Terjebak Cinta HOT DUDA

Terjebak Cinta HOT DUDA
Ratu Drama kedua


__ADS_3

Erik mendatangi Mira yang saat ini tengah setengah berbaring di kursi santai tepi kolam renang di sebuah vila milik Erik yang berada di dataran tinggi kota Bandung, jawa barat.


Kebetulan sekali ada proyek pekerjaan yang harus Erik tinjau, jadi perjalanan kerjanya kali ini bisa di manfaatkan sekalian untukberbulan madu bersama istri tercintanya.



"Hai sayang, apa kamu bosan menunggu ku seharian ?" sapa Erik berjalan mendekati Mira dan mencium sekilas bibir istrinya yang masih terlihat malas malasan.


Mira hari itu memang tidak ikut Erik meninjau pekerjaannya karena masih merasa lelah akibat perjalanan jauh yang meereka tempuh, di tambah lagi 'serangan fajar' yang di lakukan Erik padanya subuh tadi, membuat tubuh wanita itu terasa lemas tak bertulang.


"Ah, tidak. Aku senang menikmati suasana di sini, cukup nyaman !" jawab Mira tersenyum manis pada sang suami yang siang itu terlihat sangat tampan dengan setelan kerjanya yang selalu membuat dirinya tergila gila dengaan pesona hot duda itu.


"Maaf, baru bisa mengajak mu berbulan madu ke sini, nanti ketika pekerjaan ku sudah agak longgar, kamu boleh meminta pergi kemana saja yang kamu mau, aku pasti menemani." kata Erik yang lalu ikut bergabung merebahkan diri di kursi santai berhimpitan dengan sang sang istri.


"Aku tak peduli ke mana pun kita berbulan madu, bisa melewati setiap hatlrinya bersama suami ku yang tampan ini saja aku sudah sangat bahagia," goda Mira, seraya mengecup pipi suaminya yang kini berada di sampingnya memeluk tubuhnya.


"Kamu sudah pintar merayu, ayo cepat mandi dan bersiap, kita akan jalan jalan dan mencari tempat makan enak di sekitar sini !" ucap Erik.


"Apa kamu akan membuat ku gendut dan jelek, agar kamu bisa mencari wanita lain lagi, tuan suami ?" cebik Mira mengerucutkan bibirnya.


"Hey, kenapa kepala mu itu jadi berpikiran aneh setelah terbentur, tentu saja aku tak akan berpaling dan mencari wanita lain selain istri ku yang menggemaskan ini," Erik semakin merapatkan tubuh istrinya ke arahnya.


"Kamu begitu tampan, gagah, dengan postur tubuh yang keren, aku takut kamu tergoda oleh para wanita selalu mengejar ngejar mu !" lirih Mira sambil memainkan telunjuknya di dada Erik menggambar pola acak.


"Dan kamu, istriku yang sangat cantik, tak ada wanita lain lagi yang bisa membuatku tergoda selain kamu !" ucap Erik mulai menggerayangi punggung istrinya.


"Haishhh,,, gombal ! Sudahlah,,, aku tau kemana arah mu kalau kalau di biarkan seperti ini, lebih baik aku mandi dan bersiap siap !" Mira segera melepaskan diri dari kungkungan Erik dan beranjak dari tempat itu.

__ADS_1


"Sayang, kamu tidak bertanggung jawab, setelah menggoda ku, lalu kamu pergi begitu saja ?" teriak Erik yang hanya di jawab dengan tawa renyah dan juluran lidah tanda mengejek dari Mira, sang istri.


***


Erik dan Mira memasuki sebuah rumah makan khas sunda yang berada tak jauh dari vila mereka, hanya butuh berjalan kaki beberapa menit saja untuk sampai di rumah makan itu.


Vila milik Erik itu memang berada di kawasan wisata lembang Bandung jadi tak heran bila terdapat banyak kafe dan rumah makan di sekitarnya.


"Seharusnya kamu memakai jaket tebal, sayang. Di sini sangat dingin, bagaimana kalau kamu sakit nanti," oceh Erik sedikit mengomel sambil merangkul bahu istrinya itu karena Mira tak mau memakai jaket saat keluar vila.


"Aku tak perlu jaket, karena kamu selalu memeluk ku dan selalu membuat ku hangat seperti ini," ujar Mira melingkarkan kedua tangannya pada pinggang Erik dari samping.


Di tengah kehangatan sepasang suami istri yang sedang mengobrol ringan sambil sesekali di iringi tawa keduanya, seorang wanita terlihat berdiri di ujung meja menghadap mereka yang seolah tak pernah memperhatikan keadaan sekelilingnya, karena sibuk dengan canda tawa dan kebersamaan mereka.


"Erik, senang sekali kebetulan bisa berjumpa dengan mu di sini," sapa wanita itu tanpa menghiraukan Mira yang duduk di sebelahnya, menatap dengan pandangan yang kurang bersahabat.


"Hmm,,, kebetulan sekali, namun dari seluruh tempat di dunia ini, kenapa aku harus bertemu dengan mu di sini," jawab Erik sedikit tidak suka.


"Aku sedang meninjau tempat untuk cabang butik baru ku di kota ini, tidak keberatan, kan kalau aku ikut bergabung makan siang fi meja kalian ?!" Citra menatrk kursi yang ada di hadapan Erik dan Mira tanpa menunggu persetujuan keduanya, lantas dia duduk di sana dengan tenang dan tak tau malu.


Sementara Erik dan Mira saling bertatapan, dia merasa Citra semakin mengganggu dan menyebalkan.


"Kami sedang menikmati waktu bersama kami, jadi,, rasanya aku sangat keberatan jika kau harus duduk satu meja dan bergabung bersama kami !" tegas Erik, dengan wajah asam nya.


"Oh, ayolah,,, jangan seolah olah aku mengganggu kegiatan bercinta kalian, ini hanya acara makan siang, lagi pula kamu sangat tau kan, kalau aku tak bisa makan sendirian," tepis Citra dengan muka temboknya.


Mira hanya memutar bola matanya jengah, dan tangannya menggenggam erat jemari Erik saat pria itu hendak membalas perkataan mantan istrinya dengan mimik wajah yang sepertinya sudah di ambang batas kesabaran.

__ADS_1


"Sudahlah sayang, biarkan saja mba Citra duduk di sana, mungkin dia kehabisan uang dan berharap kau membayar tagihan makannya juga," sinis Mira.


Dia memang sengaja membiarkan mantan istri suaminya duduk bersama mereka, karena ingin tau sejauh mana Citra akan berulah, lagi pula Mira tak ingin membuat keributan di tempat makan yang ramai pengunjung itu.


"Kau ! Jangan kurang ajar, aku ibu dari anak suami mu, dan kau hanya orang baru di sini," mata Citra sedikit terbelalak saat mengetahui ternyata Mira berani melawan dirinya.


"Jaga ucapan mu pada istri ku,!" bentak Erik yang sedikit mengundang perhatian pengunjung yang duduk di dekat mereka untuk menoleh ke arah meja yang mereka tempati.


Menyadari banyak mata memandang ke arah mejanya, Citra langsung memasang wajah sedihnya,


"Baiklah Erik, mungkin sekarang kau masih tergila gila dengan istri baru mu ini, tapi bukankah kita sudah sepakat kalau anak kita tetap akan memiliki aku dan kamu sebagai ayah dan ibunya, kamu akan selalu punya waktu untuk Jemi, kan ?" suara terbata Citra sengaja di buat dengan volume agak keras, agar terdengar oleh orang orang yang berada di sekitar mereka.


"Oh, Shiiitttt,,, kesepakatan apa maksud mu ?" pekik Erik karena tak pernah merasa menyetujui kesepakqtan apapun dengan Citra tentang Jemi, kecuali kesepakatan merahasiakan kebenarannya dari Roni.


"Kau bahkan melupakan janji mu sendiri pada anak mu demi istri baru mu ? Oh, ayolah Erik, aku tak apa apa kau sakiti, tapi jangan Jemi, jangan anak kita !" ratu drama kedua setelah Alisha sepertinya cocok di sematkan bagi Citra.


"Kau dulu begitu mencintai ku, dan di vila yang kau tempati saat ini, dulu juga kita sering memadu kasih di sana, apa kau ingat tempat dimana saja kita bermesraan, di kolam renang, di kamar, bahkan di dapur, kenapa dengan mudahnya kau lupakan semua demi wanita yang baru saja datang di kehidupan mu ? Empat tahun kita bersama, Erik !" Citra semakin menjadi, secara tidak langsung dia mengatakan kalau dirinya memata matai Erik sampai tahu dimana mereka menginap saat ini.


"Hentikan kegilaan mu, antara kita sudah tidak ada hubungan apa apa lagi, aku sangat mencintai istri ku, dan aku sudah melupakan semua tentang mu, dan jangan mengganggu kami !" Erik berdiri dari tempat duduknya, dia tak ingin menanggapi kegilaan Citra lebih lama lagi.


"Tunggu, aku tidak percaya kau sudah melupakan ku begitu saja, aku yakin tidak lebih baik dari ku, kau tak mungkin begitu dalam mencintai nya, perkenalan kalian pun hanya baru seumur jagung," sinis Citra menahan langkah kaki Erik yang menggandeng Mira pergi dari tempat itu.


"Lepaskan tangan ku !" Erik mengibaskan pergelangan tangannya yang di pegangi Citra.


"Tentu saja dia lebih baik segalanya dari pada diri mu, untuk itu aku memilihnya, selain itu, dia juga menjaga kesuciannya hanya untuk ku, dan satu lagi, dia setia !" ucap Erik penuh penekanan.


"Erik,,, kau begitu mencintai ku, bahkan meski kau tau aku sudah tak suci lagi saat menikah dengan mu, kau juga memohon agar aku tak meninggalkan mu pergi, aku tak percaya semudah itu kau berpaling, kau pasti bohong, dia hanya pelarian mu saja, kan ? Katakan kalau kau masih mencintai ku, Erik !" Citra mengekor langkah Erik dan Mira sampai ke luar restoran, berharap Erik menaruh simpati padanya.

__ADS_1


"I thought you before, i don't like you anymore !" Erik menegaskan lagi apa yang kini fi rasakannya, lalu meninggalkan Citra yang terlihat sangat menyedihkan, terpaku menatap mantan suaminya yang berlalu bersama istri barunya dengan penuh penyesalan.


__ADS_2