Terjebak Cinta Anak SMA

Terjebak Cinta Anak SMA
Bab 48


__ADS_3

Acara yang di tunggu oleh pasangan halal itu yang tak lain adalah Papah Rayyan dan Mamah Nayla ingin melihat salah satu dari putranya melangkah ke jenjang pernikahan yaitu Arka putra sulungnya lahir lebih dulu dari kembarannya, Arki.


Arka mengatakan pada keluarganya jika gadis bernama Amel adalah calon istrinya, entah apa jika keluarganya tahu jika Amel adalah calon pura-pura nya mungkin sang Mamah maupun Papahnya akan marah padanya. Tapi, Arka tak punya alasan lain setelah ia kepergok oleh sang Mamah di apartemen milik bersama dengan Amel yang ia sembunyikan dari keluarganya tentang gadis yang ia tolong beberapa Minggu lalu.


"Gimana? Apa masih gugup?" tanya Papah Rayyan mengusap punggung putranya sedang berdiri tak jauh dari cermin besar, Arka merasa gugup saat acara akan segera di mulai. Ia tak mengerti dengan dirinya kenapa bisa gugup seperti ini? Pernikahannya hanya pura-pura dan tak ada keseriusan saat hubungan antara Arka dan Amel.


"Iya, Pah." jawab Arka sedikit gemetaran, ia juga tak tahu dengan dirinya bisa seperti ini.


"Itu sudah biasa, Ka. Namanya juga mau ijab kabul memang seperti itu. Papah juga merasakan hal itu seperti dirimu." ucap Papah Rayyan menenangkan putra sulungnya sambil menggenggam tangan dingin putranya.


.


.


.


Di dalam kamar tamu, Amel tinggal di kediaman rumah papah Rayyan. Ia tak di bolehkan untuk pulang ke apartemen itu lagi setelah lamarannya di rumah peninggalan orang tuanya telah resmi di terima oleh Om nya dan Amel.


Banyak sekali masalah di rumah itu, ada saja yang terjadi di rumah peninggalan orang tua Amel saat keluarga Arka datang untuk meminta Om nya datang dan meminta restu sebagai pengganti orang tuanya telah tiada, walaupun pernikahan yang di akan di jalani Amel hanya pernikahan bohongan tapi Amel tetap akan meminta restu pada orang yang telah menyayangi.


"Cantik sekali kamu, sayang. Semoga kamu menjadi istri Sholehah ya," puji Mamah Nayla masuk kedalam kamar tamu, ia ingin memastikan jika gadis pilihan putranya sudah selesai di dandani. Dan benar, ia masuk gadis muda itu sudah cantik bak putri Cinderella di negri dongeng. Memakai gaun kebaya putih begitu kontras dengan kulitnya yang putih bersih seperti susu.


"Terimakasih, Mah." jawab Amel begitu malu, ia tundukkan wajah yang merah merona karena di goda oleh calon ibu mertuanya.


Rasa senang berkali-kali lipat saat ia hidup dengan pria yang telah menolongnya yaitu Arka, ia di perlakukan berbeda tak seperti di rumahnya sendiri, tak di hargai, di marahi, dan di perlakukan tak seperti ponakannya pada umumnya. Ia kadang merasa hidupnya tak seberuntung gadis lain merasakan kebahagiaan yang ia impikan selama ini.


"Sebentar lagi kamu akan menjadi mantu Mamah, Nak. Tolong jaga Arka untuk Mamah ya, mungkin jika sama kamu dia lebih terbuka dan tak terlalu dingin. Mamah kangen dengan Arka yang dulu. Selalu hangat, mudah bergaul tapi sekarang setelah pulang dari luar negeri dia banyak berubah entah apa yang membuat Arka berubah." ucap Mamah Nayla menceritakan tentang putranya yang berbeda dari biasanya, ia begitu merindukan Arka yang dulu.


"Amel akan usahakan ya, Mah. Tapi, Amel tak janji ya, Mah." balas Amel, ia tak mungkin menjanjikan sesuatu pada calon ibu mertuanya itu tentang kedepannya. Ia juga tak tahu hubungan ini akan di bawa kemana dengan status hanya istri bohongan saja.

__ADS_1


Mamah Nayla mengangguk setuju, ia hanya berharap jika mantunya ini bisa mengembalikan putranya yang dulu.


Ketukan pintu membuyarkan keduanya masih saling mengobrol dan memberikan pesan untuk rumah tangga yang akan Amel jalani, Mamah Nayla tak tahu rumah tangga yang akan mereka jalani entah akan kedepannya seperti apa! Amel hanya pasrah dan mengikuti apa yang di rencanakan oleh Arka.


"Maaf, nyonya. Penghulu sudah memanggilnya karena acara ijab kabul akan segera di mulai," ucap salah satu suruhan Papah Rayyan pada pelayan di rumah untuk memanggil calon mempelai wanita karena ijab kabul akan segera di mulai.


"Iya, saya akan segera ke sana." jawab Mamah Nayla, ia melirik kearah calon mantunya dan meyakinkan jika gadis pilihan putranya sudah siap dengan status yang akan berubah menjadi seorang istri.


Amel mengangguk tanda ia yakin, ia pun bangun di bantu oleh seseorang karena gaun pengantinnya lumayan berat.


"Terimakasih," ucap Amel, ia berdiri lalu berdoa apa sudah ia ambil dan putuskan dari tawaran Arka untuk menjadi istri bohongannya sudah ia terima walaupun ada rasa aneh yang ia rasakan saat ini.


Gugup.


Tentu, calon pengantin akan merasakan gugup karena ini pertama kalinya yang di rasakan oleh Amel, ia berjalan dengan elegan di bantu oleh calon ibu mertuanya dan wanita lain di sebelahnya untuk berjalan menuju tempat dimana ia dan Arka akan melangsungkan akad nikah beberapa menit lagi.


"Jangan gugup, tarik napas lalu keluarkan." titah Mamah Nayla pada calon mantunya agar mengurangi kegugupannya.


Sampai di akad nikah sudah ada penghulu, Papah Rayyan, ada Om Agus berada di sana. Tapi tatapan Amel tertuju di mana ada seseorang yang akan mengubah statusnya beberapa menit kemudian.


Tatapan Arka dan Amel bertemu, di mana Arka begitu terpukau dengan perubahan gadis itu saat memakai kebaya modern yang di pilihkan oleh sang Mamah untuk Amel. Betapa cantiknya dengan polesan make up natural tapi bisa mengubah penampilannya menjadi cantik.


Tidak dengan Amel, ia di tatap seperti itu oleh Arka merasa tak nyaman. Ia takut jika pria itu akan berubah pikirannya untuk membatalkan pernikahan ini.


"Ayo kenapa berhenti," sahut Mamah Nayla membuyarkan lamunan Amel dengan menatap ke depan.


Amel melanjutkan langkah demi langkah untuk sampai di tempat itu, rasa gugup berkali-kali lipat saat ini ia rasakan. Amel duduk di kursi sebelah sudah ada Arka yang duduk begitu tenang.


"Gimana? Bisa di mulai sekarang?" tanya pak penghulu pada kedua mempelai pengantin tersebut. Dan Arka mengangguk dengan mantapnya mengatakan iya.

__ADS_1


Arka menjabat tangan penghulu itu untuk mewakili orang tuanya Amel sudah tiada hanya Om Agus sebagai saksi di pernikahan ponakan satu-satunya. Ia berharap sang ponakan menikah di usia muda bisa menjadi lebih baik lagi setelah tinggal bersama dengannya dan sang istri.


"Saya terima nikah dan kawin nya Amel lestari binti Parman dengan maskawin tersebut di bayar tunai."


Satu kali tarikan Arka mengucapkan janji suci pada tuhan dan keluarganya yang menyaksikan pernikahannya.


"Gimana saksi?" tanya pak penghulu.


Sah..


Sah..


Sah..


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Alhamdulillah, Kak, sebentar lagi menuju huh hah ini mah....


__ADS_2