Terjebak Cinta HOT DUDA

Terjebak Cinta HOT DUDA
Terlambat Menyadari


__ADS_3

Citra memarkirkan mobilnya di halaman rumah tempat tinggalnya bersama Roni yang sudah seminggu lebih tidak dia kunjungi, karena dia kini tinggal di rumah ibunya.


Dengan langkah berat Citra turun dari kendaraan yang di bawa nya, sementara Jemi memang sengaja dia titipkan pada Lisa karena rencananya dia ingin membawa beberapa barang kebutuhan Jemi dan dirinya yang masih tertinggal di rumah itu.


Saat mencoba memutar handle pintu dan membukanya, tanpa perlawanan pintu itu langsung terbuka, berarti memang tak di kunci.


Cukup aneh, mengingat ini siang hari, seharusnya rumah terkunci karena Roni pasti berada di kantor dan rak ada seorang pun di rumah itu, karena selain dirinya dan Roni, tak ada orang dewasa lain lagi yang tinggal di sana.


Citrpa mendorong perlahan pintu kayu jati itu, langkahnya sengaja dia tahan agar suara high heels yang di kenakannyq saat ini rak memimbulkan bunyi nyaring saat beradu dengan ubin marmer rumahnya.


Sayup sayup terdengar suara tawa manja seorang perempuan dari dalam ruangan tengah, tempat biasanya Roni dan dirinya bercanda dan bermanja manja saat malam ketika mereka melepas kangen setelah seharian berpisah karena Roni sibuk bekerja di kantor.


Citra semakin meruncingkan pendengaran nya, berharap kalau itu hanya imajinasinya saja, namun semakin dirinya melangkah masuk lebih dalam maka semakin jelas suara tawa manja dan obrolan akrab antara pria dan wanita dari dalam, siang itu.


Hati Citra bergemuruh, seakan ada gelombang tsunami dahsyat di dadanya dan siap pecah kapan saja, napas wanita itu pun semakin memburu, tak kala membayangkan pemandangan apa yang akan dia lihat setelah ini di ruangan itu.


Langkah Citra terhenti saat nampak di hadapannya, sang suami yang sedang berada di atas tubuh seorang model yang terlentang dan nyaris tanpa busana di atas sofa, dengan serius Roni memompa tubuh sang model sampai tak ada satu pun di antara mereka yang menyadari kehadiran Citra yang saat ini sedang menonton kegiatan panas mereka.


Prok,,,prok,,,prokkkk !


Suara tepuk tangan Citra mengagetkan kegiatan sepasang sejoli yang sedang memadu kasih itu, secara spontan Roni menoleh ke arah suara yang sepertinya terdengar dari arah belakangnya, dan yang membuat Citra tak habis pikir juga sangat merasa di injak harga dirinya adalah, Roni sang suamivyang seakan tak merasa kaget ataupun merasa bersalah karena sudah tertangkap basah meniduri wanita lain di rumahnya di depan mata istrinya, itu lebih dari sekedar gila, tapi luar biasa gila !


"Pertunjukan apa yang kalian pertontonkan padaku di tengan siang bolong seperti ini ?" kata Citra berusaha tegar, meski setan dalam tubuhnya sudah meronta ronta ingin membabi buta saat itu.

__ADS_1


"Pertunjukan seorang suami yang mencari kepuasan dengan wanita lain karena istrinya minggat entah kemana !" jawab Roni dengan nada kesal, mungkin ada beberapa faktor yang menyebabkan dia kesal, bisa saja merasa keasikannya di ganggu, kesal karena Citra meninggalkannya pergi, atau malah mungkin kesal karena dia belum menuntaskan kegiatan panasnya.


Roni memunguti satu persatu baju dan celananya yang yang bertebaran di segala tempat, Citra sampai membayangkan, betapa panasnya permainan mereka sampai baju dua sejoli itu berceceran di mana mana.


Dengan cueknya Roni berjalan tanpa busana, lalu mengenakan pakaiannya di ruangan itu.


Mata Citra tak lepas dari kedua orang yang sedang sibuk mengenakan pakaian mereka, seketika rasa cinta yang sangat besar yang dia simpan untuk cinta pertamanya itu seakan menguap dan hilang begitu saja ketika melihat sang suami melakukan hubungan badan di depan kedua matanya, seketika dia merasa ilfil saat itu juga.


"Istri mu minggat ? Sudah coba tanya, kenapa dia pergi ? Sudah pernah berusaha menghubungi atau mencarinya ? Apa usaha mu untukendapatkan kembali istri mu yang pergi ?" kata Citra, sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.


"Cih, aku tak pernah kehabisan stok perempuan, kalau memang maunya dia pergi, ya pergi lah, buat apa aku cari, istriku tau pasti, dari dulu aku memang bajjingaan, pemain wanita, tapi dia selalu mau menerima ku, mungkin karena kelakuannya sama bejatnya dengan ku !" sinis Roni menimpali pertanyaan Citra dengan jawaban yang benar benar pedas di telinga wanita yang masih berswtatpus istrinya itu, apalagi kata kata itu meluncur begitu saja di depan Dinda yang notabene sebagai selingkuhannya atau mungkin lebih tepat di sebut partner bercinnttanya saat ini.


"Ya sudah, lanjutkan kegiatan kalian, aku juga tak ingin mengganggu, aku ke sini hanya ingin mengambil beberapa barang milik ku dan ANAK MU !" ucap Citra menekankan kata terakhir seakan ingin sedikit mengingatkan pada Roni bahwa ada Jemi di antara mereka.


"Tak perlu bersusah payah, barang barang mu dan barang barang ANAK MU, sudah aku bereskan, dan semua sudah terkumpul di gudang, silahkan ambil semuanya, tak usah menyisakan selembar baju pun di sini !" Roni membalas dengan menekan kan kata anak mu pada Citra yang langsung membelalak mendengar perkataan Roni.


"Anak mu, kau bilang ? Kau gila ! Jangan sampai kau menyesal dan menangis darah atas perlakuan mu terhadap istri dan anak mu !" ucap Citra meninggalkan Roni dan Dinda menuju gudang untuk mengambil barang barang milik dirinya dan Jemi.


Benar saja, beberapa koper dan kardus besar berisi barang barangnya tertata rapi di gudang, entah kapan Roni mengemasnya, rasanya dia pergi baru beberapa hari saja, namun Roni sudah begitu berubah tanpa dia tau apa penyebab suaminya itu berbalik membencinya, namun sepertinya sudah tak ada waktu dan dia juga sudah tak ingin tau lagi alasan di balik suaminya membenci dirinya sedemikian rupa, dia hanya berpikir mungkin ini balasan Tuhan atas apa yang di perbuatnya pada Erik dulu, hatinya kini telah bertekad untuk meninggalkan Roni untuk selamanya, dan berjuang untuk merebut kembali hati Erik, tak peduli Erik akan menikah dan menjadi suami orang lain, tak peduli jika dirinya harus menjadi perebut suami orang nantinya, atau menjadi selingkuhan bahkan menjadi istri kedua pun dia akan sangat bersedia selama itu dengan Erik.


Benar kata orang, kalau penyesalan itu selalu datang terlambat, dan ini lah yang sedang di alami Citra saat ini, dia merutuki kebodohanya dimana sudah menyia nyiakan Erik yang sangat mencintainya melebihi apapun.


Mobil yang di kendarai Citra melaju cepat meninggalkan rumah Roni, tujuannya saat ini adalah kantor Erik, entah mengapa hatinya berkata kalau dia harus bertemu Erik saat ini.

__ADS_1


Citra menerobos masuk ke ruangan kerja Erik, meski sekretaris mencoba menghadang Citra yang memaksa masuk ke ruangan itu.


"Erik !" seru Citra berlari memeluk tubuh mantan suaminya yang terlihat kebingungan karena tiba tiba Citra berada di ruang kerjanya.


Sebenarnya hari ini Erik datang ke kantor hanya untuk menanda tangani beberapa berkas saja, karena besok adalah hari pernikahannya, dan dia akan mengambil cuti beberapa hari, sehingga dia harus memastikan pekerjaan dan proyek proyek yang dia tinggalkan berjalan aman.


"Maaf, jangan seperti ini, aku besok akan----" Erik berusaha melepaskan rangkulan Citra yang kini sedang sesenggukan menangis di dadanya.


"Aku tau,,, kamu besok akan menjadi milik orang lain, ijinkan aku seperti ini sebentar saja, aku tak punya siapa siapa lagi untuk menenangkan hati ku selain bersandar di dada mu yang selalu membuat ku tenang !" ucap Citra dalam isak tangisnya.


"Tapi kita sudah tak pantas seperti ini, sebaiknya kita sama sama lebih menghargai pasangan kita masing masing," Erik mengurai pelukan Citra.


"Aku akan berpisah dari Roni, aku sadar kalau cinta ku pada Roni hanya napsu, dan cinta yang sebenar benarnya itu hanya pada mu !" Citra meraih paksa tangan Erik dan menggenggamnya.


"Betapa egois nya kamu !" cibir Erik.


"Aku ingin kembali pada mu dan memulai semuanya lagi dari awal, bersama anak kita, kita akan menjadi keluarga yang bahagia dan pasangan yang saling mencintai," sungguh Citra menjadi wanita yang tak tau malu saat ini, seakan dia tak punya harga diri mengemis cinta pada lelaki yang pernah di buangnya.


"Citra,,,, apa kau sadar, kalau kau sebenarnya tidak pernah mencintai ku, dulu saat kita masih menjadi suami istri, kau selingkuh dan pergi meninggalkan ku begitu saja, tanpa peduli bagaimana perasaan ku saat itu. Sekarang, kau kembali karena sebenarnya kau tak bisa menerima kalau aku sudah bahagia dengan wanita yang mencintai ku dan lebih layak untuk menjadi pendamping hidup ku, apa kau sadar, kalau kau hanya tak rela aku bahagia dan menginginkan aku untuk terus menderita ?" ucap Erik panjang lebar.


"Tidak, aku,,, aku tidak pernah bermaksud seperti itu, aku terlambat menyadari kalau kamu orang yang paling tepat buat ku," lirih Citra.


"Tapi kau bahkan tak pernah merasa bersalah atau menyesal sudah berselingkuh dan meninggalkan ku !" Erik melepaskan genggaman erat tangan Citra di tangannya, mungkin untuk menghilangkan seratus persen kenangan tentang Citra, jujur saja itu tak mungkin, tapi untuk kembali bersama dengan mantan istri yang telah menghianatinya, itu lebih tidak mungkin baginya.

__ADS_1


__ADS_2