Terjebak Cinta Anak SMA

Terjebak Cinta Anak SMA
Bab 32


__ADS_3

Keesokan harinya Amel berdiri di depan televisi di ruang tamu seorang diri, ia bingung harus melakukan apa di apartemen ini seorang diri. Ingin rasanya keluar tapi Amel tak berani di tambah ia orang baru tak tahu apa pun di gedung pencakar langit ini, ia takut jika keluar dari di sini takut nyadar entah kemana.


"Huuuffff." Amel membuang nafasnya dengan perlahan. Ia bingung harus berbuat apa di tambah ia kangen ingin sekolah.


"Kemana sih Om itu, apa dia bohong." ucap pelan Amel dengan rasa kecewanya karena Arka menjanjikan untuk datang ke sini.


Amel pun ke ruang dapur, ia melihat-lihat dapur dan peralatan untuk masak begitu canggih.


"Keren banget, cocok nih buat bikin kue." ide Amel yang suka membuat kue dan masak. Ia buka lemari es untuk melihat di dalamnya dan betapa terkejutnya banyak sekali bahan pokok makanan, snack, minuman dan lain-lain. Membuat Amel tersenyum bahagia.


Antusias Amel melihat dapur bersih tak seperti di rumahnya. Amel pun mengambil satu botol minuman dingin untuk dirinya yang mulai haus. Saat ingin mengambil telor ada suara yang bikin Amel menjatuhkan telor tersebut sampai pecah berantakan di lantai.


"Astaghfirullah." kaget Amel melihat ke samping di mana pria sedari tadi berdiri entah sejak kapan. Tapi Amel hanya menyengir karena malu telah di pergoki oleh pemilik apartemen ini karena berani membuka lemari es.


"Kamu cari apa?" tanya Arka melihat gadis itu sedang mencari sesuatu di lemari pendingin itu. Rasa penasaran saat melihat gadis tak selesai untuk mengambil sesuatu.


"Yah pecah." ucap Amel begitu bersalah karena telah memecahkan telor yang ada di tangan karena kaget mendengar suara Arka.


Amel akan mengambil alat pembersih lantai untuk membersihkan telur yang pecah olehnya.


"Kamu mau kemana?" tanya Arka penasaran.


"Ambil kain pel, Om. Apa Om gak lihat," jawab Amel melihat ke lantai di mana ada telur yang pecah olehnya.


Arka membiarkan gadis itu untuk membersihkan lantai apartemennya. Ia ingin melihat cara berkerja gadis saat membersihkan lantai ini dengan bersih. Bukan ia menyuruh melainkan ia ingin melihat bagaimana cara gadis itu untuk bertanggung jawab atas perbuatannya yang dia lakukan.

__ADS_1


Setelah membersihkan lantai itu dengan bersih, Amel menghampiri pak Arka sedang duduk sambil memegang ponselnya.


"Ada apa, Om?" tanya Amel sebelum membersihkan lantai itu Arka ingin berbicara sebelum ia pergi ke kantor. Hari ini ia tak mungkin masuk ke sekolah Amel karena hari ini ada pertemuan dengan perusahaan lain yang lebih penting. Ia tak mungkin mengecewakan Papahnya untuk kedua kalinya.


"Hari ini kamu tak masuk sekolah dulu. Karena aku akan pergi ke kantor." ucap Arka memberitahukan apa yang akan ia rencanakan. Bukan ia melarang tapi masalahnya ia tak mungkin untuk mengantarkan gadis itu sekolah karena waktu tak memungkinkan.


Amel tak menjawab ia hanya terdiam saat pria yang sudah menolong untuk tak sekolah dulu hari ini. Di dalam pikiran Amel ia tak masalah untuk tak sekolah hari ini, tapi ia harus melakukan apa di apartemen ini. Ia tak mungkin berdiam seorang diri tanpa melakukan apapun.


"Kenapa? Apa kamu keberatan?" tanya Arka tak mendengar jawaban dari gadis itu. Ia pikir jika Amel tak setuju dengan apa yang ia katakan barusan.


"Bu-kan itu, Om. Terus saya ngapain di sini?" tanya Amel memberanikan diri untuk bertanya walaupun ia takut.


"Terserah kamu, yang terpenting jangan sampai merugikan dirimu sendiri. Dan jangan melakukan hal hal yang aneh. Paham." pesan Arka, ia biarkan gadis itu sesuka hatinya berada di dalam apartemennya yang terpenting tak melakukan apapun yang membuat ia pusing dan merugikannya.


"Kalau saya masak sama bikin kue gimana, Om?" tanya Amel memberitahukan apa yang ia inginkan sekarang.


Amel mengangguk tanda setuju apa yang di tanyakan oleh Arka. Ia hobi memasak dan bikin kue saat di rumahnya di ajarin oleh Mamahnya yang pintar masak sejak ia kecil.


"Terserah, tapi jangan ceroboh seperti tadi. Bahan makanan sama kue nanti saya akan kirimkan ke sini. Jika ada kurir yang mengantarkan bahan makanan untuk kamu masak." ucap Arka, setelah itu ia bangkit dari duduknya lalu pamit untuk ia pergi ke kantor.


"Iya, Om. Nanti aku akan masak yang enak untuk Om." balas Amel antusias karena keinginannya terkabul untuk masak di apartemen dengan peralatan yang canggih.


"Om." panggil Amel.


"Iya," jawab Arka membalikkan tubuhnya.

__ADS_1


"Om akan pulang ke sini kan?" tanya Amel dengan ragu, ia tak mungkin memaksa pria itu untuk pulang ke apartemen ini yang ia tahu jika pria itu akan pulang ke rumah orang tuanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Lihat nanti saja, jika sempat aku akan mengabari kamu. Tapi jangan terlalu banyak jika kamu ingin memasak takut saya tak pulang ke sini...


__ADS_2