Terjebak Cinta HOT DUDA

Terjebak Cinta HOT DUDA
Mungkin Kita Jodoh,


__ADS_3

Tanpa di sadari sepasang mata memperhatikan dan menatap kebersamaan Mira dan Arman yang sedang asik mengobrol dengan tatapan tidak suka.


"Aku duluan, Kak !" pamit Mira yang baru saja menyelesaikan suapan terakhirnya dan buru buru pergi meninggalkan kantin karena kebelet pipis.


Setengah berlari Mira menuju toilet, sampai sampai dia tak sengaja menabrak seorang wanita yang berada di ambang pintu toilet seperti sengaja menghalangi jalannya.


"Ups, maaf mba, saya tak sengaja !" ucap Mira langsung masuk ke bilik toilet.


"Punya mata tuh, dipake !" bentak wanita itu dengan tatapan tidak bersahabat, Mira hanya mengabaikan wanita itu, selain dirinya yang memang bersalah karena sudah menabrak nya tanpa sengaja, dia juga malas ribut karena hal sepele, yang penting dirinya sudah meminta maaf, pikirnya.


Setelah selesai menuntaskan buang air kecilnya, tiba tiba dia merasa kaget karena pintu toilet tak bisa di buka, pintu itu seperti terkunci atau ada sesuatu yang menghalanginya dari luar.


"Woy,,, ada orang gak, di luar ?!" teriak Mira mencoba mencari pertolongan.


Mira merogoh saku celananya berharap dia membawa ponselnya, namun sekali lagi dia memang sepertinya sedang apes, ponselnya ternyata masih di dalam tasnya yang kini berada di ruang kerja Erik.


"Ah, apes bener hari ini, gw bisa di sini sampe besok kalo begini ceritanya, nasib nasib !"ratap Mira yang entah sudah berapa lama terkunci di ruangan sempit itu, yang jelas rasanya sudah sangat lama dia di sana.


***


Erik melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangan nya, sudah lewat dua jam dari waktu istirahat makan siang, namun Mira belum juga kembali ke ruangan kerjanya.


"Kemana dia, benar benar tidak disiplin !" gerutu Erik kesal, lalu dia mengeluarkan ponselnya lalu mencoba menghubungi Mira, namun suara ponsel Mira justru terdengar berbunyi nyaring di ruangan kerjanya, tepatnya dari dalam tas Mira yang tergeletak di meja kerja wanita itu.


"What,,, ? Dia tak membawa ponselnya ?" geram Erik putus asa.


Sudah saatnya jam pulang kantor, tapi Mira belum juga terlihat batang hidung nya, ada sedikit rasa cemas dan hawatir di hati Erik yang tanpa dia sadari harap harap cemas menunggu kedatangan Mira sedari tadi siang.


Lehernya bahkan terasa pegal karena beberapa kali menengok ke arah pintu yang tetap tertutup meski berharap seseorang masuk dari pintu itu.


Tok,,, tok,,, tok !


Terdengar suara ketukan pintu dari luar, tanpa sadar Erik membentuk lengkungan senyum di bibir nya, seraya mempersilahkan orang yang berada di luar itu untuk masuk.


Namun goresan kecewa terlihat jelas di raut wajah Erik saat ternyata yang datang ke ruangannya adalah seorang petugas security yang berjaga di pintu masuk utama kantor yang dia tanyai tentang Mira.

__ADS_1


"Maaf pak, saya tidak melihat nona Mira keluar dari gedung ini semenjak tadi pagi !" lapor petugas jaga itu.


"Apa kau juga sudah mengkorfirmasi dengan petugas yang menjaga pintu belakang ?" tanya Erik.


"Sudah Pak, bahkan sampai sekarang motor nona Mira masih terparkir di basement gedung," urai nya.


Erik terlihat semakin hawatir, bertanya tanya kemungkinan kemana Mira pergi.


"Antar aku ke ruang kontrol cctv kantor !" ucap Erik beranjak dari tempat duduk nya dan bergegas keluar ruangan di ikuti langkah petugas itu di belakangnya.


Dengan cermat Erik melihat beberapa layar yang berada di ruangan itu, mengikuti kemana langkah kaki Mira dari semenjak keluar ruangan nya yang berpamitan untuk makan siang, lalu ke kantin, lalu,,,


"Shiiiittt !" umpat Erik langsung berlari keluar ruang kontrol cctv dan berlari sekencang mungkin menuju toilet yang berada tiga lantai di atas nya, bahkan tanpa di sadarinya dia menaiki tangga darurat karena lift yang dia tunggu dengan tidak sabaran itu tak kunjung turun dan terbuka.


Erik menendang tanda dilarang masuk yang berada di depan pintu toilet wanita itu, dengan tidak peduli, Erik langsung masuk ke ruangan yang baru pernah dia masuki seumur hidupnya itu.


Erik memeriksa setiap bilik yang berjejer di ruangan itu, sambil meneriakan dan memanggil nama Mira berulang ulang.


Sampai akhirnya dia menemukan pintu sebuah bilik yang terkunci dari luar, Erik segera membukanya, dan betapa terkejutnya Erik saat melihat Mira yang tergeletak di lantai toilet, entah berapa lama gadis itu di sana.


"Mira ! Mira !" panggil Erik panik sambil menepuk nepuk pipi gadis yang matanya terpejam itu.


"Ah, apa aku bermimpi ? Akhirnya,,, untung saja bos yang datang !" ucap Mira sambil mengerjap ngerjapkan matanya beberapa kali menyesuaikan matanya dengan cahaya.


"Memangnya kenapa kalau aku ?" tanya Erik.


"Tadi aku sempat bernadzar, jika yang menyelamatkan ku dari sini seorang perempuan, maka akan ku jadikan saudara, dan jika itu seorang pria, maka akan ku jadikan pasangan hidupku !" cengir Mira.


"Ternyata Tuhan merestui kita !" sambungnya.


Erik menggelengkan kepalanya, dia tak habis pikir dengan gadis itu, dia sungguh benar benar panik mengetahui Mira terkunci di toilet sekian lamanya, tapi gadis itu masih bisa berseloroh dengan riang nya.


"Auwh !" ringis Mira saat berusaha untuk bangun dari posisi tidurannya.


"Kenapa ?!" tanya Erik hawatir.

__ADS_1


"Kaki ku kram dan kesemutan !" jawab Mira meringis menahan sakit di kakinya.


Tanpa bertanya lagi Erik mengangkat dengan mudah tubuh kurus itu.


"Hmm, lagi lagi kau menyusahkan ku, sudah berapa kali aku mengangkat tubuh mu ini, menyebalkan !" gerutu Erik dengan wajah dingin nya.


"Mungkin kita berjodoh, bos ! Aku akan menunggu saat saat ketika bos menggendongku dengan memakai gaun putih menuju kamar pengantin kita !" goda Mira dengan cengiran khasnya yang selalu sukses membuat Erik berdecak kesal karena ocehan nya itu.


"Apa yang sebenarnya terjadi ?" tanya Erik sambil terus membopong tubuh Mira menuju ruangannya.


"Aku tadi kebelet pipis, pas udah selesai, kok pintunya gak bisa kebuka, aju udah gedor gedor teriak teriak, tapi gak ada satu pun orang yang menolong !" beber Mira.


Erik mendengarkan dengan serius cerita Mira, meski dia tau siapa orang yang sudah mengunci gadis itu, karena semuanya terekam di cctv yang terpasang di luar toilet.


"Apa kau punya masalah dengan karyawan di perusahaan ini ?" tanya Erik lagi seperti seorang polisi yang sedang menginterograsi tersangka.


"Tidak !" jawab Mira sambil menggelengkan kepalanya yakin.


"Bos, tiap hari aku berada di ruangan anda, hanya sesekali ke kantin untuk makan siang, kapan aku punya waktu untuk bermasalah dengan karyawan sini, yang ada aku selalu bermasalah dengan bos di perusahaan ini !" cicit Mira.


"Lalu kenapa kau bisa tergeletak di lantai toilet ? Apa kau terluka ?" tanya Erik memeriksa tubuh Mira yang kini di rebahkan di sofa ruangan nya.


"Cieeehhhh,,,,, hawatir, cieeeh mulai perhatian !" goda Mira menunjuk ke arah Erik yang wajahnya langsung memerah karena tiba tiba merasa malu hanya karena di goda bocah perempuan yang selalu membuatnya kehilangan kesabaran.


"Aku serius ! Apa yang terjadi sampai kau tergeletak di lantai ?" tegas Erik berusaha mengembalikan wibawa nya.


"Aku gabut bos, mau ngapain di temapt itu, akhirnya karena kelamaan jadi ngantuk," ucap Mira.


"Terus ?!" tanya Erik mulai merasa ada yang tidak beres dengan jawaban Mira.


"Terus tidur lah,!" jawab Mira polos.


Erik menepuk jidatnya sendiri, benar saja, dia merasa ada gelagat menjengkelkan yang akan terlontar dari mulut gadis yang seharian dia hawatirkan itu, ternyata dia masih bisa tertidur di tengah gentingnya suasana karena fia terkunci di dalam toilet.


"Lha, memangnya bos berharap aku ngapain di dalam toilet yang terkunci ?" tanya Mira.

__ADS_1


"Terserah kau saja, kau memang gadis konyol yang pernah aku kenal !" lirih Erik menahan kekesalan nya agar tak menjadi sebuah huru hara karena dirinya merasa sia sia sudah menghawatirkan gadis bodoh itu, dia menyesal mengapa tak membiarkan dia menginap di toilet semalaman, dan kalau perlu tak usah keluar lagi dari sana agar tak lagi membuatnya merasa jengkel atas semua ulah konyolnya.


Namun satu yang pasti akan dia lakukan esok, dia akan memberi sangsi yang sangat berat pada pelaku yang sudah mengunci Mira yang selama dua minggu ke depan akan menggantikan posisi Kemal menjadi asisten pribadinya untuk sementara itu.


__ADS_2