Terjebak Cinta Anak SMA

Terjebak Cinta Anak SMA
Bab 40


__ADS_3

Jam 13:00 Amel berdiri seorang diri di gerbang sekolahnya. Ia sedang menunggu angkutan umum untuk pulang ke apartemen milik pak Arka, ia tak lagi tinggal atau pun datang ke rumah peninggalan orang tuanya satu-satunya. Yang ia pikirkan adalah ketenangan dan kenyamanan untuk dirinya sendiri.


Saat mobil angkutan umum itu berhenti laku ia pun masuk, tapi ada seseorang mencegah mobil angkutan entah siapa?


"Ada apa, Mang? Kok berhenti." tanya Amel ingin segera pulang, ia ingin segera beristirahat karena ujian hari pertama menguras otak dan pikiran. Tapi semua itu sudah Amel selesaikan dengan tepat waktu dan semoga hasilnya memuaskan dirinya.


"Ada orang pakai jas yang menghentikan mobil, Neng." ucap sopir tersebut begitu kaget, untung laju kendaraannya tak memakai kecepatan tinggi baru ingin di jalankan.


"Siapa ya?" tebak Amel mengernyitkan dahinya, ia hanya menebak takut jika itu suruhan Tantenya masih mengincar dirinya.


"Om, ngapain?" kaget Amel tak habis pikir dengan kelakuan pria itu menghentikan laju mobil angkutan umum yang akan berjalan.


"Boleh turun, kita pulang bareng." titah Arka, ia tak menjawab pertanyaan dari Amel tak perlu di jawab.


Amel pun turun dari angkutan umum lalu menghampiri pak Arka yang tadi menghentikan mobil tersebut.


"Om, kenapa lakuin kata gitu? Apa Om mau kami celaka, iya." tanya Amel sedikit memarahi pria yang jelas hanya ingin mengajak Amel untuk pulang bareng. Di tambah Amel tak akan mungkin tahu arah pulang ke unit apartemennya.


"Emang kamu tahu arah pulang ke apartemen?" tanya Arka tak menghiraukan omelan gadis itu yang ia pikirkan jika gadis itu tak akan tahu arah jalan pulang ke apartemen.

__ADS_1


Amel menggelengkan kepalanya, ia memang tak tahu arah jalan pulang, tapi ia akan meminta alamat lengkap pada Arka lewat pesan yang akan ia kirim ke nomornya.


"Selalu saja bodoh, jika aku sedang sibuk gimana? Gak sempet liat pesan, hem? Jangan bodoh Amel, saya tak ingin jika anak buah dari Subroto masih mengincar keberadaan kamu." ucap Arka yang menakuti gadis dengan wajah tegangnya saat mendengar apa yang ia katakan tadi.


"Yang bener, Om. Tapi kan kita tak ada urusannya lagi sama mereka, bukannya mereka sudah menerima uang yang Om berikan tempo hari." balas Amel tak habis pikir dengan kelakuan orang-orang itu yang masih menginginkan dirinya.


"Saya memalsukan cek yang saya tulis dengan nominal yang besar. Memang cek itu asli tapi saya membekukan di kantor Bank nya agar tak bisa di cairkan." jelas Arka, ia sudah merencanakan sesuatu dan itu membuat keluarga Amel akan murka dengan apa yang sudah ia rencanakan.


"Apa? Jadi semua itu hanya rencana, Om. Saja, iya?" tanya Amel yang duduk di samping pengemudi begitu syok dengan pernyataan yang di katakan Arka.


Arka mengangguk, ia harus lebih pintar dari para penjahat itu hanya memikirkan dirinya sendiri sampai rela menjual ponakannya demi hidup ingin senang-senang. Arka pun murka setelah menyelidiki masalah yang di hadapi oleh Amel itu itu membuat ia merencanakan itu agar wanita baya tersebut dasar dengan kelakuannya.


Arka mengangguk tanda setuju apa yang di katakan oleh Amel, ia harus pintar dalam bertindak dengan musuh atau pun lawan main bersama kita.


"Pasti Tante marah deh, makanya mereka mencari ku, Om." tebak Amel merasa takut jika ia bertemu atau pun di temukan oleh Tante atau pria baya bernama Subroto.


"Kamu tenang saja saya akan melindungi kamu, kamu cukup turutin apa yang saya lakukan. Mengerti?"


Amel mengangguk tanda paham, ia hanya percaya pada pria yang ada di sampingnya setelah Om hanya terdiam tanpa melakukan pembelaan terhadap saat ia di hukum atau pun di perlakukan tak baik oleh istrinya itu.

__ADS_1


"Makasih, Om."


.


.


.


.


.


.


.


.


Kamu tenang saja, sekarang kamu adalah tanggung jawab ku mulai sekarang....

__ADS_1


__ADS_2