Terjebak Cinta HOT DUDA

Terjebak Cinta HOT DUDA
Kau Istimewa


__ADS_3

"Apa yang kau lihat ?" tanya Erik saat Mira sibuk memainkan ponselnya ketika sedang makan malam dengan dirinya.


"Ini !" Mira menyodorkan layar ponsel nya yang menunjukkan gambar wajah bayi yang sangat menggemaskan yang sedang di gedong Regan ke arah Erik.


Erik melirik gambar itu dengan ujung matanya,


"Anak siapa ?" tanya nya datar meski dalam hati sudah bisa menebak kalau itu pasti anaknya Citra dan kakak laki laki Regan.


"Anak dari mantan istrinya Om, gak usah pura pura gak tau deh, palingan juga diem diem sering stalking sosmed nya mba Citra, buat kepoin mantan ku lagi apa ya, anak nya mirip siapa ya ?" ledek Mira cuek.


"Sok tau !" ketus Erik,


Jujur, dulu memang Erik sering mengintip akun sosial media milik mantan istrinya itu, hanya sekedar memuaskan rasa penasaran dan rasa kangennya saja.


Namun Erik berpikir lagi, dia sepertinya hampir lupa kapan terakhir mencari tau tentang kegiatan keseharian Citra semenjak ada Mira, si gadis konyolnya itu.


"Canda bos,! Aku tuh suka banget kalau liat om lagi kesel gitu, gemesin !" ucap Mira.


Sayangnya Erik tak meresponnya, dia lebih tertarik memeriksa pekerjaannya di laptop selepas mereka makan malam.


"Om, kok bisa bawa baju ganti aku, sih ?" tanya Mira saat menyadari bahwa baju ganti yang di bawa Erik adalah baju baju miliknya.


"Aku tadi mampir apartemen buat ngambil berkas, jadi sekalian mampir tempat mu, kamu butuh ganti baju, kan ?" jawab Erik tanpa menimbulkan kecurigaan sedikit pun di benak Mira yang percaya begitu saja dengan ucapan Erik.


Mira mendekati Erik yang masih bergelut dengan pekerjaannya meski sudah hampir tengah malam.


"Boleh aku bantu ?" Mira menawarkan diri, dia merasa tak enak hati, bagaimana pun gara gara menemaninya di tempat itu, banyak pekerjaan Erik yang sepertinya harus tertunda.


Erik yang wajahnya terlihat sangat lelah itu mengangguk, bagaimana tidak, dia bolak balik jarak jauh apartemen ke pantai demi gadis yang bukan siapa siapa siapanya itu.


Dengan serius Mira mengerjakan semua pekerjaan yang Erik bawa ke sana, sementara Erik tertidur di sofa saking ngantuknya, karena dari kemarin dia belum memejamkannmata barang sebentar.


"Ah, sial ! Pengen liburan jatohnya malah kerja kerja juga, untung di temenin babang ganteng !"cicit Mira sambil melirik ke arah Erik yang sepertinya tertidur dengan pulasnya.

__ADS_1


***


"Pagi,,, Om ganteng ku !" sapa Mira saat Erik baru membuka mata dan mendapati tubuhnya yang tak sengaja terlelap di sofa itu sudah tertutup selimut tebal dan nyaman, pantas saja semalaman dia begitu lelap tertidur.


Setelah mengumpulkan nyawanya, Erik bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Kamu tidak tidur semalaman ?" tanya Erik mendekat dan memeriksa pekerjaan yang hampir selesai semua di kerjakan Mira.


"Iya ini nanggung, lagian aku gak bisa tidur semalem, pekerjaan ini juga akan di pakai untuk pertemuan siang ini, kan ?" jawab Mira dengan mata yang tetap fokus ke layar laptop milik Erik.


Erik terus menatap gadis yang masih menyibukan diri dengan pekerjaannya di pagi itu, baginya Mira luar biasa, gadis itu sungguh benar benar menjungkir balik kan dunianya, hidupnya yang tadinya monoton kini lebih berwarna dengan keceriaan Mira, bahkan beban berat pekerjaan nya pun terasa semakin ringan karena Mira yang sangat paham dengan semua pekerjaannya.


Erik merasa menjadi laki laki beruntung karena Tuhan mengirimkan Mira di saat dirinya rapuh dan tak punya tujuan hidup.


"Iya,,, aku tau aku cantik banget, tapi gak usah di pandangi kaya gitu, ntar om jatuh cinta sama aku lho !" ledek Mira yang melihat dari ujung matanya kalau Erik sedang memandanginya sedari tadi.


"Aku udah masakin sarapan tuh, makan dulu sana, ntar aku nyusul ini nanggung dikit lagi !" sambung Mira.


Erik menoleh ke meja makan yang memang letaknya tak jauh dari tempatnya sekarang duduk, terlihat dua piring berisi omlet lengkap dengan sayurannya tersaji di sana.


"Saat om sedang tidur, pastinya !" jawab Mira enteng.


Erik beranjak dari tempat duduknya dan membawa sepiring omlet itu kemudian kembali duduk di dekat Mira yang masih saja menenggelamkan diri pada pekerjaan di hadapannya.


Namun tanpa di duga justru Erik menyodorkan sendok berisi makanan itu ke depan mulut Mira.


Tentu saja gadis itu kaget dan mengangkat wajahnya lalu seketika menatap wajah Erik yang kini berada tepat di hadapannya.


"Makan dulu, kau akan membuatku kesulitan jika sampai kau pingsan lagi karena telat makan !" ucap Erik masih dengan mode arogan dan tak ingin terlihat kalau dirinya sebenarnya sudah sangat tertarik pada gadis yang menurutnya luar biasa itu.


Mira menerima suapan demi suapan sambil terus mengerjakan pekerjaannya tanpa protes dan tanpa banyak bertanya.


"Selesai,,,,!" seru Mira sambil mengangkat kedua tangannya ke atas dan melakukan peregangan, badannya terasa sangat pegal karena harus bekerja semalaman suntuk.

__ADS_1


"Nih om, udah selesai semua, tinggal di periksa lagi aja ntar di kantor, yuk siap siap pulang,!" Mira menyerahkan laptop itu kembali kepada pemiliknya yang dari tadi duduk di sebelahnya.


Namun alih alih mengambil laptop yang di sodorkan Mira dan memeriksa pekerjaannya, Erik malah menaruh benda itu di meja dan menarik tubuh gadis itu agar tenggelam dalam pelukannya.


"Om, ? Om gak lagi kesambet setan resort, kan ? Kenapa tiba tiba jadi so sweet gini sih ?" oceh Mira.


Tapi kejadian selanjutnya sunguh lebih di luar dugaan Mira, Erik mencium keningnya dalam,


"Terimakasih sudah hadir dan memberi warna di hidup ku !" ucapnya lirih.


"Elah, kirain apa, cuma di anggap pewarna doang, besok besok beli cat di toko bangunan, kalo hidup nya pengen lebih berwarna !" seloroh Mira mengalihkan perasaan dari degub jantungnya yang berdetak kencang dan seakan tak beraturan, jantungnya seakan lompat dari tempatnya saking dia merasa kaget bercampur grogi.


Bagaimana pun dia tak boleh terlalu terbawa perasaan dalam menghadapi sikap Erik, dia tak ingin terlalu berharap banyak, meski pun kalau itu memang benar bahwa Erik sama sama menimpan rasa untuk nya, dia yang akan paling merasa bahagia atas semua itu, karena itu berarti cintanya tak bertepuk sebelah tangan.


"Kau istimewa, kau kado terindah dari Tuhan !" ucap Erik, entah mengapa bibirnya tak henti mengucapkan kata kata yang sangat tidak pernah dia katakan pada wanita lain pagi itu, sepertinya Erik mulai terkena virus bucin, tanpa dia sadari.


***


"Kenapa aku tak boleh pulang ke apartemen ku sendiri, nalah di culik ke sini, sih ?" kesal Mira yang di paksa Erik untuk masuk ke apartemen milik nya.


"Mulai sekarang kamu tinggal di sini, kalau kamu tak suka, kau boleh memilih tempat tinggal mu yg baru, nanti aku yang bayar !" kata Erik.


"Mana bisa begitu, aku punya rumah sendiri kok !" elak Mira.


"Tidak lagi, semenjak kemarin kamu tak lagi punya tempat tinggal !" Erik menyodorkan kertas perjanjian antara dirinya dan Tita, di sana tertulis kalau Alisha boleh menempati apartemen milik Mira dengan syarat Tita tidak boleh mengusik Mira lagi dalam bentuk apa pun.


"Maaf, mungkin aku lancang melakukan semua inivtanpa seijin mu, tapi aku tak suka kamu di perlakukan tak adil seperti itu oleh ibu mu, untuk masalah apartemen mu, aku hanya---" terang Erik yang bingung harus berkata apa, dia takut Mira merasa tersinggung karena dirinya masuk terlalu dalam ke ranah pribadinya.


"Terimakasih, maaf lagi lagi aku bikin om repot, aku akan segera mencari tempat tinggal baru untuk ku," lirih Mira, dia tak menyalahkan Erik sedikitpun karena mengambil keputusan tanpa melibatkan dirinya, yang jelas Mira tau, apa yang di lakukan Erik adalah yang terbaik untuk dirinya.


"Tinggalah di sini selama kamu mau, aku bisa tinggal kembali di rumah," kata Erik.


"Tidak, aku tau kalau om tersiksa tinggal di rumah itu, karena semua kenangan tentang pernikahan om, tinggalah di sini, aku bisa tidur di sofa atau di mana pun," larang Mira.

__ADS_1


"Kamu manis sekali, kita akan pindah ke lantai atas, ke unit yang lebih besar untuk kita tinggal berdua, untuk sementara kita tinggal di sini dulu, hanya beberapa hari saja !" Erik mengelus pucuk rambut Mira, sekarang seakan ada yang kurang bagi Erik jika dia tidak melakukan skinship saat berada di dekat Mira, walau itu hanya sekedar membelai atau memeluk saja, tubuh Mira seakan menjadi candu baginya, padahal Mira bukan siapa siapanya saat ini.


__ADS_2