Terjebak Cinta HOT DUDA

Terjebak Cinta HOT DUDA
Rasa yang Asing


__ADS_3

Erik memandangi wajah istrinya yang masih terlelap di atas dadanya pagi itu, begitu tenang wajah Mira seakan semua sisa sisa ketegangan tadi malam lepas begitu saja, hampir lepas rasanya jantung Erik saat mengetahui Mira nyaris saja hilang tadi malam.


Di usapnya dengan lembut kening Mira yang terlihat sedikit memar dan membiru, akibat benturan di mobil semalam.


"Emhhhh,,,!" Mira menggeliat dan perlahan membuka matanya.


"Ish,,, mas, kenapa kamu tidur di sini ?" kaget Mira yang mendapati Erik tidur seranjang dengan dirinya.


"Lantas aku harus tidur di mana ?" goda Erik mencium gemas hidung Mira yang nyawanya belum terkumpul sempurna.


"Ahh,,, iya, kita udah nikah !" seloroh Mira baru menyadari kalau dirinya kini sudah menjadi nyonya Erik Wijaya, dan seketika wajahnya pun memerah karena malu.


"Baru sehari kita menikah, kamu sudah melupakan suami mu ini !" Erik mencolek kening Mira dengan jari telunjuknya.


"Awww !" pekik Mira.


"Maaf, aku tak sengaja, masih sakit ya ? Apa kita ke rumah sakit saja, sekalian memastikan kalau benturan yang terjadi pada kepala mu semalam, tidak berakibat buruk pada mu !?" tawar Erik.


"Tidak, aku sudah tidak apa apa, barusan hanya sedikit sakit dan kaget," elak Mira, dia merasa dirinya sudah baik baik saja saat ini.


"Tapi,,, apa kamu benar benar tidak apa apa ?" Erik merapihkan anak rambut yang menjuntai di dahi Mira.


Mira mendongak menatap Erik yang juga balas menatapnya dengan intens, sesaat tatapan mereka saling mengunci, namun tatapan mata Erik kini beralih turun ke bibir merah Mira.


Erik memiringkan wajahnya, sementara Mira sontak memejamkan matanya saat sapuan hangat nafas Erik tiba tiba sudah mengenai wajahnya, perlahan bibir Erik semakin mendekat dan entah bagaimana awalnya ciuman panas mereka di pagi ini kini semakin liar dan menuntut.


"Sayang, apa aku boleh memintanya sekarang ?" ucap Erik dengan suara serak karena menahan gairah yang memuncak.

__ADS_1


"Hemmm, " jawab Mira hanya dengan dehaman, dia terlalu malu untuk menjawab pertanyaan Erik, saat dirinya mengangguk bahkan wajahnya berubah menjadi semerah tomat, matanya pun berlarian kesana kemari, tak kuasa menatap wajah suaminya yang tetlihat sangat tampan pagi ini dengan hanya mengenakan celana tidur dengan dada yang di biarkan terbuka seakan sengaja menggoda Mira, karena Erik tak memakai atasan.


Ciuman Erik semakin buas dari yang tadi, mungkin karena dia lebih bersemangat karena telah mendapat lampu hijau dari sang istri yang sudah siap menyerahkan harta paling berharga yang dia punya untuk suaminya itu.


Dengan sekejap mata saja pakaian tidur yang Mira kenakan kini sudah beralih tempat, dan tercecer di lantai bawah tempat tidur mereka.


Erik menghentikan aksinya, matanya memandangi tubuh Mira yang tak mengenakan selembar benang pun, tubuh yang indah dan mengagumkan, seakan dia baru pernah melihat tubuh tanpa busana seorang wanita, matanya menjelajah ke setiap lekuk tubuh Mira.


"Mas, kenapa melihat ku seperti itu ? Aku malu !" ucap Mira berusaha menutupi tubuh polosnya dengan selimut, namun Erik berhasil mencegahnya.


"Ijinkan aku mengenali dan mengagumi tubuh mu yang indah ini sebentar saja !" ucap Erik, matanya tajam seperti sedang menelanjjanngii tubuh Mira yang memang saat ini sudah tak berbusana itu.


Erik mengelus pipi lembut yang merona itu denggan perlahan, lalu mengecupnya, dan kecupan itu berpindah ke lehernya, "Kamu sangat cantik, sayang !" bisik Erik di tengah kegiatannya mengecupi cuping telinga Mira.


"Erik !" lirih Mira, seluruh tubuhnya terasa meremang saat Erik mengulum ujung telinganya.


Kedua tangan Mira merremass rambut Erik, ini sebuah rasa dan sensasi yang baru dia alami dan rasakan, terasa seperti aliran listrik menyetrum seluruh tubuhnya, sementara bagiaan pusat tubuhnya juga terasa berdenyut tak karuan.


Erik terus menyusuri setiap lekuk dan setiap inci dari kulit istrinya tanpa ada yang tertinggal sedikit pun, dia sungguh begitu lihai dalam memanjakan pasangannya, sementara Mira yang masih awam masalah hubungaan suami istri itu hanya bisa pasrah dan menikmati gelenyar aneh setiap kali Erik bermain main di area area tertentu di tubuhnya.


Namun tiba tiba kening Mira mengernyit, matanya terpejam dan mulutnya terbuka seperti menahan suatu kesakitan saat sebuah benda seperti menerobos ke inti tubuhnya, terasa sangat penuh, perih, sakit dan asing, namun Erik segera melummatt kembali bibir merekah Mira sebelum istrinya itu akan protes dengan apa yang baru saja dia rasakan.


Erik memompa tubuhnya dengan irama dan nafas yang tak beraturan, sesekali mulutnya meracau memanggil nama Mira yang sedang dia kungkung di bawah tubuhnya, untuk yang pertama kali dalam hidupnya mengambil mahkota seorang gadis, dan Erik sangat terkesan dengan limpahan hadiah dari Tuhan yang bertubi tubi padanya, setelah segala kesedihan dan penderitaan panjang yang dia alami karena penghianatan mantan istrinya itu yang membuat dia sangat terpuruk, kini Erik harus berbangga hati, karena dia merasa menjadi laki laki paling bahagia di dunia ini sekarang.


"I love you, sayang ! Terimakasih sudah menjaga hal paling berharga dalam hidup mu hanya untuk ku !" ucap Erik dengan nafas yang tersenggal senggal sesaat setelah dirinya melengguh panjang karena telah mencapai puncak tertinggi, dan kini pria itu ambruk di sebelah tubuh istrinya yang juga merasa seluruh tubuhnya lemas seperti permen jeli tak bertenaga.


Mira hanya terdiam, mencerna perasaan apa yang kini sedang dia rasakan, semuanya terasa begitu asing baginya.

__ADS_1


"Kamu kenapa ? Kamu tidak suka ? Kamu marah ? Sakit ?" Erik mencecarnya dengan banyak pertanyaan, tapi jawaban Mira atas semua pertanyaan Erik hanya dengan gelengan kepalanya saja, tanpa berkata sedikit pun.


"Sayang, aku minta maaf, apa aku berbuat salah ?" panik Erik bangkit dari posisi rebahannya.


"Aku malu, aku takut tak bisa memuaskan mu !" cicit Mira pelan.


"Tuhan,,,! Kamu membuat ku panik, aku pikir ada apa, tak perlu malu, tak perlu takut, kamu hebat, paling hebat, aku bahagia dan aku sangat terpuaskan oleh mu !" Erik menyerang istrinya itu dengan ciuman di wajahnya secara membabi buta, tingkah polos istri kecilnya itu sangat membuatnya gemas dan memacu gelora, membuatnya merasa ketagihan, serasa ingin memakannya lagi dan lagi.


"Erik,,,, aku mau mandi, badan ku lengket, lepaskan !" teriak Mira saat Erik berusaha menguasai tubuhnya lagi.


Mira melarikan diri ke kamar mandi, meninggalkan Erik yang menonton istrinya berjalan dengan balutan selimut yang melingkar menutupi bagian dada, sampai ke bawah.


Mira berdiri di bawah kran shower yang menghujani tubuh lengketnya akibat kegiatan paginya dengan Erik yang menguras tenaga itu.


Air hangat yang jatuh dan menimpa kepalanya sungguh membuatnya sangat relaks, matanya terpejam dengan wajah yang dia tengadahkan menghadap shower agar air hangat itu membasuh wajahnya.


Namun tiba tiba sebuah tangan tiba tiba melingkar di pinggang sampai perut ratanya dari belakang, Mira memutarkan kepalanya ke arah samping, tapi ternyata kepala Erik sudah berada di ceruk lehernya, tubuh polosnya terasa menempel dengan tubuhnya yang juga sama sama polos, karena sedang mandi.


"Aku masih menginginkan mu, tapi kamu berani beraninya meninggalkan aku sendirian !" ucap erik dengan tangan yang kini menjelajah di dada Mira.


"Emhh, Erik !" pekik Mira tertahan.


"Hmm,,, panggil namaku, teriakan namaku, sayang !" bisik Erik dengan suara yang sangat berat.


Erik membalikan tubuh Mira menjadi berhadapan dengannya, lalu di pepetnya tubuh sang istri agar merapat ke dinding kamar mandi, tangan kiri Erik memegangi kedua tangan Mira yang dia angkat ke atas kepalanya, sementara tangan kanannya bermain main di dada Mira yang membusung.


Sungguh pemandangan yang tak mungkin Erik lewatkan begitu saja, mereka pun memulai dan mengulang lagi kegiatan yang tadi terjadi di atas tempat tidur, Erik mengangkat satu kaki Mira agar melingkar di pinggangnya dengan di tahan oleh tangan kanannya, dan mereka kembali berlomba mendaki menuju puncak, dengan saling meracau dan meneriakan nama pasangan mereka, sungguh dunia ini terasa hanya berisi mereka berdua saja, tak ada orang lain lagi.

__ADS_1


__ADS_2