Terjebak Cinta Anak SMA

Terjebak Cinta Anak SMA
Bab 50


__ADS_3

"Kamu sedang apa di sini?" tanya Arka, ia lupa jika dirinya sudah menghalalkan seorang gadis yang ada di depannya sekarang.


Amel tak langsung menjawab,ia bingung untuk menjawab pertanyaan dari pria aneh ada di depannya sekarang. Ia hanya di suruh untuk beristirahat ke kamar suaminya sekarang.


"Malah diam, kamu ngapain ada di sini?" tanya lagi, dan betapa kagetnya Arka di hampiri oleh sang adik.


"Ada apa? Kenapa pada ribut sih, kalian kan baru menikah kan," sahut Arki akan ke kamar bersebelahan dengan kamar sang kakak.


"Menikah," gumam Arka begitu pelan takut ada yang mendengar.


Dan, sedetik kemudian Arka baru mengingatnya jika dirinya telah menikah dengan gadis yang ia suruh untuk menjadi istri bohongannya.


"Ya ampun, kakak lupa, Ki. Kirain cuma mimpi." alasan Arka baru mengingatnya. Ia tadi istirahat sebentar menenangkan pikirannya. Ia kira hanya mimpi ternyata itu semua nyata.


"Kaka tuh aneh banget sih," ketus Arki setelah itu meninggal pasangan halal itu untuk masuk ke dalam kamarnya.


Arka menarik tangan Amel untuk masuk kedalam kamarnya, ia akan memarahi gadis itu tak berkata jika dirinya telah menikah.


"Kenapa kamu gak bilang sih, kalau mereka curiga gimana, Mel?" bentak Arka, hari pertama menjadi seorang istri bukan di perlakukan seperti istri sungguhan tapi Amel di marahi habis-habisan oleh Arka karena kesalahannya tak mengingatnya.


"Kok Amel di marahi sih, Kak. Kak Arka saja pelupa." balas Amel tak terima jika dirinya harus di salahkan.


Arka mengusap wajahnya, ia meredamkan marahnya pada gadis itu sebagai sasaran karena ia lupa. Memang bukan kesalahannya tapi kecerobohannya itu membuat Arka ingin meluapkan kekesalannya.


"Kamu ada apa ke sini?" tanya Arka mengalihkan kesalahan tadi, ia ingin tahu dengan gadis yang ada di dalam kamarnya.


"Saya, kak!" tunjuk Amel pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Iya siapa, hah. Emang ada selain kamu " ketus Arka tak pernah baik pada istrinya beberapa jam lalu ia nikahi.


"Saya di suruh sama Mamah," jawab Amel dengan jujur.


"Katanya kalau pengen istirahat di kamar kakak saja, gitu katanya." lanjutnya lagi.


Arka menarik napasnya lalu membuangnya dengan perlahan, ia menyuruh Amel untuk membersihkan tubuhnya setelah itu istirahat. Ia tak mungkin membiarkan gadis itu untuk keluar dari dalam kamarnya karena gadis itu sudah menjadi istri sahnya. Walaupun istri bohongan.


"Kak." panggil Amel merasa tak enak hati.


"Apa!" jawab Arka begitu dingin.


"Bisa minta tolong gak?" pinta Amel merasa ragu untuk meminta tolong pada pria berstatuskan sebagai suaminya.


"Minta tolong apa?" tanya Arka melihat kearah gadis itu.


Arka menghampiri gadis itu berada di dalam kamar mandi, dengan rasa aneh Arka membantu gadis itu untuk membukakan gaun itu.


"Mana?" tanya Arka.


"Yang ini, Kak." tunjuk Amel kearah punggungnya di mana resleting ada di belakang.


Dengan pelan Arka menurunkan resleting itu, ada rasa gugup luar biasa karena ini pertama kalinya ia bersentuhan dengan seorang gadis secara intim. Rasa rasa aneh sedang menjalar dalam tubuhnya yang kini ia rasakan.


Kulit putih bersih yang kini Arka pandang, ia tak berkedip sedikitpun melihat punggung mulus gadis berstatuskan sebagai istrinya. Arka menelan selivnya berkali-kali karena juga pria normal jika di sungguhkan seperti ini.


"Kak." panggil Amel merasa takut dan horor saat suaminya ia perintahkan untuk membuka resleting bajunya.

__ADS_1


"Ah, iya. Kenapa?" kaget Arka setelah itu ia sedikit menjauh lalu menggelengkan kepalanya dari bayangan yang ia bayangkan.


"Sudah kan." tanya Amel malu dan gugup.


"Iya, sudah." setelah mengatakan hal itu Arka segera pergi dari kamar mandi. Ia tak ingin lebih lama lagi berada di dalam kamar mandi membuat ia tak bisa menahannya.


"Huuuffff." Amel membuang napasnya dengan perlahan, ia lega karena pria itu telah pergi setelah kejadian membuat ia grogi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Untung dia pergi kalau tidak mungkin aku bisa mati berdiri gara-gara dia..

__ADS_1


__ADS_2