Terjebak Cinta Anak SMA

Terjebak Cinta Anak SMA
Bab 06


__ADS_3

Ucap Arka dengan tegas, ia fokus pada makanannya yang sudah di antarkan oleh pelayan tersebut sambil sesekali melirik kearah gadis yang berseragam putih abu-abu itu.


"Om beneran? Gak bohong kan? Aku takut setelah selesai aku disuruh cuci piring." tanya Amel yang takut terjadi di sinetron yang pernah ia tonton di rumah Tantenya.


"Emang aku ada tampang bohong? Ada tampang bercanda?" tanya Arka melihat gadis yang tak percaya dengan apa yang ia tawarkan.


Amel pun tersenyum dengan manisnya. Ia pun melihat menu yang ada di restoran ini untuk melihat lihat apa saja yang ia suka untuk mengisi perutnya yang sedang keroncongan.


"Pelayan..," panggil Amel ingin memesan makanan yang sudah ia inginkan.


"Mau pesan apa, nona." tanya pelayan itu.


"Saya pesan ini, ini, dan ini. Ya mbak." ucap Amel yang antusias setelah ia pesan dengan wajah berseri-seri.


Arka melongo mendengar dan melihat apa yang di inginkan gadis itu, bukannya ia tak sanggup untuk membayar tapi melihat pesanan yang gadis itu inginkan membuat Arka geleng-geleng dan tak percaya dengan semua yang gadis itu pesan.


"Kenapa, Om? Gak boleh ya." tanya gadis berwajah sedih, ia takut jika pesanannya di batalkan karena terlalu banyak.


"Bukan itu, tapi apa kamu sanggup menghabiskannya? Itu kan banyak sekali." tanya Arka yang penasaran dengan apa yang gadis itu pesan.


Amel terdiam, pesanan yang ia pesan bukan sepenuhnya untuknya tapi untuk Tante dan Om nya juga tak pernah merasakan makanan di restoran seperti ini. Amel baru pertama kalinya menginjakkan kaki di tempat seperti ini untuk memakan makanan yang ia pilih hanya bisa lihat lewat televisi di rumah Tantenya saja.


Arka pun menarik nafasnya, bukan perkara tak sanggup untuk membayarnya tapi aneh yang di lakukan gadis itu membuat Arka terkekeh dan mengiyakan apa maunya gadis itu. Walaupun Arka bertanya-tanya makanan sebanyak itu apa akan habis olehnya pikirnya.

__ADS_1


Tak berselang lama pelayan itu menaruhkan makanan yang di pesan oleh gadis itu sebanyak mungkin membuat Arka tak percaya.


Setelah pelayan itu pergi Arka pun melihat dan bertanya langsung.


"Sebanyak ini apa kamu habis?" tanya Arka ingin memastikan langsung apa yang ia lihat di atas meja makan ini.


Amel pun menggelengkan kepalanya. Ia tak mungkin menghabiskan makanan sebanyak ini, ia memesan makanan sebanyak ini karena ingat dan khawatir dengan Tante dan Om nya yang sudah mau menampungnya walaupun Tante nya tak suka padanya.


"Boleh di bungkus," ucap Amel membuat Arka batuk dengan omongan gadis yang membuat ia kesal seharian ini.


"Apa?" tanya Arka ingin mendengar sekali tentang apa yang ia dengar barusan.


"Boleh bungkus?" ucap Amel dengan pelan, ia yang kurang ajar karena memintanya yang terlalu berlebihan.


Arka pun melihat kearah gadis itu yang sedang tertunduk ada rasa kasihan melihat raut wajah gadis dan ada rasa penasaran dan tak percaya dengan gadis yang baru ia kenal.


Amel pun senang luar biasa, ia tak pernah memakan makanan seperti ini hanya bisa memandang dan melihat di televisi saja dan hari ini ia bisa menikmati dan merasakan yang ia bayangkan saat melihatnya saja.


Amel pun mencicipi satu persatu makanan yang ia pesan dan merasakan rasa enaknya yang belum ia rasakan.


Arka yang tadinya merasa lapar seketika hilang begitu saja saat melihat tingkah makan gadis yang ia bawa seperti kelaparan.


"Santai saja jangan buru-buru tak ada yang akan mengambil makanan mu." ucap Arka yang terkekeh dengan gadis yang ia bawa seperti baru pertama kalinya memakan makanan seperti ini.

__ADS_1


Amel yang di tegur seperti itu menjadi malu, ia tak ada anggun anggunnya saat menikmati makanan yang sedang terhidang di atas meja makan.


"Maaf, Om. Lupa, makanannya enak-enak." jawab Amel merasa malu.


Arka pun menggelengkan kepalanya dan tersenyum menatap tingkah gadis yang baru ia temui. Ada rasa kasihan melihatnya dan ada rasa tak percaya dengan pertemuannya dengan gadis yang ada di hadapannya sekarang.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Beneran kan, Om. Yang bayar semua ini? Jangan bohong ya Om. Bohong itu dosa ....


__ADS_2