Terjebak Cinta HOT DUDA

Terjebak Cinta HOT DUDA
first kiss


__ADS_3

Tanpa terasa dua minggu tugas Mira menggantikan Kemal selesai sudah, dan tanpa Erik sadari laki laki itu kini bergantung pada Mira, gadis itu terbiasa mengurus segala kebutuhan Erik, hingga saat Kemal sudah kembali menjalankan tugasnya sebagai asisten pribadinya, Erik masih sering mencari atau memanggil Mira dalam melakukan tugasnya.


"Bos, aku hanya pergi dua minggu, kenapa anda begitu cepat melupakan ku, kalau semua pekerjaan ku anda memanggil Mira, apa gunanya aku yang seorang asisten pribadimu ini ?" protes Kemal.


Entahlah Kemal harus merasa kesal atau malah mungkin merasa bahagia, di satu sisi dia seperti sudah tidak berguna di mata Erik, tapi di sisi lain dia senang Erik mulai membuka diri dan sedikit bersikap seperti laki laki 'normal ' pada umumnya.


Lama Kemal memandangi Erik dan Mira yang sedang asik mengerjakan gambar proyek yang di tangani gadis itu, mereka memang terlihat kompak kalau dalam mengerjakan pekerjaannya, sama sama serius dan sering lupa waktu bahkan kupa kalau ada orang lain di ruangan itu selain mereka berdua.


"Kau pergilah kerjakan tugas mu di ruangan mu sendiri, jangan mengganggu kami dulu !" titah Erik tanpa menoleh sedikit pun ke arah Kemal yang sejak tadi mengajak berbicara padanya.


"Apa aku tak salah dengar ? Aku di usir dari ruangan ini dan dia memilih berduaan dengan seorang wanita di sini ?!" gumam Kemal lirih.


"Aku mendengar ucapan mu !" ucap Erik.


"Yes, selesai !" pekik Mira mengacungkan kedua tangannya.


"Apanya yang selesai ?" tanya Kemal.


"Proyek yang bos berikan pada saya Pak dos, sudah selesai semua, gambar gambarnya juga sudah lengkap," jelas Mira.


Erik menoleh ke arah tumpukan kertas di meja kerja Mira, di periksanya selembar demi selembar, gadis itu memang benar benar melakukan tugasnya dengan cepat dan cermat, gambar proyek yang biasanya dia kerjakan sekitar lima sampai enam bulan itu dapat Mira selesaikan hanya dalam waktu tiga bulan saja.


Harusnya Erik senang karena proyeknya bisa di selesaikan dengan lebih cepat, namun wajah Erik sedikit murung, dia berpikir dengan selesainya tugas yang di berikan pada Mira, maka berakhir pula masa kerja gadis itu di kantornya.


"Tapi kau belum boleh senang dulu, karena ini masih akan di periksa langsung oleh ku selama satu minggu, jadi satu minggu ke depan kau masih harus tetap tinggal di kantor ini !" ucap Erik beralasan, itu satu satunya alasan hasil dari dirinya memutar otak agar gadis itu tetap tinggal bekerja diwkantor dan selalu berada di dekatnya.


Kemal memutar matanya Jengah, dia sungguh tau kalau itu hanya akal akalan dari bos nya saja.


Mira memang tak pernah main main dalam mengerjakan sesuatu, walau dia sering terkesan tak serius dan selengean, tapi semua dosen saat dia kuliah tau kalau nilai tugas Mira selalu memuaskan.

__ADS_1


"Boleh aku ijin pulang cepat bos ?" tanya Mira.


"Hemh," jawab Erik mengangguk tanpa bertanya alasan apa yang membuat Mira meminta pulang cepat.


Mira membereskan barang barangnya dan pulang mengendarai motor matic kesayangannya, badannya terasa tak enak hari ini, dia ingin tidur dan berharap saat nanti membuka mata, dirinya sudah merasa baikan.


***


"Aaaah berisiiik....!" Mira menutupi kedua telinganya dengan bantal saat suara ponselnya tak berhenti berbunyi, dia mematikan ponselnya, matanya masih rapat dan belum ingin bangun.


Namun selang berapa menit, giliran pintu kamarnya yang membuat gadis itu emosi jiwa, karena suara gedoran pintu kamarnya membuat dirinya terpaksa bangkit dari tidurnya dan berjalan ke arah pintu kamarnya, lalu memutar kunci kamarnya hingga pemandangan di ambang pintu kamarnya membuat rasa ngantuk pada dirinya hilang seketika.


"Om ! Kok, bisa masuk ke sini ?!" teriak Mira yang melihat Erik berdiri di ambang pintu kamarnya.


Mira kaget karena bos arogan nya itu tiba tiba ada di dalam unit apartemen nya.


"Kau tak bisa di hubungi dari semalam, aku hanya memastikan kalau kau masih hidup di sini !" ucap Erik.


Erik menarik ujung kaos lobggar yang di pakai Mira saat itu dan membuka tirai di ruang tengah apartemen itu.


"Hehe,,, kok, terang ?" ucap Mira cengengesan, saat melihat ternyata hari sudah berganti dan dia tidur dari kemarin sore sampai jam sepuluh siang keesokan harinya.


"Apa kau mabuk ?" tanya Erik membungkukkan badannya dan mendekatkan hidungnya ke mulut Mira mencari kalau kalau ada sisa bau alkohol di sana,


Namun tanpa di sengaja justru Mira yang tiba tiba menoleh ke arah Erik malah membuat bibirnya dan bibir Erik tak sengaja beradu,


Bibir Mira yang merah dan terasa lembut itu membuat Erik yang lama tak pernah menyentuh lawan jenis itu seakan terhipnotis dan hilang kendali, di lu matnya bibir Mira perlahan, rasanya manis dan sangat lembut,


Mira yang baru pernah merasakan ciuman seorang laki laki hanya diam mematung, dia tak tau harus berbuat seperti apa dalam keadaan seperti itu, tapi dia juga tak bisa menolak ciuman bos tampannya itu,

__ADS_1


Ruangan itu tiba tiba sunyi, hanya ada suara detak jantung Mira yang seperti melonjak lonjak hampir keluar dari tempatnya,


Tak ada penolakan tapi juga tak ada balasan dari ciuman yang Erik lakukan pada gadis itu, membuat Erik tersadar kalau sepertinya itu pengalaman pertama bagi Mira.


Erik melepas ciumannya, hampir saja dia terlena dengan gadis itu, rasa canggung di antara keduanya tak dapat di elakkan lagi.


"Emh, aku hanya mengecek apa kau habis minum semalem atau tidak !" Erik beralasan.


"A- aku tidak minum, aku hanya kelelahan kemarin dan lalu aku tertidur," elak Mira memalingkan wajahnya tak berani menatap wajah bos nya.


"Cepatlah mandi dan bersiap, temani aku bertemu klien," titah Erik bersikap seolah tak terjadi apa apa, padahal jauh di lubuk hatinya dia sedang merutuki dirinya yang tak bisa menahan diri untuk mencium Mira hanya karena bibirnya tak sengaja bersentuhan dengan bibir gadis itu.


"Kenapa kau diam saja sejak dari apartemen sampai sekarang ini ?" tanya Erik karena Mira tak seperti biasanya, dia terkesan menjadi pendiam dan terlihat seperti menghidari kontak mata dengan dirinya.


"Aku tak apa apa, bos." jawab Mira singkat.


"Apa kau marah padaku ?" tanya Erik lagi sambil asik mengemudi ke tempat pertemuan dengan klien nya.


Mira menggeleng, namun saat mobil berhenti karena lampu merah menyala, sengaja Mira melirik wajah tampan Erik yang terkena sinar matahari, laki laki itu tiba tiba terlihat sangat tampan dan mempesona, Erik seketika seperti mengandung magnet yang kuat dan menarik dirinya untuk mendekati wajah laki laki yang sedang memperhatikan jalanan itu.


Cup,,,


Tiba tiba Mira mengecup bibir Erik sekilas.


"Kau !" bentak Erik kaget, hampir saja dia menginjak pedal rem mendadadak saat baru saja kenadaraannya melaju karena lampu hijau sudah menyala.


"Apa yang kau lakukan ?!" bentak Erik lagi.


"Bos mencuri ciuman pertama ku, aku hanya berusaha mengambilnya kembali !" elak Mira tersenyum culas.

__ADS_1


Sementara wajah Erik berubah menjadi merah padam karena malu dan marah menjadi satu saat itu.


__ADS_2