Terjebak Cinta Anak SMA

Terjebak Cinta Anak SMA
Bab 21


__ADS_3

"Amel akan pulang bareng saya." sahut pria dari arah belakang.


Keduanya menoleh secara berbarengan melihat gurunya itu menghampiri mereka yang akan pulang.


"Aku mau, Rio." ucap Amel berubah pikiran. Yang tadinya ia menolak ajakan dari Rio setelah datangnya guru barunya itu tiba-tiba Amel berubah pikiran menerima tawaran Rio untuk pulang bareng.


Arka terdiam, entah ada dorongan dari mana ia mengajak gadis itu untuk pulang bareng. Siangnya ia akan pergi ke kantor sang Papah yang sudah di tunggu sejak kemarin.


"Yuk." ucap Rio antusias mendengar jawaban dari Amel yang tadinya menolaknya.


Rio tak akan menghilangkan kesempatan ini, Amel jarang sekali untuk diajak pulang bareng bersama terutama jika di ajak jalan.


Setelah kepergian dua muridnya, Arka mematung sedang memandang tubuh keduanya yang semakin menjauh dari pandangannya. Arka pun melanjutkan langkahnya menuju mobilnya berada di parkiran.


Mengemudikan dengan cepatnya, Arka sampai di kantor tak lebih dari tiga puluh menit ia sampai di kantor. Ia turun dari mobilnya sambil merogoh ponselnya yang ada di saku celananya.


"Temui aku di ruangan." titah Arka pada asistennya berada di ruangannya.


Kali ini ia akan membahas kerja samanya dengan perusahaan yang di pimpin oleh Revan rekan kerjanya sekaligus pria yang telah mengambil kekasihnya itu.


"Selamat siang, Tuan." sapa asisten pribadinya itu.


"Apa Papah ku ada?" tanya Arka, ia takut jika Papahnya berada di kantor ini.

__ADS_1


"Sudah pulang, Tuan." jawab asisten itu dengan jujur.


Tuan Rayyan memang mampir ke kantor untuk mengecek beberapa berkas pekerjaannya yang sedang putranya kerjakan. Ia tak mungkin meninggalkan dan memberikan sepenuhnya tanggung jawab pada Arka yang masih bimbang untuk meneruskan perusahaan ini.


Bukan bimbang, tapi Arka masih kecewa dengan hati dan perasaan yang telah kacau berantakan oleh seseorang yang ia cintai. Memang salahnya juga tapi Arka kecewa karena Aluna tak jujur padanya.


Sampai di ruangannya, Arka mengecek beberapa berkas dan tumpukan berkas yang ada di mejanya. Tak masuk satu hari pun membuat tumpukan berkas itu menggunung membuat Arka menarik napasnya dengan kasar.


Tak berselang lama pintu itu terbuka oleh adik kembaran yang tak lain adalah Arki dengan stelan kemeja warna birunya.


Arki baru saja dari restoran yang ia kelola sendiri meneruskan bisnis Papahnya.


"Kaka dari mana? Kok akhir akhir ini jarang masuk." tanya adik kembarannya yang peduli pada kakaknya.


Arki tahu yang ada di pikiran sang kakak, ia kesal pada kedua orang tuanya perihal saat di pisahkan oleh pujaan hatinya. Arki tahu hubungan dengan gadis Tomboy yang cantik itu tapi Arki tak bisa membantu apapun kecuali hanya bisa menjadi pendengar yang baik untuk sang kakak.


Pernah melayang protes tapi lagi lagi usaha untuk meyakinkan kedua orang tuanya gagal begitu saja. Dan sekarang sang kakak kesal pada semuanya.


"Kita dapat undangan dari keluarga Bagaskara, Kak. Dia lagi syukuran cucu mereka." ucap Arki menyampaikan undangan dari keluarga mantan kekasihnya itu.


Deg..


Apakah Aluna sudah bahagia? Sedangkan dirinya masih memikirkan tentang perasaannya yang belum pergi dari hatinya. Sebesar apa cinta yang dirasakan oleh Arka hingga sekarang belum bisa melupakan sosok mantan pacarnya yang sudah bahagia dengan keluarga kecilnya di tambah sekarang sudah ada malaikat kecil melengkapi hidup mereka.

__ADS_1


"Apa Kaka mau datang?" tanya Arki pada kembaran yang masih fokus tapi pikiran melanglang entah kemana.


"Kak," ucap Arki lagi takut jika kakaknya marah membahas masa lalunya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Kalian saja yang datang, aku tidak mau...


__ADS_2