Terjebak Cinta HOT DUDA

Terjebak Cinta HOT DUDA
Ciuumman Terakhir


__ADS_3

"Kau bahkan tak pernah merasa bersalah atau menyesal sudah berselingkuh dan meninggalkan ku !" Erik melepaskan genggaman erat tangan Citra di tangannya.


Tubuh Citra luruh di lantai ruangan itu seketika saat mendengar perkataan Erik padanya, betapa dirinya kini sungguh sangat menyesal karena ternyata Erik yang dulu selalu mendekap nya dengan erat dalam setiap keadaan itu sudah benar benar terasa jauh bahkan untuk sekedar di raihnya.


"Aku bersalah pada mu, dan aku sangat menyesal telah melakukan itu semua, menghancurkan rumah tangga kita hanya demi napsu yang menyesatkan ku, aku mohon, beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya, sebelum kau benar benar menjadi milik orang lain !" Citra memeluk kedua kaki Erik dan menangis di sana, dia benar benar sudah membuang gengsi dan harga dirinya dengan bersimpuh di bawah kaki mantan suaminya itu.


"Citra, sudahlah, tak perlu kau bersikap berlebihan seperti ini, semua di antara kita telah berakhir dan berlalu, bangun lah !" Erik mengangkat tubuh Citra agar kembali berdiri, namun tanpa di duga justru Citra yang seperti sudah kehilangan akal sehatnya itu malah mengalungkan tangannya di leher Erik dan meraup bibir pria yang dulu selalu memberinya ciuman hangat setiap saat itu.


Erik yang terkesiap menerima serangan dari Citra tak bisa menghindar, apalagi saat dirinya hendak menarik kepalanya agar menjauh, Citra justru memperdalam ciumannya dengan menekan tengkuk dan kepala bagian belakang Erik sehingga gerakan kepala pria itu tak bisa leluasa karena dalam penguasaan Citra saat ini, dan mereka terlihat seakan sedang berciuman panas di lihat dari berbagai sisi mana pun.


"Oh tidak, kalian,,,, apa yang kalian lakukan ?" teriak seorang wanita yang tiba tiba masuk ke ruanganan yang pintunya memang tidak terrtutup sempurna itu.


Sedetik kemudian hal yang mungkin tak pernah terpikirkan oleh Citra maupun Erik terjadi, tiba tiba kepala Citra terjengkang ke belakang karena sebuah tangan menjambak rambut panjang Citra yang tergerai itu dengan keras dan kasar sampai Citra mundur beberapa langkah karena tarikan kencang di rambutnya itu.


"Siapa kau ?!" teriak Citra sesaat setelah jambakan rambutnya terlepas.


"Aku malaikat maut mu !" teriaknya dengan wajah memerah karena marah.


"Alisha, cukup !" lerai Erik meninggikan suaranya.


"Alisha ? Siapa lagi dia ?" Citra memicingkan matanya dan menatap tajam Erik yang kini duduk di kursi kebesarannya sambil memijat keningnya yang tiba tiba merasa pening.


"Apa peduli mu wanita tua tak tau diri, kau mau menggoda kak Erik, langkahi dulu mayat ku, kalaupun dia tak jadi menikah dengan kakak ku, maka aku yang paling pantas mendampinginya, bukan wanita tua seperti mu !" cibir Alisha yang datang ke kantor Erik karena ingin menemui calon kakak iparnya itu untuk berbicara suatu hal yang sangat penting menurutnya.


"Apa, WANITA TUA kata mu ? Jaga ucapan mu itu, jangan sampai aku menampar mulut lancang mu itu, bocah sinting !" Citra terbelalak karena perkataan Alisha yang mengatainya wanita tua berulang kali dan itu sangat melukai harga dirinya yang merasa di injak injak oleh bocah ingusan seperti Alisha.


"Alisha sudah lah, ini hanya salah paham saja, lebih baik kalian berdua pergi dari sini, kalian hanya membuat ku bertambah pusing saja !" usir Erik pada kedua wanita yang sedang bertikai di hadapannya itu.


"Aku akan mengadukannya pada kak Mira, akan sangat seru jika di detik detik terlaksananya pernikahan kalian, harus bertengkar dan putus karena perselingkuhan calon mempelai pria dengan wanita,TUA !" Alisha mengerlingkan matanya pada Citra saat mengucapkan kata tua dengan nada mengejek.

__ADS_1


"Berengsek kau, kau terus mengatai ku, mulut mu pantas di hajar, agar tak kurang ajar pada orang yang lebih tua dari mu ini !" Citra menampar wajah Alisha tepat di mulutnya hingga sudut bibirnya terluka dan mengeluarkan sedikit darah.


Alisha yang merasa terpancing langsung melawannya dengan kembali menjambak rambut Citra dan menendang tubuh Citra berulang kali ke segala arah.


Erik yang merasa muak dengan pertunjukan dua wanita yang sengaja mengganggunya sehari sebelum hari pernikahannya itu langsung pergi begitu saja dari ruangannya, tanpa memperdulikan perkelahian antara Alisha dan Citra yang semakin membabi buta.


"Kak Erik, tunggu !" teriak Alisha yang tak bisa mengejar perginya Erik karena tubuhnya sesang bergulat dengan Citra


Begitupun Citra yang tak bisa mengekor dan menyusul langkah Erik karena rambutnya masih dalam cengkeraman tangan Alisha.


"Erik, tolong aku ! Singkirkan berandalan kecil ini dari tubuh ku !" teriak Citra juga dalam ringisannya menahan sakit.


Namun tak ada satu pun yang Erik pedulikan, dia tetap berlalu tanpa ingin menengok lagi sedikitpun ke arah belakangnya.


"Jangan lerai perkelahian mereka, biar saja mereka seperti itu sampai besok, setidaknya tak akan ada yang mengganggu di acara pernikahan ku !" ucap Erik pada Kemal yang sekuat tenaga menahan tawanya melihat perkelahian dua wanita yang entah memperebutkan apa itu.


***


"Hmm,,, aku lebih senang jika aku di sibukan dengan setumpuk pekerjaan, dari pada harus di pusingkan dengan pertengkaran dua wanita tak jelas !" ketus nya masih dengan nada kesal.


"Maksudnya ?" Mira tak mengerti kemana arah pembicaraan Erik.


"Lihatlah sendiri, aku malas menjelaskan nya !" Erik menyodorkan ponselnya yang menampilkan rekaman cctv ruang kerjanya.


"Mas,,, kamu berciuman sama mba Citra ?!" tanya Mira dengan wajah sedikit di tekuk karena kesal harus menyaksikan adegan calon suaminya beradegan tidak senonoh dengan mantan istrinya yang dia tau, dulu Erik sangat mencintainya.


"Sayang, aku di cium paksa, bukan berciuman ! Tolong di bedakan, karena artinya akan sangat berbeda !" elak Erik tak terima.


Sebenarnya Mira pun bisa melihatnya dengan jelas kalau Citra yang mencium Erik, sedangkan Erik sendiri sudah berusaha melepaskan diri, tapi tetap saja rasa cemburu itu ada dan membuat dadanya terasa di tusuk tusuk jarum.

__ADS_1


"Tapi kalian tetap saja berciuman !" rajuk Mira.


"Sayang,,,, lihat dengan teliti di video itu, aku sama sekali tidak membalasnya, sumpah ! Kalau aku berniat yang tidak tidak, untuk apa aku memperlihatkan video rekaman cctv ini pada mu," wajah Erik berubah pucat pasi, dia tak menyangka jika niat baiknya untuk bersikap jujur dengan apapun yang terjadi, justru malah membuat Mira meradang saat ini.


"Mira, sayang ! Aku tidak ingin menyembunyikan apapun dari mu, makanya aku memperlihatkan video ini agar kamu melihatnya secara langsung kejadiannya, tapi aku tidak tau kalau ternyata dengan seperti ini malah membuat mu sedih, aku minta maaf,," sesal Erik.


Namun sejurus kemudian, Mira malah tampak tersenyum manis, melihat kegelisahan Erik karena merasa bersalah pada dirinya.


"Aku tau, aku percaya kamu tak akan melakukan hal hal yang dapat menodai hubungan kita, aku hanya sedit kesal saja, sedikiiiiit sekali," ucapnya dengan nada sedikit menggoda.


"Ya Tuhan, kamu membuat ku takut saja, jangan sampai gara gara video itu kita gagal menikah, besok !" Erik membuang nafasnya lega, ternyata Mira tak benar benar marah padanya.


"Tapi tetap saja, aku cemburu kamu berciuman sama mba Citra !" sungut Mira.


"Sayang,,, aku tidak berciuman, aku di cium paksa !" lagi lagi Erik protes tak terima.


Lalu dengan sigap Erik menangkup dan membingkai kedua pipi Mira dengan kedua tangannya, lalu melummatt bibir merah kekasihnya itu.


"Itu baru yang di namakan berciuman, saling memberi dan menerima !" cicit Erik.


"Itu ciuman terakhir ku untuk mu sebagai kekasih," ucap Erik dengan senyum penuh arti.


"Kenapa ?" polos Mira.


"Karena besok status ku bukan kekasih mu lagi, tapi suami mu, dan kamu harus siap siap sayang, karena besok, kemungkinan aku tak hanya akan mencium mu saja, tapi aku akan membuat mu menjadi wanita seutuhnya !" goda Erik.


"Hey, aku wanita seutuhnya, bukan wanita jadi jadian,!" protes Mira.


"Oh, belum sayang,,,! kamu belum bisa di katakan wanita seutuhnya, kamu masih gadis seutuhnya !" cengir Erik mencapit hidung bangir kekasihnya dengan gemas.

__ADS_1


"Ish, dasar duda mesuuum !" ujar Mira saat baru sadar dan mengerti kemana arah pembicaraan Erik saat ini.


__ADS_2