Terjebak Cinta Anak SMA

Terjebak Cinta Anak SMA
Bab 29


__ADS_3

"Kamu cari atau ku cerai kamu sekarang juga." ancam Om Agus pada istrinya sangat keterlaluan. Ia diam seolah ada sesuatu dan tak ingin terjadi pada dirinya saat sang istri mengetahui memergokinya saat ia berada di mobil kakaknya saat mobil itu di kendarai oleh kakak dan kakak iparnya yang akan pergi ke tempat lain.


Di saat Om Agus memperbaiki mobil kakaknya di bagian tempat bensin sedikit bocor, ia tak tahu jika sang istri sedang merekam kejadian itu. Ia di tuduh sebagian besar dalang dari kecelakaan tunggal kakaknya dan kakak iparnya sendiri yang tak lain adalah orang tuanya Amel.


Di situlah Ratna mengancam akan melaporkan suaminya jika sang suami ikut campur saat ia menghukum atau pun memarahi Amel saat tinggal bersama. Ada rasa kasihan tapi ia tak bisa berbuat apapun hanya bisa pasrah mengikuti apa yang dilakukan oleh sang istri. Ia begitu takut jika di laporkan ke kantor polisi yang bukan dirinya lah penyebab kematian kakak dan kakak iparnya itu. Ia juga kaget dengar berita kecelakaan itu.


Tante Ratna tersenyum simpul, ia memberanikan diri untuk lebih dekat lagi dengan suaminya sekarang sudah berani padanya.


"Apa kamu bilang, Mas. Menyuruh ku untuk mencari keberadaan Amel, keponakan mu itu. Ngaca, Mas. Seharusnya kita senang tak ada benalu yang akan merepotkan kamu lagi." balas Tante Ratna tak habis pikir dengan suaminya selalu membela keponakannya dari pada dirinya sebagai istrinya.


"Cukup, Ratna. Apa kamu belum puas menyakiti Amel. Dia satu-satunya keluarga lu yang aku punya setelah orang tuanya telah meninggal. Dan kamu tahu kan mereka menitipkan Amel pada ku untuk aku jaga." ucap Om Agus mengingatkan di mana saat kakaknya itu berpesan agar menjadi Amel dan merawatnya layaknya anak sendiri.


"Masa bodo, aku tak perduli. Aku membencinya, Mas. Di sudah merebutnya dari ku. Dan, itu pantas untuknya karena telah mengambil sesuatu yang berharga bagiku." balas Tante Ratna, ia sebenarnya mencintai suami dari Mamah Amel. Ia mati-matian mengejar pria itu nyatanya memilih Mamahnya Amel sebagai pendamping hidupnya dan mengabaikan dirinya hanya di anggap angin berlalu. Dan si situ lah ia membenci orang tuanya Amel berikut anaknya.


"Apa? Kamu selalu mengungkit masa lalu tapi tak pernah kamu ceritakan padaku. Aku tak mengerti Ratna di mana hati nurani mu saat memperlakukan Amel seperti itu. Apa kamu tak sayang pada ponakan mu?" tanya Om Agus tak habis pikir dengan kelakuan sang baru melihat ponakannya sejak kecil sampai sekarang pun selalu kebenciannya.


"Jika kamu tak mau mencarinya biar ku cari sendiri." sambungnya lagi, ia tak akan membiarkan Amel seorang diri di luar sana. Apa jadinya jika Amel hidup di luar sana tak ada seorang pun yang menolongnya. Hanya ia satu-satunya yang dimiliki oleh gadis itu sebagai sandaran untuk ia mengeluh dan menyandarkan kepalanya sebagai mengganti Papahnya yang sudah lama tiada.


"Kamu di mana, Mel. Maafkan Om, Om tak bisa menjaga mu sesuai pesan terakhir Mamah mu. Om tak becus sebagai Om kamu." gumam Om Agus menyalahkan dirinya sendiri karena tak tegas saat berbicara dengan istrinya yang sudah keterlaluan.


Ia juga khawatir dan curiga saat istrinya mengajak Amel entah kemana, ingin rasanya mengikuti tapi ia biarkan sang istri dengan tingkah laku yang baik pada ponakannya itu. Ia hanya berdoa dalam hati jika apa yang di lakukan sang istri benar-benar ingin berubah menerima adanya Amel. Tapi, apa yang ia lihat saat sang istri pulang tanpa Amel yang entah dimana.

__ADS_1


Om Agus menelusuri jalanan agar ia bisa menemukan keberadaan ponakannya. Ia berharap jika Amel tak jauh dari tempat sang istri katakan untuk makan bersama.


.


.


.


Di apartemen, Amel melayani guru barunya itu dengan baik dan penuh telaten. Ia pernah melihat Mamahnya mengurus Papah saat masih hidup.


"Segini, Om. Apa mau nambah?" tawar Amel setelah mengambil nasi untuk pak Arka.


Mereka pun makan dengan lahapnya, Amel begitu menikmati makanan yang ia makan saat ini. Di rumahnya ia hanya memakan makanan sisa yang di sisihkan oleh Tantenya itu. Yaang selalu begitu setiap ia di marahi tak jelas.


Arka melirik kearah gadis begitu lahapnya seperti tak makan beberapa hari saja membuat Arka menghentikan suapannya.


"Kamu lapar?" tanya Arka masih melihat ke arah gadis itu yang sedang di pandang oleh Arka.


Amel menghentikan suapannya. Ia begitu malu saat kepergok jika dirinya begitu lahapnya memakan makanan yang ada di atas meja makan. Amel mengangguk malu, ia yang sudah kepergok tak mungkin untuk mengatakan tidak.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Habiskan, jika masih lapar aku akan pesankan lagi untuk mu...

__ADS_1


__ADS_2