Terjebak Cinta HOT DUDA

Terjebak Cinta HOT DUDA
Rencana


__ADS_3

Erik mengusap wajahnya kasar, rahangnya mulai mengeras dengan tangan yang mengepal,


"Sayang, ayo masuk, kita tak perlu ikut menjadi gila karena kegilaan yang mereka ciptakan," ajak Erik meraih bahu Mira.


"Tidak, aku tidak ingin lagi di ganggu dan di tekan oleh orang orang tak tahu malu ini !" tolak Mira menjauhkan bahunya dari rangkulan tangan Erik.


Sungguh Mira sudah sangat muak dengan segala gangguan dan masalah yang mereka timbulkan pada awal awal pernikahannya dengan Erik yang seharusnya mereka berbahagia menikmati indahnya bahtera rumah tangga baru, tapi mereka seakan sengaja teris menerus menjadi ulat dalam kehidupannya.


Erik menyerah, niatnya untuk mengabaikan para pembuat masalah itu akhirnya dia urungkan, mungkin sudah saatnya memberi mereka sedikit tamparan agar mereka tau kalau yang sedang mereka usik adalah Erik Wijaya, tentu saja apabila dia sudah memutuskan untuk menanggapi, itu bukan perkara kecil, dan akan sangat berbahaya bagi para lawannya.


"Oke, katakan apa keinginan kalian sekarang, katakan dengan jelas !" ucap Erik dengan wajah seriusnya.


"Kau, apa yang kau inginkan ?" tunjuk Erik pada Alisha yang sepertinya gemetaran karena tatapan mata Erik yang sangat tajam mengarah langsung pada matanya yang tak berani menatap balik pria yang sudah menjadi obsesinya itu.


"Aku ingin kau menikahi anak ku," sambar Tita yang tau kalau Alisha tak bisa berkata kata karena ketakutan.


"Kenapa aku harus menikahi putri tiri mu ? Bahkan aku sudah menikah dengan putri kandung mu ?" tanya Erik datar.


"Alisha hamil, harus ada yang bertanggung jawab untuk menyelamatkan nama baik keluarga istri mu, " ucap Tita.


"Istri ku sendirian semenjak dulu, sejauh yang aku tau dia tak punya keluarga ! Dan tentang kehamilan anak tiri mu, aku tak merasa pernah tidur dengan nya, kenapa harus aku yang menikahinya ?" tegas Erik.


"Semua media tahu kalau kalian tertangkap basah di hotel, akan lebih gampang kalau kau yang menikahinya," ibu tak tau diri itu berkata seolah semua pemikirannya itu paling benar.


"Bahkan itu semua rekayasa yang di buat oleh anak mu sendiri, kalau aku mau aku bisa melaporkan tindakan putri mu itu ke polisi, tapi aku merasa hukuman nya paling hanya hujuman ringan, percuma !"kata Erik yang tentu saja sukses membuat Alisha semakin gemetar ketakutan, karena ternyata di balik diamnya pria itu, dia tau semua nya.


"Alisha, kau ingin aku menikahi mu ?" Erik mendekati tempat Alisha duduk di kursi teras, pria tampan itu berdiri di belakang Alisha yang jantungnya sudah berdegup tidak karuan, bahkan saat Erik menepuk pundak belakangnya untuk menayakan jawaban dari pertanyaan nya, Alisha hanya mengangguk perlahan.

__ADS_1


"Katakan dengan dengan lantang, aku tak bisa mendengarnya, atau jangan jangan ini hanya keinginan ibu tiri mu saja ?" Erik mulai mengintimidasi dengan caranya.


"I- iya, aku ingin menikah dengan mu," Alisha tergagap.


"Kenapa ? Bukankah kau tau dengan pasti kalau bayi itu bukan milik ku ?" Erik menunjukan badan atletisnya agar lebih condong dan sejajajr dengan tubuh Alisha yang sedang duduk membelakanginya.


"A- aku mencintai mu."jawab Alisha polos.


"Baiklah, hanya dengan satu syarat, katakan dengan jujur siapa ayah dari bayi mu ?"


Alisha terdiam, mulut nya seakan terkunci dan tak bisa mengatakan nama pemilik bayi dalam perutnya itu.


"Kenapa ? Bukankah kau ingin menikah dengan ku ? syarat utama menjadi istri ku adalah jujur, ayo katakan, bukan kah kau ingin menjadi selir ku !" tekan Erik.


"Erik !" protes Mira, dia takut kalau Erik benar benar akan menikahi Alisha dan menjadikan istri mudanya.


"Niko ! Ayah bayi ini adalah Niko, saat itu aku mabuk, dan mengira kalau Niko adalah kamu, kamu juga ikut andil dalam hal ini, karena aku terlalu mencintai mu sehingga aku hilang kendali dengan Niko saat itu !" tangisan Alisha pecah, meski malu, akhirnya dia menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, apalagi Erik mengiming imingi untuk menjadikannya istri ke dua, dia terpaksa mengatakan yang sebenarnya.


"Niko ? Niko Hartono ?" tanya Erik yang di jawab dengan anggukan Alisha.


"Lantas, apa dia tau, kau mengandung anaknya ?" tanya Erik lagi menyelidik.


"Tau, tapi ayahnya tak setuju bila Niko menikahi ku !" sembari sesenggukan Alisa bercerita.


"Kau sudah mendengar semuanya, ku harap kau memenuhi janji mu untuk menikahi putri ku !" Tita merangkul Alisha yang tak berhenti menangis entah karena apa.


"Apa aku terdengar mengucapkan janji tadi ?" elak Erik.

__ADS_1


"Kau ! Apa kau berusaha menipu kami ?" tunjuk Tita murka.


"Baik ibu mertua, aku akan menikahinya dan merawat bayi itu jika memang Niko dan keluarga besar Hartono tidak sanggup membiayai bayi yang merupakan darah daging mereka itu," Erik terlihat menyunggingkan senyum iblisnya.


Kini pandangannya beralih pada Citra yang sejak tadi mendengarkan dengan seksama pembicaraan antara mantan suaminya dan wanita yang berusaha merebut dan menjebak Erik itu, hatinya sedikit lega karena Erik bukan ayah biologis dari bayi yang Alisha kandung, meski dirinya masih harus tetap waspada karena Erik bisa saja menikahi wanita hamil itu tanpa sepengetahuannya, dia tak benar benar tak bisa menebak kemana arah rencana mantan suaminya itu.


"Dan kau ! Apa yang kau inginkan ?" tatapan Erik sungguh dingin.


"Aku ingin kau melegalkan Jemi sebagai anak mu, aku ingin akte anak ku dengan nama mu tercantum sebagai ayahnya," kata Citra,


Ini memang rencana Citra, untuk permulaan, dia akan membuat akta kelahiran Jemi dengan Erik sebagai ayahnya, setelah itu dia akan meminta hak Jemi sebagai anak untuk mengasuhnya bersama, dengan begitu dia akan bisa lebih sering dekat dengan Erik.


"Hanya itu ?" tanya Erik.


"Aku juga ingin kita mengurus Jemi bersama !" lanjut Citra.


"Ada lagi ?" tanya Erik lagi.


"Tidak, aku hanya meemperjuangkan hak Jemi saja !" Citra sok bijak.


"Oke, besok temui aku di kantor, kita akan membuat surat perjanjian di depan notaris, dan mengurus kepentingan untuk membuat akta seperti yang kau mau !" kata Erik.


'What ??? Semudah itu, Erik menyetujuinya ?' sorak Citra dalam hati seolah tak percaya dengan perkataan Erik barusan.


"Untuk kalian, beri aku waktu seminggu, ah tidak, tidak, tiga hari ! Beri aku waktu tiga hari, jika Niko dan keluarga Hartono masih tidak mau bertanggung jawab atas bayi itu, maka aku yang mengambil alih tanggung jawab itu !" ucap Erik pada Tita dan Alisha yang setengah melongo melihat Erik seakan tangguh namun segampang itu di perdaya oleh mereka, dan tiga hati lagi akan menjadi hari yang sangat di nantikan oleh Alisha yang akan segera menjadi nyonya Erik Wijaya, juga Tita yang akan segera bermandikan uang karena menantunya yang kaya raya itu akan segera menjadi tambang uangnya melalui Alisha.


"Sekarang, silahkan semuanya pergi, semua sudah clear kan ? Aku sudah menyetujui apa yang kalian minta," usir Erik.

__ADS_1


Pria itu segera menarik paksa istrinya yang terlihat cemberut dan kebingungan memikirkan apa yang di rencanakan Erik sebenarnya.


__ADS_2