Terjebak Cinta Anak SMA

Terjebak Cinta Anak SMA
Bab 59


__ADS_3

Satu bulan sudah Arka belum juga menemukan istri kecilnya itu, ia frustasi dan uring-uringan tak jelas. Semua pekerjaannya terbengkalai di kerjakan oleh asisten pribadinya dengan Papahnya.


"Arka," panggil Mamah Nayla mencegah putranya itu mau pergi.


" Mau kemana?" cegah Mamah Nayla menghampiri putranya.


"Cari Amel, Mah. Arka yakin jika Amel masih di kota ini." jawab Arka begitu yakin, ia tak perduli lagi dengan pekerjaan sedang menunggunya.


Mamah Nayla sudah tahu di mana mantunya itu berada tapi ia masih menyembunyikan dari putra sulungnya karena ia ingin melihat usaha putranya itu sampai mana. Ada rasa kasihan tapi ini untuk kebaikan kedua pasangan yang sedang terpisah.


"Jika Amel tak mau lagi dengan mu gimana, Ka? Apa yang kamu lakukan?" tanya Mamah Nayla.


"Amel selamanya menjadi milik ku, Mah. Arka mencintainya." pengakuan Arka tak main-main lagi, ia sudah merenungkan hatinya begitu sepi tanpa adanya sang istri di sisinya. Di tambah rasa penyesalannya karena telah memaksanya untuk melayani dengan cara paksa.


"Carilah, jika kamu benar-benar mencintainya. Mamah hanya berpesan jaga baik-baik jika kamu sudah mencintainya." pesan Mamah Nayla, ia tak ingin lagi di bohongi oleh anak dan mantunya jika hubungan pernikahan itu tak boleh di permainkan.


"Iya, Mah. Doakan saja, Arka akan kembali dengan mantu mamah." setelah pamit lalu mencium punggung tangan wanita hebatnya itu, Arka pun melajukan mobilnya ia ingin mencari ke berbagai tempat di mana sang istri berada. Pernah beberapa kali mendatangi rumah peninggalan orang tuanya sang istri tapi nihil tak ada sosok yang ia cari di rumah itu.


.


.


.


Di tempat kost'an, Amel merebahkan tubuhnya terasa lelah ini ia tak melakukan apapun kecuali hanya rebahan saja.


"Kenapa badan ku lemes sekali ya, perasaan tak melakukan apa-apa." tebak Amel, rasa pusing kepalanya membuat Amel enggan turun dari kasur tempat tidurnya.


Ketukan pintu membuat Amel enggan bangun, dengan terpaksa ia pun bangun untuk melihat siapa yang datang.


**Cek lek**.


"Arki, ada apa?" tanya Amel setelah ia membuka pintu tersebut ada adik iparnya sedang membawa makanan dan keperluan kakak iparnya suruhan sang Mamah.


"Ini, Kak. Arki hanya mengantarkan itu saja." ucap Arki menyimpan barang-barang keperluan kakak iparnya, setelah itu ia pamit untuk pergi ke restonya.


"Terimakasih ya,"

__ADS_1


Setelah kepergian adik iparnya, Amel pun membawa barang-barang keperluannya. Ia tak di perbolehkan untuk berkerja karena kebutuhan sehari-harinya mertuanya lah yang mencukupi.


"Gimana kabar kak Arka ya, apa dia mencari ku." tanya Amel, ia juga merindukan sosok suami bohongan juga karena terpisah dengannya selama satu bulan.


Saat ingin menutup pintu kost'an nya ada seseorang sedang berdiri di ambang pintu sambil menatap dirinya.


"Gimana kabar mu? Kenapa sembunyi dari ku." sahut Arka diam-diam mengikuti adik kembarannya, ia mulai curiga lalu mengikuti adiknya dari belakang.


"Kak Arka, dari mana kakak tahu aku di sini." tanya Amel begitu kaget, ia pun mengedarkan pandangannya takut adik iparnya lah yang memberitahukan keberadaannya.


"Kamu cari siapa? Arki, dia sudah pergi." tebak Arka setelah itu ia masuk ke dalam kost'an milik istrinya tinggal.


"Jadi di sini kamu sembunyi, selama satu bulan aku mencari mu tak ada jejak sedikit pun yang kamu tinggalkan. Sampai aku tak curiga jika adik ku lah yang sembunyikan kamu dari ku."


"Kak," panggil Amel sambil mengigit bawah bibirnya.


"Apa Mamah ku juga tahu?"tanya Arka.


Amel terdiam, ia takut jika suaminya itu marah padanya.


Arka mengusap wajahnya dengan kasar, ia di permainkan oleh keluarganya hanya mencari keberadaan sang istri. Pagi, siang dan malam tak hentinya ia mencari keberadaan sang istri tapi keluarganya malah mempermainkan di saat ia khawatir dengan penyesalannya.


"Apa kamu membenci ku, Mel. Sampai pergi begitu saja tanpa pamit padaku." tanya Arka menatap lekat wajah sang istri.


"Waktu itu aku kecewa, Kak. Kamu tak ada penjelasan tentang hubungan ini, sedang kan aku merasa hubungan ini tak mungkin di pertahankan lagi setelah semua orang di rumah itu tahu apa yang kita lakukan ini." jelas Amel.


"Tapi tidak dengan ku, Mel. Apa kamu tak bertanya dulu terlebih dulu sebelum kamu pergi. Apa maunya ku, Hem "


"Lihat aku, Mel. Apa tak sedikit kamu menyukai ku." tanya Arka mulai serius.


"Menyukai bagaimana maksud, kakak?" tanya Amel tak paham.


"Apa kamu tak mencintai ku." tanya Arka ingin tahu isi hati istrinya.


Amel terdiam, ia sebenarnya sejak menjadi istri bohongannya sudah mulai tertarik dengan suaminya tak ia malu untuk mengakui takut jika suaminya tak mencintainya.


Arka menangkup wajah Amel sedikit bulat, sang istri sedikit berbeda ketika ia pergi meninggalkan rumah orang tuanya.

__ADS_1


"Jawab, Mel. Apa kamu mencintai ku?" tanya Arka lagi.


"Iya, aku mencintaimu, kak. Aku wanita bodoh ini mencintaimu." ucap Amel dengan tegas dan betapa kagetnya tubuhnya di tarik untuk masuk kedalam dekapan tubuh yang selama ini ia rindukan.


"Aku juga mencintaimu, Mel. Aku baru menyadarinya saat kamu pergi begitu saja. Aku terpuruk tak ada kamu di sisi ku." ucap Arka mengakui perasaannya saat ini, ia tak ingin kehilangan untuk kedua kalinya.


Amel menguraikan pelukannya, ia mendengar pengakuan suaminya jika pria yang ada di hadapannya sekarang ini juga mencintainya.


"Apa yang tadi kakak katakan?" tanya Amel ingin mendengar satu kali lagi.


"Aku mencintaimu, Mel. Mau kah kamu hidup bersama ku lagi, menghabiskan waktu bersama-sama." pinta Arka sungguh-sungguh, ia ingin hidup seperti suami pada umumnya menjalankan rumah tangga seperti orang tuanya.


"Kakak gak bohong kan, aku tak ingin menjadi istri bohongan lagi." tanya Amel ingin memastikan jika ajakan suaminya itu benar-benar.


"Iya, Mel. Kakak gak bohong, kakak mencintai mu."


Amel pun menghamburkan tubuhnya kedalam tubuh pria yang selama ini ia benci tapi ia merindukan. Selama satu bulan ini hidup terpisah dengan orang yang ia cintai tak semudah yang ia rasakan saat ini. Lebih baik ia terpisah tempat tidur adak bisa melihat orang yang ia cintai dari pada harus terpisah menahan rindu semakin menumpuk.


"Ehemm."


Kedua pasangan halal sudah bertemu itu menoleh berbarengan kearah pintu sudah ada kedua orang tuanya sedang memandang anak mantunya lagi berpelukan untuk mengurangi kerinduan.


"Mamah jahat, kenapa tak memberitahukan Arka, Mah. Jika Amel ada di sini." omel Arka merasa kecewa telah di bohongi oleh keluarganya.


.


.


.


.


.


.


Gimana rasanya di bohongi, Ka. Mamah juga seperti itu, kecewa apa yang kalian di lakukan itu.j Tapi mamah hanya berharap rumah tangga kalian itu benar-benar rumah tangga sakinah, mawadah, warahmah. Bukan di permainkan seperti dulu. Paham...

__ADS_1


__ADS_2