Terjebak Cinta HOT DUDA

Terjebak Cinta HOT DUDA
Gadis konyol


__ADS_3

Wajah Erik berubah menjadi merah padam karena malu dan marah menjadi satu saat itu, tak dia kira kalau dirinya bisa di kerjai habis habisan oleh bocah tengil itu.


"Om, boleh gak aku tanya sesuatu ?" tanya Mira.


"Apa lagi ?" ketus Erik.


"Om suka ya sama aku ?" tanya Mira polos dan enteng banget seperti sedang bertanya alamat pada orang di pinggir jalan.


"Bocah tengil apa kau tak punya otak ? Gak mungkin lah aku menyukai mu !" kaget Erik sedikit gelagapan menjawab pertanyaan Mira.


"Kenapa om cium aku ?" todong Mira.


"Hey, itu kecelakaan, lagi pula aku sudah bilang kalau aku hanya mengecek apa ada bau alkohol di mulut mu," Erik lagi lagi beralasan.


"ngeles aja,,! Apa susah nya sih, bilang 'iya suka, gengsi amat !" cicit Mira.


Erik hanya menggeleng gelengkan kepalanya, tak pernah terpikir olehnya kalau dirinya akan menjadi bulan bulanan Mira hari ini.


Erik juga tak habis pikir kenapa dirinya visa begitu mudahnya tergoda oleh bibir merah merona Mira, padahal tak ada wanita mana pun yang menarik hatinya setelah penghianatan yang di lakukan Citra padanya.


"Jangan buat orang hawatir, untung saja aku bisa menebak kode akses pintu apartemen mu !" kata Erik.


Namun tiba tiba ponsel Mira berdering beberapa kali, tak ada nama yang tertulis di layar, hanya ada deretan angka asing yang tidak dia kenal.


Lama Mira memandangi layar ponselnya, menimbang nimbang apakah dirinya harus menerima pabggilan telepon itu atau mengabaikannya.


"Kenapa ponsel mu hanya kau pelototi saja, berisik sekali !" tegur Erik sambil matanya melirik sekilas ke arah layar ponsel yang lagi lagi berbunyi nyaring dan menempulkan deretan angka di sana.


"Nomor asing, aku malas menerima panggilan dari nomor tak di kenal !" helas Mira seraya memasukan kembali ponselnya ke dalam tas, dan men silent ponselnya.


Mira tak ambil pusing siapa yang menelponnya.


Setelah lelah seharian menemani Erik bertemu klien dan meninjau beberapa proyek, hampir jam 7 malam kini mereka sampai ke apartemen mereka, namun tanpa di duga duga Tita sudah berdiri di pintu masuk loby apartemen, bersama seorang wanita bule.


"Mira, mom menunggu mu di sini sejak siang, kau malah keluyuran, mom juga menelpon mu ratusan kali, tapi tak kamu angkat, kalian malah enak enak pacaran !" semprot Tita sambil menunjuk nunjuk wajah Mira.

__ADS_1


"Ada apa lagi ibu datang ke sini ? Bukankah ibu sudah mendapatkan apa yang ibu mau ?" sinis Mira.


"Dasar anak durhaka, mom datang boro boro di sambut malah di perlakukan seperti ini, kau benar benar anak tak tau diri !" ucap nya.


"Ini anak uncle Tom, namanya Alisha dia akan tinggal bersama mu di apartemen, karena dia ingin kuliah di Indonesia." terang sang ibu.


"Apa ? Tidak bisa seperti itu dong bu, apartemen ku hanya satu kamar dan sangat sempit, lagi pula ibu rak pernah membicarakan hal ini sebelumnya !" protes Mira.


"Kau membeli apartemen itu hasil dari uang menjual rumah, kan ? berarti mom punya hak atas apartemen itu !" ucap Tita.


"Bu ! Bukannya waktu itu ibu sudah meminta uang bagian ibu ? dan sekarang masih merusuh tempat tinggal ku ? Dia hanya anak bawaan suami mu bu, dia orang lain, kenapa aku harus mengalah demi orang lain ?!" pekik Mira.


Erik yang masih berdiri di sana mendampingi Mira mulai memahami situasi yang terjadi, dia sangat miris dengan kejadian demi kejadian yang menimpa gadis itu, hidup dan berjuang seorang diri demi hidupnya, dan kini ibunya yang mengabaikannya selama bertahun tahun datang hanya untuk mencari keuntungan dari anaknya itu.


"Alisha bukan orang lain, dia sudah ku anggap sebagai anak mom sendiri, dia juga anak yang manis dan penurut, tidak pemberontak seperti mu !" ucap Tita dengan teganya membandingkan anak kandungnya sendiri dengan anak tiri bawaan suami barunya itu.


"Aku tak akan pernah berbagi tempat tinggal dengan siapa pun, apa lagi dengan orang asing itu !" ketus Mira.


"Tidak bisa, semua sudah di siapkan kau tetap harus mengijinkan adik mu ini tinggal bersama mu, setidaknya untuk sementara sampai dia mendapatkan tempat tinggal sendiri !" keukeuh Tita.


Erik mengikuti langkah cepat Mira yang berjalan menuju luar apartemen, hatinya sungguh kesal dan marah dengan kelakuan ibunya itu, lagi lagi eanita yang sudah mehirkan sekaligus menelantarkannya itu berbuat ulah yang merugikannya.


"Mira !" panggil Erik menarik bahu Mira yang berjalan tanpa arah.


"Untuk apa Om mengikuti ku ?" tanya Mira dalam isak tangisnya.


Sejenak Erik berpikir, dia juga tak tau untuk apa dan mengapa dirinya mengejar gadis itu, bahkan kini mereka terlihat seperti pasangan kekasih yang sedang bertengkar di jalanan.


"Kau berjalan sambil menangis, itu berbahaya, jika terjadi sesuatu pada mu aku akan rugi karena kau tak bisa bekerja di kantor untuk melunasi hutang mu !" ucap Erik yang entah dapat ide dari mana dia mengucapkan hal bodoh seperti itu.


"Aaah,,,, semua orang jahat padaku, bahkan saat aku terpuruk seperti ini, masih saja di ingatkan masalah hutang hutang ku !" Mira berjongkok dan menyembunyikan wajahnya di kedua lututnya lalu menangis tersedu


Erik menjadi serba salah, dia menggaruk garuk kepalanya yang tak gatal, sungguh dirinya tak bermaksud membuat gadis itu semakin sedih, namun mulut lancang nya itu tiba tiba mengucapkan kata kata tanpa di kehendakinya,


"Mir, orang orang menonton kita, semua orang akan mengira kalau aku sudah berbuat yang tidak tidak pada mu !" ucap Erik sambil menoleh ke kiri dan ke kanan melihat orang orang sekitar yang menjadikan mereka bahan tontonan.

__ADS_1


Namun Mira tak bergeming, dia tetap di posisi semula, berjongkok sambil menangis, bahkan kuni suara tangisan nya semakin kencang.


Karena merasa malu dengan orang-orang yang menontonnya, Erik laku membungkuk dan menggendong tubuh gadis yang seolah sedang merajuk itu dengan mudahnya.


"Aku tak mau pulang, aku tak mau bertemu ibu, semua orang jahat pada ku !" raung Mira di sepanjang jalan memberontak dalam gendongan Erik.


Erik lalu membawanya ke dalam mobilnya lagi, dia tau kalau saat ini Mira butuh waktu untuk menenangkan diri dan sebaiknya tidak bertemu dengan ibunya terlebih dahulu.


Mobil Erik berhenti di depan sebuah taman kota, laki laki itu kebingungan harus membawa Mira ke mana, gadis itu terus terusan menangis tanpa henti si sepanjang jalan membuat Erik merasa semakin bingung.


"Apa kau masih ingin menangis ?" tanya Erik yang di jawab dengan anggukan Mira.


Erik menarik nafas nya panjang dan dalam, dia sungguh tak pernah menghadapi situasi seperti ini, ini bebar benar asing baginya, Mira yang dia kenal selalu ceria dan konyol kini menunjukkan sisi lemahnya.


Sementara selama dia menikah empat tahun dengan Citra sepertinya mantan istri nya itu tak pernah merajuk seperti ini, mungkin karena Citra juga seorang wanita dewasa sehingga pertengaran atau masalah biasanya bisa di selesaikan dengan pembicaraan saja.


Tapi entah mengapa sikap yang ditunjukkan Mira saat ini pun tak membuat Erik merasa terganggu, bahkan saat Mira tiba tiba menyandar di bahunya, gadis itu seakan ingin mencari sandaran atas beban berat yang di tanggungnya.


Lama Erik membiarkan Mira bersandar, sampai tak terdengar lagi suara isak tangis yang sejak tadi seperti menjadi musik pengiring sepanjang perjalanan.


"Kau sudah baikan ? Sudah tenang ?" tanya Erik,


Namun sayangnya tak ada jawaban apapun dari gadis yang di tanyainya itu.


Di liriknya Mira yang sesang bersandar di bahu kirinya itu, napasnya sudah teratur dengan mata yang terpejam, ternyata Mira tertidur di sana.


"Gadis konyol, sempat sempatnya tertidur di saat menangis, kau selalu tertidur di setiap kesempatan !" guman Erik merentangkan tangan kirinya dan mendekap bahu Mira dan menenggelamkan tubuh gadis itu ke dadanya.


Erik menjalankan kembali mobilnya, dengan tangan kiri yang masih mendekap tubuh Mira, sesekali tanpa dia sadari mulutnya menciumi rambut Mira yang kini berada tepat di hadapannya, dia tak habis pikir, mengapa rasanya dia ikut tenang saat melihat Mira terlelap seperti itu, dan hatinya ikut merasa pilu saat tadi melihat gadis itu menangis.


***


Kakak, semuanya,,,, dukung dan ramaikan cerita ohor yang baru yuk, judulnya Bodyguard Penjaga Hati, semoga kakak semua sehat selalu....


__ADS_1


__ADS_2