
"Minggir. Kamu akan enak hidup dengannya. Tak akan ada orang yang akan memarahi kamu lagi mulai sekarang." ucap Tante Ratna pada ponakannya tak mau menggeser tubuhnya sedikit pun.
Amel menggelengkan kepalanya, ia lebih baik di hukum setiap hari dari pada harus ikut dengan pria tak dikenal olehnya. Belum lagi dengan tatapan pria baya tersebut saat melihat begitu horor.
"Saya gak mau, Tante. Saya mau ikut dengan Tante, kasihan Om Agus Tante." rengek Amel seperti anak kecil.
Tante Ratna begitu gerang pada ponakannya yang tak peka apa maunya. Ia ingin menyingkirkan anak dari kakak iparnya yang semena-mena terhadapnya. Rasa benci berkali kali lipat saat ia sudah berada di rumah peninggalan orang tua Amel, membuat ia senang karena bisa membuat anak itu menderita olehnya.
"Om mu itu tidak akan menanyakan mu." jawab Tante Ratna dengan ketus.
Saat ingin keluar dari ruangan privat Amel pun menerobos ke luar dari ruangan itu, ia berlari tak menghiraukan teriakan itu membuat ia menabrak seseorang yang entah itu siapa.
Brukkkk...
Di tempat yang ramai masih di dalam restoran, Amel tersungkur ke depan di mana pria yang ia tabrak juga terhuyung ke depan dengan suara kesakitan tak seberapa.
"Aw, siapa yang nabrak nih." ucap pria itu menoleh ke arah gadis yang tertunduk karena terjatuh.
Amel mendongakkan kepalanya, ia mengenali suara tak asing baginya. Dan benar dugaannya jika suara pria itu adalah guru di kelas yang tak lain adalah wali kelas.
"Pak Arka," ucap Amel begitu senang luar biasa, ia pun bangun lalu menghampiri lebih dekat lagi.
"Kamu kan Amel kan?" tebak Arka mengingat gadis yang pernah ada salah padanya sejak itu.
Amel mengangguk tanda setuju, ia akan meminta tolong kepada agar terlepas dari jerat Tante selalu memperlakukan tak baik. Contohnya saja ia sampai di jual pada pria baya tak pernah ia kenal.
"Amel." panggil Tante Ratna sangat geram pada ponakannya yang sudah lari darinya.
"Tolong saya, Om. Saya gak mau sama Tante Ratna." pinta Amel pada Arka, hanya pria ini satu-satunya yang ia pinta tolong.
"Emang dia siapa?" tanya Arka penasaran.
"Tante ku, Om. Tapi dia jahat." ucap Amel jujur, ia sudah cape harus berpura-pura baik bahwa Tantenya itu sudah membuat jahat padanya.
"Ada apa ini?" tanya Arka secara baik-baik, ia ingin tahu dulu permasalahannya.
"Saya Tantenya, jangan ikut campur anak muda." jawab Tante Ratna dengan ketus, ia tak ingin ada seseorang yang tahu dengan rencana ingin menjual Amel pada pria baya tersebut bernama Beroto.
__ADS_1
Arka pun melirik kearah Amel yang sedang ketakutan, gadis itu berlindung di belakang tubuhnya sambil menggelengkan kepalanya agar tak di serahkan pada Tantenya yang jahat.
"Ayo, Amel. Jangan buat Tante berbuat yang tidak-tidak terhadap mu." ancam Tante Ratna ingin menarik tangan Amel. Tapi gadis itu menepisnya saat tangannya di tarik oleh Tantenya.
"Maaf, Tante. Mungkin Amel tak mau jangan memaksanya." cegah Arka, ia memang gurunya saat gadis itu menjadi anak muridnya tapi di luar lingkungan sekolah Amel bukan tanggung jawabnya.
"Emang kamu siapanya, hah. Jangan ikut campur Kamu." ucap Tante Ratna meninggikan suaranya, ia tak perduli dengan orang-orang di sekitar restoran tersebut. Yang ia inginkan hanya ponakannya kembali untuk menemui pak Beroto yang sudah membelinya dengan harga fantastis.
Amel tetap menggelengkan kepalanya dengan raut wajah yang mengiba pada pria yang selalu ia bilang rese itu. Amel hanya butuh bantuannya untuk keluar dari Tantenya yang tega menjualnya hanya demi ambisinya itu.
"Boleh tahu permasalahannya?" tanya Arka yang berani bertanya seperti itu, ia tak tega melihat raut wajah gadis itu.
Tante Ratna yang mulai takut, ia takut jika Amel sudah menceritakan pada pria itu tentang ia sudah menjualnya. Mau tak mau pun Tante Ratna menggiring pria dan ponakannya itu untuk masuk kedalam ruangan privat untuk memberitahukan apa yang telah terjadi.
Arka pun mengikuti langkah wanita itu bersama dengan Amel sedang memegang tangannya begitu erat seperti takut untuk masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Jangan takut ada aku." ucap pelan Arka menenangkan gadis itu seperti ketakutan.
Amel hanya menatap tanpa mengangguk atau pun mengiyakan ucapan pria yang sedang ia pegang tangannya. Ia hanya ingin meminta perlindungan tak pernah ia rasakan saat tinggal bersama dengan Tante dan Om nya itu.
Setelah masuk kedalam ruangan itu banyak sekali orang-orang di sana terutama ada seorang pria baya yang sedang memandang ke arahnya dengan tatapan sinis.
Arka begitu terkejut dengan pengakuan dari anak buah pria yang sedang duduk santai tapi tatapan begitu sinis. Dan menatap kearah yang tadi di bilang Tantenya itu dengan tega menjual ponakannya sendiri.
"Berapa kalian membelinya?" tantang Arka ingin mendengar nominal yang sudah pria baya itu keluarkan.
"Jangan sombong kamu anak muda, memang kamu sanggup?" sahut pak Beroto membuka suaranya.
"Sebutkan saja." ucap Arka dengan lantangnya. Ia akan melakukan apapun jika ia tak suka melihat gadis ini di perlakukan seperti ini.
"1M," jawab anak buahnya itu setelah di kode oleh bosnya itu.
Arka pun mengeluarkan kertas persegi panjang yang tak lain adalah cek. Arka pun menuliskan nominal uang yang tadi di sebutkan oleh anak buah itu.
"Cukup kan." ucap Arka menuliskan dengan harga lebih dari 1M, ia malah memberikan 1,5M pada pria baya tersebut.
Tapi, tidak dengan Tante Ratna yang melongo dengan nominal yang di berikan anak muda tersebut. Ia hanya menerima uang dari pak Beroto hanya seratus juta saja tapi anak muda itu memberikan lebih dari itu.
__ADS_1
"Ok, gadis itu milik mu." ucap pak Beroto lebih tergiur dengan nominal yang di berikan oleh pemuda itu. Ia bisa membeli gadis itu berkali-kali lipat dengan uang yang ia terima.
Arka pun mengangguk dan tersenyum pada gadis yang ada di sampingnya. Dan menatap Tante yang kejam telah menjual ponakannya sendiri.
"Ayo keluar, kamu ikut saya." titah Arka pada gadis itu.
Saat beriringan ingin keluar suara panggilan dari Tantenya untuk mencegah ponakannya itu yang akan di bawa kemana.
"Mau di bawa kemana ponakan ku?" tanya Tante Ratna penasaran.
"Dia bukan keponakan mu lagi, ingat kamu telah menjualnya. Aku bisa saja menjebloskan kamu ke penjara karena telah menjual keluarga mu sendiri." ancam Arka membuat Tante Ratna begitu ketakutan. Tante Ratna menatap lekat lekat pemuda itu begitu misterius.
Arka pun menarik tangan Amel untuk keluar dari ruangan ini. Ia akan membawa gadis ini yang sudah tanggung jawabnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Kamu ikut aku, sekarang kamu aman bersama ku....