Terjebak Cinta HOT DUDA

Terjebak Cinta HOT DUDA
Jangan Buang Waktu mu


__ADS_3

Hari ini jadwal Kemal ada tugas ke luar kota menghadiri rapat di sana, sudah di pastikan tugas tugas yang harusnya di lakukan Kemal akan di geser menjadi tugas Mira, semenjak kejadian terakhir di mall bersama Mira, Erik sudah tak pernah lagi makan siang di kafe itu, dia lebih memilih makan siang sendirian di ruangan nya dengan memesan makanan dari luar, atau kadang di temani Mira bila wanita itu sedang malas ke kantin kantor.


Seperti siang itu,


"Bos, gak pengen traktir aku makan gitu !" goda Mira.


"Boleh, setelah kau membantuku membeli sesuatu !" ucap Erik.


"Apa ?" Mira mengernyitkan keningnya.


"Ayo !" ajak Erik beranjak dari tempat duduknya keluar dari ruangan dan di buntuti Mira dari belakang.


"Kenapa ke sini bos ?" tanya Mira saat mobil Erik berhenti di sebuah toko bunga.


"Pesankan bunga untuk di kirim ke Citra, sebagai ucapan selamat karena dia sudah melahirkan !" ucapnya sedikit malas.


Mulut Mira pun membentuk huruf O tanpa bersuara, Mira memilihkan bunga berwarna putih dengan hiasan pita biru, karena menurut Erik bayi yang di lahirkan Citra berjenis kelamin laki laki.


Setelah membayar dan memberi alamat rumah sakit bersalin tempat Citra melahirkan untuk pengiriman bunga oleh kurir yang di sediakan toko, mereka lalu melanjutkan perjalanan nya.


"Bos, katanya mau mentraktirku makan, kalau aku sudah membantu membeli bunga ? Kenapa ini malah ke arah apartemen ?" protes Mira.


"Ada berkas penting yang tertinggal di apartemen ku, kita harus mengambilnya terlebih dahulu," kata Erik serius.


Lagi lagi Mira membuntuti Erik ikut ke dalam apartemen nya, tak di sangka bos nya juga tinggal di apartemen tipe studio sama seperti dirinya, apartemen tidak begitu luas, hanya ada satu kamar tidur, hanya saja apartemen milik Erik full furnished dengan barang barang mewah dan khas laki laaki yang serba simpel dan berwarna gelap.


lima belas menit Mira menunggu Erik yang sedang mengambil berkas di kamarnya, namun tak kunjung keluar,


'Mungkin bosnya itu masih mencari cari berkasnya dan belum ketemu,' pikir Mira saat itu.


Namun setengah jam berlalu Erik masih belum ada tanda tanda keluar dari kamarnya, Mira yang penasaran akhirnya memberanikan diri melihat Erik di kamarnya, dia takut terjadi apa apa dengan laku laki yang terlihat galau semenjak tadi pagi itu.


"Bos,,,! Om, !" panggil Mira,


Namun tak ada jawaban dari dalam kamar itu.

__ADS_1


Karena semakin penasaran, Mira mendorong pintu kamar yang tak di kunci itu.


Pemandangan pertama yang Mira lihat dari oenampakan kamar itu adalah sebuah foto pernikahan Erik dan Citra dengan ukuran yang sangat besar tergantung di salah satu dinding ruangan yang berhadapan dengan kasur king size yang masih tertata rapi itu, berbeda dengan kamar nya yang selalu tampak seperti penampungan korban banjir, dengan baju dan barang berserakan di mana mana.


Kamar bernuansa abu abu hitam itu terlihat bersih dan sangat rapi, seperti tak pernah di pakai pemiliknya.


Mira masuk ke walk in closet yang letaknya hanya beberapa langkah dari tempat tidur bos nya itu.


"Wah,,, sakit jiwa nih pak tua !" gumam Mira saat melihat beberapa pakaian dan sepatu wanita tergantung rapi di rak yang terdapat di walk in closet yang lumayan cukup luas itu.


Namun lagi lagi tak di temukan sosok Erik di sana, dan beberapa detik kemudian terdengar seperti suara benda jatuh sangat kencang mengagetkan Mira.


Bughh,,,,!


Mira bergegas mengikuti arah suara, ternyata itu berasal dari balkon kamar yang tadi tertutup rapat, dan kini terbuka dengan Erik yang tergeletak di lantai tak sadarkan diri.


"Om !" jerit Mira, panik.


Mira segera menghampiri tubuh tinggi besar dengan mata terpejam itu dan menepuk nepuk pipi Erik.


"Ah, elah,,, nih om om tua kebanyakan ulah, siang siang mabok sampe tepar, gw kira dia bunuh diri !" umpat Mira yang mencium bau alkohol menyengat dari tubuh Erik.


Mira membuka satu demi satu kancing kemeja Erik, tangannya gemetaran karena ini kali pertama wanita muda itu harus melucuti pakaian lawan jenis, terlebih itu bos nya yang berwajah tampan dan berbadan tegap itu.


"Tuhan,,, kuatkan iman ku, jangan sampai aku gelap mata dan menjamah tubuh laki laki tua tapi tampan ini !" racau nya menghilangkan gugup yang melanda dirinya.


"Apa yang kau lakukan ?!" bentak Erik saat Mira berhasil melepas kemeja laki laki itu, dan ketika dia berusaha membuka kancing celana bos nya itu tangannya di tahan Erik.


"Pertolongan Tuhan datang terlalu cepat, paling tidak izinkan aku melihat tubuh kekakr ini dalam keadaan polos !" cicitnya asal.


"Heh, mesum ! Aku masih bisa mendengar ocehan mu !" Erik melempar bantal tepat ke wajah Mira.


"Awww ! Dasar pria tua tak tau terimakasih, di tolongin juga, lagian alkohol kok di buat mandi, bau sebadan badan lah !" ejek Mira sambil pergi meninggalkan kamar itu menuju dapur.


Mira baru selesai membuat secangkir teh madu untuk meredakan mabuk Erik.

__ADS_1


Tak beberapa lama Erik datang dengan wajah kusutnya dengan mengenakan celana olahraga tanpa atasan memamerkan otot dada dan perutnya.


"Sudah ku buatkan teh madu, minumlah mumpung masih hangat !" ucap Mira menunjuk sebuah cangkir yang letak nya tak jauh dari tempatnya duduk saat ini sambil memandangi Erik yang diam diam kini dia kagumi.


Tanpa bicara apapun Erik meraih cangkir itu dan meminum nya,



"Memangnya gak bisa ya, kalau keluar kamar pake baju dulu gitu, bikin khilaf aja !" oceh Mira.


"Kau anak kecil, tapi otak mu mesum sekali !" ketus Erik sambil terus menikmati teh buatan Mira.


"Ish, umurku tahun ini menjelang 22, udah dewasa lah !" protes Mira yang hanya mendapatkan lirikan sinis dari bos nya itu.


"Bos, sepertinya aku jatuh cinta sama bos !" polos Mira yang tidak pernah mernah merasakan jatuh cinta sebelumnya di seumur hidupnya itu, namun entah mengapa kata kata itu meluncur begitu saja dari mulut cablak Mira.


"Aku tak tertarik mempunyai pasangan bocah !" sinis Erik.


"Tapi aku mulai tertarik sama bos !" timpal Mira.


"Berpacaran lah dengan teman sebaya mu !" saran Erik membawa cangkir nya ke sofa, dan menikmati minuman hangat nya itu di sana.


"Lihat saja, aku akan buat bos jatuh cinta padaku, lagi pula,,, aku tak tertarik dengan laki laki sebaya ku, tidak menantang !" kata Mira.


"Sebaiknya kau pulang, tak perlu kembali lagi ke kantor, ini sudah sore !" titah Erik mengalihkan pembicaraan.


"Tenang aja bos, rumahku kan cuma beberapa langkah saja dari sini, apa bos lupa apartemen kita di lantai yang sama ? Mungkin kita jodoh ya, bos ?!" seloroh Mira sambil nyengir kuda.


"Walau aku pemabuk, tapi aku tak akan mungkin mau punya pasangan pemabuk juga !" ujar Erik beralasan.


"Ishh, tenang saja bos, aku bersedia berhenti minum kalau aku jadi pacar bos !" timpal Mira enteng.


Erik hanya menggeleng gelengkan kepalanya, tak ada sedikitpun terbersit di pikiran Erik untuk memulai hubungan baru lagi dalam kehidupannya, apalagi harus berhubungan dengan seorang gadis muda pemabuk seperti Mira, itu benar benar hal mustahil.


Baginya, cinta dan sayangnya sudah habis dan tak ada ruang untuk orang lain, karena Citra masih memenuhi hati dan pikirannya, tak ada yang bisa menggantikan apa lagi menyingkirkan posisi Citra di kehidupannya.

__ADS_1


"Aku akan membuktikan dan membuat bos mencintai ku juga ! Jangan sampai menyesal karena tak bisa berpaling dari ku !" yakin Mira pada Erik.


"Jangan buang waktu mu, itu tak akan pernah terjadi, walau hanya dalam mimpi sekali pun !" ucap Erik datar.


__ADS_2