Terjebak Cinta Anak SMA

Terjebak Cinta Anak SMA
Bab 55


__ADS_3

"Mau ke kamar mandi?" tawar Arka, ia yakin jika sang istri begitu kesulitan untuk turun dari ranjang akibat ulahnya menggagahi tubuh sang istri dengan cara paksa.


Tak ada jawaban atau pun anggukkan kepala, yang ada hanya isakan tangis begitu pilu karena ulah perbuatan suaminya.


"Maafkan aku, Mel. Aku hulap." ucap Arka sambil mengelus rambut sang istri sedang bergetar hebat. Ia tak bisa mengontrol emosi dan birahinya saat sang istri terus saja menekan kata demi kata soal hubungan ini.


"Pergi sana aku benci kamu." usir Amel dengan lirih, ia ingin menyerahkan mahkotanya pada suami yang benar-benar mencintainya dan itu sebaliknya.


Arka pun pergi, ia keluar dari kamarnya sendiri untuk membiarkan sang istri lebih tenang.


Didalam kamar, Amel menangis semakin kencang. Ia tak bisa menjaga dirinya hanya sebagai istri pajangan saja oleh suaminya itu. Ia tak bisa melawan tenaga suaminya begitu kuat saat menggagahi tubuhnya.


Memang halal, tapi diantaranya dan dia tak ada kesepakatan untuk menyentuh pisik seperti yang di lakukan oleh suaminya semalam. Rasa nyeri di ************ membuat Amel tak nyaman, ia ingin turun untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket habis pertempuran secara paksa.


"Aw,"


Rasa sakit tak pernah ia rasakan sebelumnya, berjalan bertatih-tatih untuk sampai ke kamar mandi begitu sulit Amel sampai.


"Brengsek. Sakit sekali, dasar Om mesum aku benci kamu." gurutu Amel memaki pria yang telah mengambil kesuciannya secara paksa walaupun halal bagi suaminya karena itu haknya tapi Amel tak menginginkan seperti ini ia ingin menyerahkan atas dasar suka sama suka.


.


.


.


.


Di ruang tamu, Arka menghampiri keluarga yang sedang berkumpul selesai sarapan. Banyak Papah Rayyan diskusikan dengan putra keduanya soal restonya yang lagi di pegang olehnya.


"Papah belum berangkat?" tanya Arka basa-basi.


"Pengantin baru bangun siang Mulu ya," goda Arki melihat rambut sang kakak selalu basah di pagi hari.


"Hus, diam. Jangan godain kakak mu terus." ucap Mamah Nayla menepuk paha Arki agar tak menggoda si sulung.


Arka tak menghiraukan godaan sang adik, ia duduk di kursi sebelah sang Mamah. Keluarga tak tahu apa yang terjadi semalam dengan sang istri yang ia lakukan.


"Ka, Amel mana?" tanya Mamah Nayla melihat sang putra turun seorang diri.

__ADS_1


"Masih di kamar, Mah. Lagi tak enak badan." jawab Arka memberi alasan itu.


"Istri mu sakit kok di biarkan bukannya ajak ke rumah sakit untuk periksa, Ka. Mamah lihat dari kemarin mukanya sedikit pucat." omel Mamah Nayla tak habis pikir dengan kelakuan putranya membiarkan istrinya sedang sakit.


Arka tak langsung menjawab, ia bingung jika keluarganya tahu sakit yang lagi di cerita oleh sang istri bukan sakit biasa melainkan sakit yang ia buat sendiri.


"Malah diam, ayo sana lihat istri mu lagi." titah Mamah Nayla yang geram dengan sikap putranya.


"Ya, Mah. iya, Arka lihat lagi." jawab Arka dengan pasrah, ia sebenarnya tak ingin melihat sang istri dengan keadaan kacau olehnya karena ulahnya.


Dengan langkah gontai, Arka mau tak mau pun harus melihat keadaan istrinya yang tak baik-baik saja. Ia takut jika sang istri masih marah dan kecewa dengan tindakan apa yang ia lakukan semalam.


**Ceklek**.


Pintu di buka, mengedarkan pandangan mencari sosok istrinya tak ada di kamar. Segera Arka berlari kearah kamar mandi untuk melihat apakah Amel berada di sana.


"Mel, Mel," panggil Arka begitu khawatir ia sampai menerobos masuk kedalam kamar mandi tak di kunci oleh Amel.


Dan, betapa kagetnya Arka melihat keadaan sang istri tergeletak di dalam kamar mandi dengan air shower masih menyala membasahi tubuh polosnya.


"Amel," teriak Arka, segera ia membungkus tubuh polos sang istri dengan handuk lalu mengangkatnya untuk ia bawa ke ranjang.


Penyesalan Arka melihat keadaan sang istri begitu lemah dengan banyak tanda yang ia buat semalam tanpa ampun tanpa menghiraukan rengekan istrinya. Ia gelap mata di tambah sudah terbakar birahi melihat tubuh polos Amel terpampang nyata di depannya.


Segera Arka memakaikan pakaian biasa untuk menutupi tubuh polosnya begitu dingin. Ia menyesali perbuatannya semalam pada sang istri.


"Jangan bikin aku khawatir, Mel. Ayo bangun." Arka menggosok tangan istrinya agar terasa hangat, ia pun turun untuk memberitahukan tentang keadaan sang istri pada kedua orang tuanya.


.


.


.


"Amel, kamu kenapa?" tanya Mamah Nayla begitu cemas dan khawatir saat di beritahu tentang keadaan mantunya tak sadarkan diri. Mamah Nayla datang tak sendirian ia datang bersama dengan seorang dokter yang di panggil oleh Arka untuk memeriksa keadaan Amel.


Dokter pribadi itu pun langsung memeriksa pasien dari mantu di keluarga ini dengan teliti. Setelah selesai, dokter itu pun menulis beberapa obat untuk pasien.


"Gimana, Dok? Apa tak terjadi sesuatu?" tanya Mamah Nayla.

__ADS_1


"Pasien hanya kecapean dan terlalu stres saja. Dia hanya butuh istirahat total." ucap seorang dokter yang tahu apa yang di alami oleh pasiennya. Ia tak mungkin memberitahukan pada nyonya besar di rumah ini.


Sepeninggalnya dokter itu pulang di antar oleh Mamah Nayla, Arka pun mendekat lalu duduk di samping sang istri masih terpejam tak sadarkan diri.


"Aaarghhhh.." ucap Amel begitu pelan, ia mulai membuka kedua matanya dengan perlahan.


"Syukur lah kamu sudah bangun. Aku begitu khawatir." ucap Arka begitu senang, ia pun mencium kening Amel begitu lama dan lembut.


Tak ada kata atau pun ucapan yang terlontar dari mulut Amel, ia masih kecewa dengan apa yang di lakukan semalam karena paksaan.


"Maafkan aku ya," ucap Arka lagi sambil menggenggam tangan Amel masih begitu dingin.


"Aku mau sendiri, Kak. Tolong tinggalkan aku." pinta Amel, ia ingin menenangkan hatinya karena kecewa dengan sikap Arka.


"Aku gak mau, aku akan temenin kamu di sini, Mel. Kamu tak sedang baik-baik saja." kekeh Arka tak ingin beranjak sedikit pun untuk meninggalkan sang istri.


"Kakak jahat, aku benci sama kakak." Isak Amel sambil sesenggukan. Membayangkan saja ia tak sanggup perlakukan semalam.


"Aku khilaf, Mel. Maafkan aku."


Di ambang pintu seorang wanita paruh baya memperhatikan sang anak dan mantunya sedang menyelesaikan masalah, entah apa yang di sembunyikan oleh kedua pasangan suami istri itu membuat mamah Nayla menghampiri keduanya lebih dekat lagi agar ia bisa jelas apa yang di bahas oleh anak dan mantunya.


"Pernikahan kita hanya bohongan saja, Kak. Kenapa kak Arka lakuin ini semua sama aku, kakak sudah berjanji untuk tak menyentuh ku selama kakak mencari solusi untuk ke depannya. Tapi apa, kakak lakuin ini pada ku."


**Deg**.


Apa yang ia dengar dari perkataan mantunya jika pernikahan ini hanya bohongan saja, ia di bohongi oleh putranya entah untuk apa?


.


.


.


.


.


Apa yang kalian sembunyikan???

__ADS_1


__ADS_2