Terjebak Cinta Anak SMA

Terjebak Cinta Anak SMA
Bab 30


__ADS_3

Setelah mengatakan itu Arka menyudahi makan malamnya, ia masuk kedalam kamarnya sendiri untuk mencari sesuatu yang tertinggal di kamarnya. Setelah mendapatkan apa yang ia cari Arka keluar dari kamarnya lalu menghampiri Amel yang sudah selesai makan.


"Mau pesan lagi?" tawar Arka, ia melihat gadis begitu lahapnya hanya menawarkan jika gadis itu memang lagi lapar.


Amel menggelengkan kepalanya, ia tak mungkin untuk menerima apa yang ditawarkan oleh pak Arka. Di tampung di beri makan sehari dua kalinya saja Amel sudah bersyukur di tambah tak akan mendengar teriakkan Tante setiap detik memarahinya.


"Aku akan pergi jaga baik-baik ya," pesan Arka, ia akan tetap pulang kediaman rumah orang tuanya berada. Dan itu tak mungkin ia lakukan untuk tidur terpisah dari Mamah yang posesif terhadap saat ia pulang kuliah di luar negeri.


"Om, mau pergi? Kemana? Terus saya sendirian di sini?" tanya Amel begitu takut, ia berani karena tak ingin di tinggalkan sendirian di apartemen mewah seperti ini.


Arka menoleh, ia sudah menebaknya jika gadis yang ia bawa ke apartemennya pasti protes jika di tinggalkan seorang diri di apartemen miliknya.


"Apa kamu takut?" tantang Arka ingin memastikan jika gadis tak mungkin takut.


"Takut, enggak. Saya hanya kesepian saja." elak Amel, memang sebenarnya ia merasa takut sendirian di bangunan mewah ini. ini baru pertama kalinya menginjakkan kakinya di bangunan tinggi tersebut.


Arka tersenyum simpul, alasan gadis memang masuk akal tapi Arka tahu jika gadis itu pasti takut jika di tinggalkan di tempat ini sendirian.


"Saya akan kembali esok pagi, setelah kamu membersihkan tubuh mu. Kamu boleh langsung tidur saja. Tapi ada seseorang yang akan mengantarkan keperluan mu. Paham?" jelas Arka, ia mungkin untuk tinggal di apartemennya karena ada gadis bukan muhrimnya berada di unit apartemennya. Ia selalu di ajarkan oleh sang Mama untuk tak melakukan luar batas pergaulan bebas di luar sana dan menyakiti hati perempuan atau pun melakukan apa yang membuat orang tuanya kecewa.


Amel hanya mengangguk tanda paham apa yang di katakan oleh pria yang ada di hadapannya sekarang. Ia hanya bisa menuruti perintahnya yang sudah menolongnya dari kejahatan yang Tantenya lakukan.

__ADS_1


Arka pun pamit, malam semakin larut ia tak ingin mendengar jika surga dunia itu menghawatirkannya saat belum pulang ke rumah.


Di dalam ruangan televisi, Amel mengedarkan pandangannya meneliti sudut demi sudut dekorasi ruangan begitu elegan dan enak di pandang. Amel begitu nyaman berada di ruangan ini.


"Terimakasih Tuhan engkau telah mengirimkan seseorang untuk hamba mu ini yang butuh pertolongan." doa Amel begitu bersyukur. Ia bisa bertemu dengan guru barunya berada satu restoran yang sama.


Tapi di satu sisi Amel begitu merindukan Om nya itu yang entah apa kabarnya setelah ia berniat untuk pergi dari kehidupan Om nya satu-satunya yang ia punya sekarang. Ia hanya ingin menepi dari lelahnya apa yang ia rasakan saat ini.


"Maafkan Amel, Om. Pasti Om khawatir kan." tebak Amel, Om nya itu pasti sedang mencarinya setelah mengetahui jika dirinya tak bersama dengan Tante Ratna.


.


.


.


"Mah, Arka akan baik-baik saja. Percayalah." ucap Papah Rayyan menenangkan sang istri sedang uring-uringan menghawatirkan putranya sulungnya.


"Tapi, Pah. Arka belum ada kabarnya di tambah Mamah telpon tak di angkat." balas Mamah Nayla, ia sebagai ibu yang telah melahirkan si sulung begitu khawatir, takut terjadi sesuatu pada putra pertamanya yang belum pulang sampai sekarang.


Sudah cukup ia merindukan putranya yang telah melanjutkan studinya di luar negeri untuk meneruskan perusahaan yang akan diwariskan kepadanya. Sang suami ingin yang terbaik untuk kedua putranya tapi tidak dengan Arka yang tak suka di kekang terlalu keras.

__ADS_1


"Asalamualaikum." sapa Arka baru datang, ia menghampiri kedua orang tuanya dengan wajah yang tegang dan khawatir.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Nah ini dia, baru saja Papah di suruh Mamah mu untuk keluar mencari mu, KA..


__ADS_2