Terjebak Cinta Anak SMA

Terjebak Cinta Anak SMA
Bab 09


__ADS_3

Sampai di sekolah, Amel bebas dari pekerjaan rumah yang akan membuat ia telat lagi jika ia kerjakan saat itu juga. Untung ada Om Agus langsung datang agar ia terhindar dari suruhan Tante Ratna tak kenal waktu tempat. Bukan ia tak mau tapi waktunya tak memungkinkan karena melihat jam sudah menunjukkan pukul 07:00 jadi tak sempat ia mengerjakan tugas yang di berikan oleh Tante nya.


Sampai di kelas sudah ramai oleh teman-teman yang sudah datang lebih awal darinya. Ia masuk ke dalam lalu mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan temannya.


"Amel woiii..," teriak Ayu sambil melambaikan tangannya.


Amel tersenyum dan menghampiri teman dekatnya yaitu Ayu selalu ada untuknya.


"Kenapa kemarin gak masuk?" tanya Ayu penasaran dengan temannya tak masuk kemarin.


"Aku telat, Yu. Jadi gak boleh masuk sama scurity." jelas Amel menghempaskan bokongnya di kursi sebelah temannya.


"Anjirrrr.. Bener bener ya tu satpam depan gak bolehin Lo masuk. Kalau gue tahu udah gue jitak tuh palanya yang botak itu." umpat Ayu yang kesal karena tahu jika Amel tak di bolehin masuk kedalam sekolah karena telat beberapa menit saja.


"Lo dengar gak ada guru baru gantikan Bu Mega yang cuti beberapa bulan ini. Katanya gurunya masih ganteng woy." ucap Sasa teman satunya lagi baru menghampiri dan memberikan kabar gembira ini.


"Gue juga dengar sih, dari kelas sebelah tapi belum lihat langsung. Dengar-dengar katanya sih bilang gitu, makin semangat dong kita belajarnya." ucap Ayu yang antusias mendengar cerita dari Sasa.


"Semoga saja gak pelit dan tak marah-marah seperti Bu Mega." balas Sasa lagi.


Tap... Tap... Tap...


Tiba-tiba seorang masuk kedalam kelas bersama kepala sekolah dan kelas tadinya bising seketika hening saat melihat pria dengan tubuh tinggi, putih dan berwajah ganteng berjalan bersama kepala sekolah.


"Selamat pagi." sapa kepala sekolah pada murid berada di dalam kelas.


"Pagi," jawab semua siswa dan siswi di kelas ini tak kecuali dengan Amel yang sibuk entah sedang apa.


"Gila beneran ganteng, Sa." bisik Ayu pada Sasa yang mengangguk masih menatap pria di sebelah kepala sekolah.

__ADS_1


"Iya, benar, Yu. Kalau gurunya kaya gini gue jamin bakal semangat gue sekolahnya." balas Sasa dengan suara pelan.


"Mel, lihat deh gurunya." ucap Sasa menyenggol lengan Amel yang sedang fokus pada buku yang ia baca.


"Apaan sih ganggu saja." sahut Amel dengan suara sedikit teriak, ia tak tahu jika di kelasnya sudah ada guru dan kepala sekolah.


Ehemm...


"Amel kamu kenapa?" ucap pak kepala sekolah mendengar teriakkan Amel.


Amel pun melihat ke depan dan betapa kagetnya di kelasnya sudah ada kepala sekolah dan yang paling kagetnya ada seorang pria berstelan jas begitu pas di badannya.


"Om itu." gumam Amel sambil menatap kearah pria yang juga sedang menatapnya.


"Perkenalkan ini guru kalian menggantikan Bu Mega untuk beberapa bulan mendatang. Silahkan pak Arka memperkenalkan pada murid-murid." titah kepala sekolah pada pria di sebelahnya.


"Terimakasih, Pak. Perkenalkan nama saya Arka putra Mahesa Wijaya. Panggil saja Pak Arka. Saya di sini untuk mengganti Bu Mega dan menjadi wali kelas kalian. Sampai di sini ada yang ingin di tanyakan." ucap Arka sambil melirik kearah gadis kemarin bersamanya.


"Status Pak?"


"Punya gebetan gak, Pak?"


"Nomor handphon, pak. Boleh minta gak?"


Banyak pertanyaan yang di berikan siswi di kelas ini tak kecuali Amel hanya tertunduk karena takut dengan tatapan pria itu. Ia masih ada urusan dengannya dan syaratnya harus menuruti kemauannya.


"Usia saya 27 tahun, status dan nomor handphon privasi." jawab Arka dengan dinginnya.


"Sudah-sudah, jangan tanyakan tentang privasi pak Arka. Saya permisi dulu, pak. Selamat mengajar semoga betah ya, Pak Arka. Saya permisi dulu." pamit kepala sekolah.

__ADS_1


"Baik, pak. Terimakasih sudah mengantarkan saya."


Setelah kepergian kepala sekolah, Arka mengedarkan pandangannya untuk mencari seseorang yang sedari kemarin membuat ia tak tidur. Ia pun tersenyum ketika ia sudah menemukan apa yang ia cari.


"Njirrrr..., Mel ternyata masih muda ya. Boleh tuh jadi cogan." bisik Sasa di telinga Amel yang masih tertunduk.


"Mel, Lo dengar gak sih." omel Sasa yang kesal dengan sikap temannya.


"Apaan sih, ganggu aja." ketus Amel tak menyadari tatapan di depan sedang menatapnya.


Sasa pun begitu gemes dengan sikap temannya satu ini, ia pun mendekat lalu..


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Sssssttt, sakit Sasa. Apa apaan sih, Sa. Ngapain cubit pipi gue...


__ADS_2