Terjebak Cinta Anak SMA

Terjebak Cinta Anak SMA
Bab 37


__ADS_3

"Astaghfirullah, ada setaaannnn." teriak Amel begitu terkejut sampai ia melompat ke tubuh pria itu saking takut ia yang sendirian di apartemen ini.


Amel memeluk tubuh pria itu dengan erat, ia benamkan mukanya di dada pria itu tanpa melihat siapa pria yang ia meluk saat ini.


Rasa takut yang di rasakan oleh Amel saat ini tak menghiraukan siapapun termasuk pria yang telah mengangetkan dirinya saat bergoyang begitu senangnya.


"Ada hantu." gumam Amel masih dalam pelukan pria yang terasa nyaman.


"Kamu kenapa? Mana hantunya?" tanya Arka yang heran dengan tingkah gadis ini, ia yang bertanya malah teriak hantu.


Amel mendongakkan kepalanya melihat wajah pria yang ia peluk saat ini. Ada rasa malu dan takut pria yang ia peluk adalah pak Arka baru datang entah kapan pria yang ia peluk datang.


"Om kapan pulang? Lewat mana?" tanya Amel dengan bodohnya ia bertanya seperti itu.


Pletak...


Arka menjitak jidat gadis yang sedang di gendong dalam pelukannya. Entah Arka yang terkejut atau Amel tak mau turun dari tubuhnya yang baru datang. Ia hanya bertanya malah gadis kaget dengan lalu meloncat dalam tubuhnya.


"Kamu gak mau turun?" tanya Arka ingin sekali terkekeh dengan tingkah gadis itu tak mau turun dari tubuhnya.


Astaghfirullah..


Amel segera turun dari tubuh pak Arka yang membuat ia nyaman. Amel merasa terkejut di tambah rasa malu telah beraninya memeluk pria itu tanpa seizinnya.


"Maafkan saya, Om. Saya takut, saya kira ada setan." alasan Amel, ingin sekali ia bersembunyi di dasar laut untuk menutupi malunya karena telah berani memeluknya.

__ADS_1


"Mana ada di siang bolong ada setan, justru yang setan itu kamu. Ngapain joget-joget seperti tadi bukannya belajar bentar lagi mau ujian kan?" ucap Arka tak habis pikir dengan tingkah gadis yang ia tolong kemarin.


Amel pun tertawa, ia merasa malu karena kepergok sedang bergoyang oleh pemilik apartemen ini. Dengan rasa malunya Amel pun menawarkan makan siang untuk pak Arka.


"Ya udah siapin." perintah Arka, ia malas untuk berdebat dengan seseorang karena kesal dengan temannya di kantornya.


Amel Bergegas menuju ruang dapur tak jauh dari ruang tamu. Ia menyiapkan menu makanan yang ia bikin tadi.


"Om, makanan sudah siap." ucap Amel menghampiri pak Arka sedang memijit keningnya.


"Hem." ucap Arka setelah itu ia bangun dari sofa lalu mengikuti Amel ke ruangan dapur.


"Kalau mau cemilan ada di lemari es ya, Om. Saya permisi mau masuk ke dalam kamar." pamit Amel tak ingin mengganggu pak Arka untuk makan masakan pertamanya di apartemen ini.


"Besok ujian, kamu tahukan?" ucap Arka mencegah Amel yang akan bergegas masuk kedalam kamar.


Amel menoleh lalu mengiyakan perkataan dari pak Arka, ia sudah tahu karena di beritahukan oleh temannya lewat pesan.


"Belajar yang benar jika kamu mau lulus dengan nilai yang baik." titah Arka pada gadis bernama Amel.


"Iya, Om. Saya permisi dulu." pamit Amel untuk melanjutkan tujuan menuju kamarnya.


Setelah kepergian gadis itu Arka mulai mencicipi satu persatu menu olahan makanan yang di bikin oleh gadis itu. Dari penampilan menggugah seleranya tapi entah rasanya bikin penasaran dengan hasil gadis itu.


Suapan pertama masuk ke dalam mulutnya, ia kunyah perlahan untuk menilai makanan yang di bikin oleh gadis itu yang tak lain adalah Amel.

__ADS_1


"Enak juga masakan gadis itu, pas di lidah ku. Dia benar-benar bisa masak, tak ku angka di usianya masih muda dia bisa masak seperti ini." puji Arka mengakui jika makanan buatannya itu memang enak dan pas di lidahnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Lumayan juga, belajar masak dari mana dia.. Bisa gendut ini mah kalau di masakan begini terus...

__ADS_1


__ADS_2