Terjebak Cinta Anak SMA

Terjebak Cinta Anak SMA
Bab 51


__ADS_3

Setelah membersihkan tubuhnya yang terasa lengket, Amel keluar dengan pelan. Pintu kamar mandi ia buka sedikit mengintip celah di kamar sini agar ia bisa leluasa saat keluar dari kamar mandi.


"Syukur deh, Om itu gak ada." ucap pelan Amel, setelah itu ia berani untuk keluar dengan handuk kimono untuk menutupi tubuh polosnya.


"Baju ganti aku mana ya, gak mungkin kan kaya gini terus." gumam Amel mengedarkan pandangannya di kamar luas ini. Ia baru menyadarinya jika kamar suami bohongan ini begitu mewah seperti di hotel-hotel yang pernah ia lihat di televisi.


Ehemm.


Suara deheman mengagetkan Amel sedang mencari sesuatu yaitu pakaian untuk ia pakai hari ini. Amel membalikkan tubuhnya betapa kagetnya ada seorang sosok pria tinggi sedang ada di belakangnya.


"Om datang dari mana?" tanya Amel begitu penasaran pasalnya ia tak melihat ada sosok pria di dalam kamar ini.


"Dari ruangan ganti. Emang kenapa?" tanya Arka mengernyitkan dahinya tak mengerti.


Amel segera mengeratkan handuk masih melekat di tubuhnya, ia takut jika pria yang ada di hadapannya sekarang melihat apa yang tak perlu untuk ia perlihatkan.


"Kamu kenapa?" tanya lagi semakin penasaran dengan kelakuan gadis sudah menjadi istrinya.


"Pakaian ku mana, Om?" tanya Amel, ia ingin segera memakai pakaiannya karena suhu di kamar ini lumayan dingin dengan AC lumayan dingin.


"Emang kamu gak bawa pakaian mu?" tanya balik Arka, ia tak tahu jika gadis beberapa jam lalu ia nikahi itu tak membawa barang-barangnya ke dalam kamar pribadinya.


Amel segera menggelengkan kepalanya, ia tak ingat dengan hal itu. Di suruh untuk beristirahat oleh ibu mertuanya hanya bisa menuruti apa yang di katakan oleh ibu mertuanya tanpa ia mengingat hal itu.


Semua barang dan pakaian ada di kamar tamu di mana sebelum ia belum menjadi istri dari Arka putra Mahesa Wijaya.


"Terus gimana dong, Om? Masa aku gini terus, mana dingin lagi." ucap Amel begitu kesal, ia merutuki kebodohannya karena lupa membawa pakaian ganti.


"Boleh minta tolong gak, Om?" pinta Amel penuh permohonan, ia tak ingin memakai handuk kimono terus tanpa memakai pakaian dalam untuk menutupi tubuh polosnya.


"Tolong apa? Jangan aneh-aneh." jawab Arka, ia memikirkannya pun sudah kesal.


"Ambilkan pakaian ku di kamar tamu, Om." pinta Amel sambil berkedip agar Arka mau mengambil apa yang ia suruh.


Arka membuang napasnya dengan kasar, mau tak mau ia harus mengambil pakaian gadis itu karena kecerobohannya tak membawa pakaian ganti. Tak mungkin ia menyuruh seseorang untuk mengambil pakaian gadis itu termasuk pakaian ********** juga. Membayangkannya saja membuat Arka marah jika barang pribadi milik gadis itu ada yang menyentuhnya termasuk sang Mamah pun.


Dengan langkah gontai, Arka keluar dari kamarnya sendiri ia mau di suruh oleh gadis itu tak ingin ada drama menggegerkan rumah orang tuanya saat ada yang ia suruh untuk mengambil pakaian tersebut.


"Ka, mau kemana?" tanya Mamah Nayla berpapasan dengan putra sulungnya di anak tangga ketika Arka hendak turun ke lantai satu.

__ADS_1


"Mau ke kamar tamu, Mah." jawab Arka dengan jujur masih tatapan ke depan.


"Ke kamar bekas Amel ya," tebak Mamah Nayla lagi.


Arka mengangguk tanda mengiyakan, ia yang akan melanjutkan langkahnya di hentikan lagi oleh sang Mamah.


"Ada apa, Mah?" tanya Arka menoleh kearah sang Mamah hendak ke atas.


"Oh, iya. Mamah lupa ini baju ganti Amel." ucap Mamah Nayla menyerahkan kotak lumayan besar pada putranya yang tadi di katakan sang Mamah itu adalah baju ganti menantunya.


"Baju ganti. Baru Arka mau ambil baju ganti Amel di kamar tamu, Mah." ucap Arka.


"Jangan ke bawah, mamah sudah siapkan untuk Amel."


Tanpa ada rasa curiga Arka mengambil kotak tersebut berisi pakaian ganti untuk istri kecilnya. Ia pun naik lagi ke atas setelah mendapatkan apa yang di butuhkan Amel.


**Ceklek**.


"Nih." ucap Arka menyerahkan apa yang di berikan sang Mamah.


"Ini apa? Amel butuh baju ganti bukan hadiah." tolak Amel, ia ingin segera memakai pakaiannya karena dingin.


Amel pun mengambil, ia masuk ke dalam kamar mandi untuk ia pakai. Saat membuka kotak tersebut ia mengernyitkan keningnya melihat baju yang ia pegang berbeda dari yang biasanya ia pakai.


"Baju apa ini? Kok beda gini ya. Tipis banget lagi. Di tambah bolong-bolong gini, kalau pake kaya gini makin masuk angin aku." gurutu Amel membayangkan atau pun melihatnya saja ia tak pernah sekali pun.


"Kaya saringan nasi ya," ucapnya lagi, ia pegang lalu lihat deh jelas.


Amel bergidik geli sambil menelan ludahnya dengan kuat. Jika ia memakai pakaian ini apa reaksi pria berstatuskan suaminya itu saat ia memakai pakaian aneh ini


"Mendingan pake handuk ini deh, dari pada harus memakai pakaian ini. Apa jangan jangan Om itu sengaja ya. Dia mesum banget." ucap Amel ingin sekali keluar lalu memarahi pria itu berotak mesum. Bukannya ia hanya dijadikan sebagai istri bohongan tanpa ada sentuhan pisik seperti suami istri pada umumnya.


Tok.. Tok.. Tok...


Di dalam kamar, Arka begitu khawatir dengan keadaan gadis itu. Sudah satu jam gadis itu tak keluar dari dalam kamar mandi membuat ia khawatir ingin mengetahui apa yang di lakukan gadis itu di dalam sana.


Ketukan itu membuat Amel uring-uringan, ia tak mungkin memakai pakaian itu dan tak mungkin memakai handuk itu terus-menerus.


"Gimana ini." cemas Amel bolak-balik tak jelas di dalam kamar mandi.

__ADS_1


"Amel " panggil Arka, ia begitu khawatir tak di buka juga setelah ia mengetuk pintu tersebut berkali-kali.


"Iya, Om. Bentar." teriak Amel dari dalam kamar mandi tersebut agar pria itu tak mengetuk pintu itu untuk segera keluar.


"Kamu gak apa-apa kan?" tanya Arka sedikit meninggikan suaranya agar gadis itu mendengarnya.


"Saya gak apa-apa, Om." jawab Amel mau tak mau ia harus keluar.


Ceklek.


"Kamu lama banget di dalam kamar mandi, sedang apa?" tanya Arka penuh selidik dan Arka memandang Amel begitu aneh.


"Bukannya kamu ingin ganti baju ya. Kok belum ganti? Dari tadi ngapain aja." tanya Arka dengan banyak pertanyaan membuat ia heran dengan kelakuan gadis itu.


"Om, saya mau baju saya bukan yang om berikan tadi." pinta Amel, ia ingin segera mengganti pakaian sederhananya.


"Memangnya kenapa? Gak bagus, atau kebesaran?" tanya Arka, mamahnya tak mungkin salah pasti paham dengan passion wanita jaman sekarang.


Amel menggelengkan kepalanya, ia tak mungkin menunjukkan pakaian itu pada pria yang sudah berniat untuk melakukan mesum terhadapnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Pokonya aku gak mau pakai baju itu, TITIK...

__ADS_1


__ADS_2