Terjebak Cinta Anak SMA

Terjebak Cinta Anak SMA
Bab 62


__ADS_3

"Bukan itu, kak. Tapi aku takut di suntik." bisik Amel berada di telinga sang suami membuat Arka tersenyum simpul pada sang istri. ia genggam tangan istri kecilnya untuk meyakinkan jika suntikan itu tak sakit seperti yang di bayangkan sang istri.


"Gak sakit, tenang saja. Suntikan kakak juga yang besar kamu gak sakit kan?" tanya Arka dengan berbisik seperti sang istri lakukan, ia tak mungkin mengatakan hal itu di depan dokter dan suster berada di samping dokter.


Amel berpikir, ia tak mengerti apa yang di katakan suaminya barusan, otak mini minimalisnya tak bisa berkerja keras untuk mencari tahu soal suntikan yang di miliki suaminya itu.


"Emang kakak punya suntikan?" tanya Amel berbisik lagi, Arka pun tersenyum menanggapi pertanyaan dari sang istri, ia tak mungkin menceritakan itu semua di ruangan dokter.


"Nanti kakak ceritain ya, kita periksa dulu," cegah Arka, tak mungkin mengatakan itu. Ia pun mengalihkan pertanyaan dari sang istri tanyakan.


"Apa ada keluhan?" tanya seorang dokter berkacamata sambil tersenyum.


"Gak ada keluhan apa-apa, dok. Tapi entah kenapa saya pengen tidur mulu," adu Amel menceritakan apa yang ia rasakan saat ini.


"Apa nyonya telat tamu bulanan nya? Maksud saya tamu bulanan bulan ini datang tidak?" tanya dokter.


Amel berpikir, ia terdiam mengingat bulan ini dan kemarin. Ia memang tak merasakan kedatangan tamu bulanannya. Dan betapa kagetnya ia tak menyadari semua saking senengnya hidup sendiri di tempat kost tanpa pikiran yang membuat ia sedih.


Amel pun mengatakan dengan detail lalu dengan keluhan yang ia alami sekarang, dokter pun menyarankan untuk di periksa terlebih dahulu lewat alat tes kehamilan.


"Ini, Nona. Silahkan di coba." titah seorang dokter wanita berkacamata.


Amel pun ragu untuk mengambilnya, ia lirih kearah suaminya sedang mengangguk tanda setuju. Segera Amel mengambilnya lalu ke kamar mandi di bantu oleh suster yang akan menemani Amel untuk tes urine.

__ADS_1


"Apa anda bisa melakukannya, Nona?" tanya suster itu pada pasien dokternya.


Amel mengangguk dengan pelan, ia akan menuruti petunjuk cara menggunakannya, ia pun masuk untuk mengeceknya apa benar jika dirinya sedang berbadan dua seperti dugaan dokter tersebut.


Beberapa menit, Arka berdiri di depan pintu kamar mandi ia begitu cemas dan takut dengan keadaan sang istri di dalam kamar mandi.


Amel keluar dengan raut wajah yang berbeda membuat Arka mengernyitkan keningnya.


"Gimana hasilnya?" tanya Arka pada istri kecilnya itu.


"Kamu maunya gimana?" tanya balik Amel pada suaminya sedang berdebar hebat dengan hasil tes kehamilan yang di lakukan oleh sang istri.


Ingin rasanya memukul kepala istrinya sedang bertanya balik padanya, ia ingin cepat tahu hasilnya malah sang istri mempermainkannya.


"Gimana hasilnya?" tanya seorang dokter pada pasien yang ia tangani.


"lihat, Dok. Ini hasil apa?" tanya Amel, ia sebenarnya sudah tahu hasil dari tes kehamilan itu tapi ia ingin melihat reaksi sang suami saat dokter yang mengatakan langsung.


"Ini hasilnya positif, Tuan, Nona. Nona Amel sedang mengandung." ucap dokter itu membuat Arka merebut tes kehamilan yang di sembunyikan oleh sang istri malah di berikan pada dokter itu.


"Jadi istri saya hamil, Dok?" tanya Arka lagi ingin memastikan langsung, ia memegang alat tes kehamilan dengan gemetaran luar biasa saking bahagianya dia di beri kesempatan oleh sang pencipta jika dirinya di titipkan seorang anak untuk melengkapi rumah tangganya. Ia tak ada niatan apa pun tentang rumah tangganya memang hanya sebatas status saja, tapi Tuhan sudah mempercayai dirinya untuk karuniai bayi yang sebenarnya lagi akan menyapa dunia.


"Benar, Tuan. Istri anda sedang mengandung. Untuk lebih jelasnya lagi. Mari kita USG agar bisa jelas berapa usia kehamilan Nona muda." dokter itu memerintahkan seorang perawat untuk menyiapkan alat untuk memeriksakan kehamilan seorang istri dari Tuan muda Arka.

__ADS_1


Amel pun membaringkan tubuhnya di bantu oleh seorang perawat untuk berbaring di ranjang pasien. perawat itu pun mengoleskan jel dingin di perut putih milik Amel sudah di singkap atasan bajunya keatas agar mempermudah saat pemeriksaan.


Rasa berdebar kali ini Amel rasakan, ia ingin melihat calon buah hatinya dengan suaminya atas dasar pemaksaan waktu itu.


Arka berdiri di samping sang istri, ia menggenggam tangan sang istri untuk meyakinkan jika dirinya meminta maaf atas apa yang sudah ia lakukan sejak itu. Rasa emosi saat itu mengalahkan kewarasannya ketika sang istri meminta tolong dan berhenti untuk melakukan.


"Maafkan aku ya, sayang. Aku tak akan mengulangi lagi, aku akan bahagiakan kalian semampu ku." bisik Arka di dekat telinga sang istri dengan pelan penuh penyesalan.


perbuatannya sejak itu membuahkan hasil hadirnya calon anaknya dalam rahim sang istri yang ia anggap sebagai istri bohongan saja.


.


.


.


.


.


.


Kamu cukup menjadi Ayah yang baik untuk anak kita, kalau pun pernah gagal sebagai suami yang baik...

__ADS_1


__ADS_2