Terjebak Cinta HOT DUDA

Terjebak Cinta HOT DUDA
Penyesalan


__ADS_3

Citra kembali bungkam untuk beberapa saat, dia menata suasana hatinya yang tiba tiba hancur berantakan akibat pupusnya semua harapan yang sudah dia bayangkan di depan mata, seakan semuanya di renggut paksa, ibarat dirinya sengaja di terbangkan ke awan, lantas di dorong dengan paksa sampai dia terjatuh.


"Jemi anak ku dan hanya anak ku, dia tak perlu lagi ayah sejak detik ini !" keputusan Citra sudah final.


Jika saat ini Citra gagal menjerat Erik untuk menjadikannya ayah dari Jemi, maka dia juga tak ingin Roni yang merupakan ayah biologis asli anaknya itu dengan mudah mendapatkan anak lelakinya itu.


Hati Citra sudah terlanjur hancur saatelihat Roni berselingkuh dengan Dinda di depan matanya, rasanya dia tak mungkin bisa memaafkan perlakuan suaminya itu.


Di sadari atau tidak, mungkin itu balasan Tuhan untuknya yang sudah menghianati Erik di waktu sebelumnya, karena terkadang Tuhan memberikan balasan lebih cepat dari perkiraan.


"Apa maksud mu ? Katakan Jemi anak siapa ?" Roni terus mengejar langkah cepat Citra yang sudah meninggalkan ruang kerja Erik begitu saja, tak ada harapan lagi untuk membodohi mantan suaminya itu, pergi dari tempat itu mungkin pilihan terbaik untuknya, dari pada dirinya semakin terpojok dan semakin di permalukan.


"Apa peduli mu ? Kenapa tak kau urus saja pelac cur mu saja, dari pada mengurusi aku dan anak ku ?" sentak Citra.


"Golongan darah Jemi A, sama juga dengan ku !" kata Roni terus mengejar Citra yang tetap enggan berhenti untuk sekedar meladeni perdebatan dengan Roni yang masih berstatus sebagai suami nya itu.

__ADS_1


"Ribuan bahkan jutaan pria di dunia ini memiliki golongan darah yang sama dengan anak ku, mungkin salah satunya ayahnya Jemi, dan aku benar benar berharap semoga itu bukan kau !" napas Citra memburu, kekesalannya sungguh benar benar membuncah, berbagai masalah datang seolah keroyokan padanya hari itu, membuat wanita dengan satu anak itu tak kuat menahan beban yang sepertinya melebihi kapasitas kekuatannya.


Langkah Citra tiba tiba terhuyung, badannya limbung dan tersungkur ke tanah tanpa bisa di tahannya.


Untunglah secepat kilat Roni menangkap tubuh istrinya yang kini tak sadarkan diri dan berada di dekapannya.


Beberapa orang yang kebetulan lewat dan berlalu lalang membantu Roni mengangkat tubuh ramping Citra menuju ke dalam mobilnya yang terparkir tak jauh dari bangunan kantor Erik.


Hati Roni mulai berkecamuk, tak dapat di pungkiri kalau dirinya ternyata masih sangat khawatir dengan keadaan Citra, meski memang dia akui, dia sengaja berselingkuh hanya demi membalas kekecewaannya atas kebohongan Citra yang menyembunyikan identitas ayah biologis Jemi yang sebenarnya, namun rasa cintanya pada Citra masih tersisa di hatinya, bagaimana pun mereka berpacaran semenjak sekolah, belum lagi melalui lika liku perjalanan cinta yang tak mudah, menghianati Erik, di tentang ibunya Citra, mengingat lagi semua itu membuat hati Roni bergetar hebat.


Benar kata orang, penyesalan selalu datang terlambat,


Tapi untuk kali ini, Roni tak ingin terlambat lagi dalam menyelamatkan bahtera rumah tangganya, dia akan mencari tahu dan membuktikan sendiri siapa ayah Jemi yang sebenarnya, sebelum semuanya benar benar terlambat dan dia akan menyesali semuanya sampai akhir hidupnya karena telah menyia nyiakan anak dan istrinya hanya karena sebuah kesalah pahaman dan kepecundangan dirinya yang tak becus menghadapi masalah.


***

__ADS_1


"Sayang, kamu sudah tau sejak lama tentang surat yang di palsukan mba Citra itu ?" tanya Mira setelah semua orang keluar dari ruang kerja suaminya dan hanya menyisakan mereka berdua di dalam sana.


"Hmm,,, tadinya aku merasa kasihan pada anak itu, jadi aku tak memberi tahu mu perihal ini, biar kamu mengira Jemi anak ku dan mau menerima anak itu dengan tulus," ucap Erik.


"Ya Tuhan,,, mana aku tega menolak anak itu, meskipun dia tak ada ikatan darah dengan mu sekalipun, kalau memang mba Citra menginginkan kita mengasuhnya, aku bersedia dengan tulus ikhlas," urai Mira, dia merasa miris anak bayi sekecil itu harus di lempar kesana kemari bagai bola.


Terkadang Mira tak habis pikir dengan jalan pikiran Citra, sebagai seorang ibu, demi kepentingannya sendiri, dia rela mengorbankan dan memalsukan status anaknya, bukannya itu akan sangat fatal jika sampai kelak Jemi dewasa menganggap ayah yang salah dan mengasingkan ayah aslinya.


Tapi balik lagi terkadang ego manusia tak jarang acap kali menutupi akal sehat nya sehingga bertindak di luar logika dan tak memikirkan efek ke depannya.


Bahkan itu semua terjadi bukan hanya pada Jemi, tapi juga pada dirinya yang di perlakukan nyaris sama oleh Tita sang ibu.


Mungkin berangkat dari nasib yang sama yaitu di sia siakan oleh ibu kandung, rasa prihatin akan nasib Jemi otomatis keluar begitu saja di diri Mira.


"Bagaimana jika nantinya Jemi tak mengenal ayah kandungnya sampai dia dewasa ? Bagaimana kalau mba Citra tidak mengurus Jemi secara baik ?" cicit Mira dengan mata yang menerawang jauh membayangkan wajah lucu Jemi si bayi yang tak berdosa itu.

__ADS_1


"Kamu terlalu banyak berpikir sayang, aku yakin seribu persen, Roni tak akan diam begitu saja apabila dia sampai tau anaknya di sia siakan Citra, kita orang luar, kita hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mereka saat ini," Erik mengelus punggung sang istri, dia cukup paham apa yang di pikirkan Mira saat ini.


__ADS_2