Terjebak Cinta Anak SMA

Terjebak Cinta Anak SMA
Bab 24


__ADS_3

Setelah mengucapkan hal itu pada suaminya, Tante Ratna mengajak Amel ke suatu tempat dimana ia dan seseorang itu sudah menentukan tempat dimana mereka akan ketemu.


Restoran sedikit jauh dari rumah Amel mereka bertemu agar suaminya itu tak menyusul keberadaannya bersama seseorang.


"Restoran. Tante ngajak Amel makan?" tanya Amel begitu polos pada Tante yang sudah merencanakan sesuatu terhadapnya.


Tante Ratna tersenyum simpul, ia mengangguk tanda setuju apa yang dikatakan oleh ponakannya. Demi lancarnya rencananya ia akan memperlakukan Amel begitu baik layaknya seperti putrinya sendiri.


"Iya, dong. Kamu suka." jawab Tante tersenyum sedikit menyungging. Ia ingin segera bertemu dengan seseorang untuk mempertemukan Amel pada orang yang sudah ia sepakati.


Sampai di dalam Amel dan Tante itu mengedarkan pandangannya untuk mencari seseorang yang mengabarkan jika orang itu sudah datang lebih dulu dan memesan ruangan privat untuk mereka yang akan membahas soal apa yang mereka rencanakan.


"Ayo, itu orang sudah menunggu." ajak Tante Ratna mengajak Amel untuk menemui orang yang sudah melambaikan tangannya agar menghampiri mereka.


Dua orang laki-laki yang tadi melambaikan tangannya pada Tantenya hanya menggiring dua wanita itu untuk masuk kedalam privat yang sudah di pesan oleh seseorang.


Amel yang bingung hanya melihat kearah Tantenya untuk meminta jawaban, kenapa ada seseorang laki-laki menjemput untuk masuk kedalam ruangan yang entah itu membuat Amel merasa takut.


"Kok ke sini, Tan. Emang kita mau ngapain?" tanya Amel mulai merasakan aneh dengan tingkah Tantenya tak pernah baik padanya.


"Selamat siang, Pak Beroto. Maaf kami terlambat." sapa Tante itu pada pria baya yang sedang duduk dengan wajah dinginnya.


"Hem," jawab dengan deheman saja.

__ADS_1


Tante Ratna pun menyuruh Amel untuk duduk dengan manis, ia ingin menunjukkan kesan manis saat pertemuan pertama dengan pak Beroto.


"Ayo duduk kenapa diam." bisik Tante Ratna itu pada Amel hanya mematung karena takut. Ia merutuki dirinya kenapa mengiyakan dan mau di ajak oleh Tantenya ke tempat seperti ini dengan suasana begitu horor yang di rasakan oleh Amel.


"Amel mau pulang, Tan." pinta Amel menghiraukan perutnya yang terasa lapar. Ia pikir jika Tantenya itu benar-benar ingin mengajaknya untuk makan luar tak pernah ia bayangkan. Tapi, Tantenya itu malah mengajaknya ke restoran seperti ini.


Tante Ratna melotot tak percaya dengan sikap Amel membuat ia merasa tak enak hati dengan pria baya yang sedang memandangnya.


Tante Ratna mengangguk tanda malu bercampur emosi pada keponakannya yang keterlaluan telah memperlakukan seperti ini.


"Maafkan saya, Tuan." ucap Tante Ratna, ia ingin sekali menampar pipi Amel berkali-kali lipat agar keponakan suaminya itu sadar agar apa yang ia inginkan tak bisa di ganggu gugat.


"Duduk." bisik Tante Ratna sambil mencubit lengan Amel begitu kencang.


Amel pun menurut tanpa membantah lagi, ia merasa takut jika hidupnya akan lebih menderita di ruangan ini.


"Siapa nama mu gadis cantik?" tanya pria baya tersebut sambil meliriknya.


Amel terdiam, ia enggan untuk menjawab pertanyaan dari pria baya tersebut yang sedang meliriknya.


Tante Ratna yang gemes dengan tingkah ponakannya. Ia menjawab apa yang di tanyakan oleh pria baya tersebut.


"Nama yang cantik, secantik orangnya." puji pria baya tersebut sambil tersenyum.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Ok, saya tertarik. Gadis ini begitu cantik dan imut...


__ADS_2