelah sampai di lobby kantor, Arka masuk kedalam mobil yang di kemudikan oleh supir. Ia begitu malas di tambah kepalanya sedikit pusing memikirkan hal tak masuk d akal olehnya.

__ADS_1


Perjalanan tak memakai waktu lama karena jalan begitu senggang tak banyak kendaraan yang lewat memudahkan Arka untuk sampai di bangunan unit apartemen miliknya.


Sampai di lobby apartemen, ia turun dan berterima kasih pada supir setelah bergegas naik ke lantai dimana unit apartemen berada.


Ting nong... Ting nong...


Beberapa kali ia menekan bel gadis itu tak membukakan pintu tersebut membuat Arka membuka pintu itu dengan kartu milik yang ia bawa-bawa agar mudah ia masuk keluar apartemennya.


Dan betapa kagetnya yang Arka lihat sekarang, gadis itu sedang menari-nari di depan televisi besarnya sambil bergoyang ke kiri dan kanan dengan musik yang menemaninya.


Arka tak menegur atau pun menyahut pada gadis itu yang asyik sedang bergoyang mengikuti irama musik tersebut.


Dengan rasa penasaran dan lucu yang di lakukan gadis itu membuat Arka melangkah dengan pelan menghampiri gadis itu tak tahu dengan kedatangannya.


"Sedang apa kamu?" tanya Arka mengangetkan gadis yang sedang bergoyang begitu kaget sampai ia loncat ke tubuh pria yang tadi bertanya padanya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Astaghfirullah, ada setaaannnn....


__ADS_2