Terjebak Cinta HOT DUDA

Terjebak Cinta HOT DUDA
Gagal Unboxing


__ADS_3

Alisha ternyata berhasil mengaduk aduk perasaan Mira dan mengacaukan pikiran wanita itu di malam pertamanya yang seharusnya dia bersenang senang dan menghabiskan malam penuh cinta dengan suaminya, begitu besar keinginan hatinya untuk berusaha menolak, namun membayangkan Tita yang sedang sakit dan sisa umurnya yang tidak lama lagi, hatinya sedikit terenyuh, tapi logikanya mengatakan untuk tidak peduli dan tak usah percaya dengan ucapan Alisha yang bisa saja itu hanya bualan adik tirinya itu belaka.


Di tengah perdebatan anatara hati kecil dan logikanya, ketukan pintu kamar mandi membuatnya terkejut,


"Sayang, apa kamu baik baik saja ? Kamu sudah hampir setengah jam di dalaam kamar mandi," panggil Erik yang sedikit hawatir karena sang istri tak juga keluar dari toilet.


"Ah iya, aku baik baik saja. Aku sebentar lagi selesai !" teriak Mira dari dalam, lalu dia bergegas mandi dan berganti pakaian.


"Sayang, apa akamu benar benar baik baik saja ? aku tak mau di hari pertama kita sebagai suami istri, kamu memikirkan hal lain, saat kita sedang bersama. Aku tak sekejam itu kalau kamu ingin menemui ibu mu, aku akan mengantar mu, agar kamu bisa tenang," ucap Erik yang ternyata sedang menungguinya di depan pintu kamar mandi.


"Aku bingung, aku tak tau harus berbuat apa, aku tak tau harus bagaimana ! Aku ingin tidak peduli oada ibu ku, tapi kenapa hati ku menyangkal logika ku ?" Mira verhambur memeluk suaminya, menumpahkan semua yang berkecamuk dalam hatinya di dada Erik.


"Its okay sayang, kita akan menemui ibu mu setelah aku selesai mandi agar kamu tenang !" Erik mengusap lembut punggung istrinya dan mencium dalam pucuk kepalanya.


"Tapi,,, mungkin ini hanya karena aku over thinking saja, sepertinya kita tidak perlu menemuinya !" tolak Mira.


"No ! Aku tak ingin melihat wajah cemas mu sepanjang malam, ini malam kita sayang !" tegas Erik.


"Hmmm maafkan aku, aku mengacaukan malam pertama kita, ya ?!" sesal Mira.


"Tidak, kamu tidak mengacaukan apa pun," ucap Erik mengecup sekilas bibir Mira dan melenggang masuk ke kamar mandi.


'Berengsek, berani beraninya mereka berulah di malam pengantin ku, lihat saja, apa yang akan aku berikan unttuk mereka !' kesal Erik, hampir saja dia meninju dinding kamar mandi hotel saking emosinya, namun Erik tak ingin membuat Mira bertambah panik, jadi laki laki tempramen itu berusaha sekuat tenaga meredam amarahnya yang sering kali datang meledak ledak.


Erik mengeluarkan ponsel dari balik saku celananya,


"Kemal, lakukan segera, jangan beri ampun para pengganggu kecil itu !" titah Erik pada asisten kepercayaan nya melalui sambungan teleponnya.


Namun, saat Erik selesai membersihkan dirinya, dia tak menemukan sosok istri barunya itu di kamar hotel honeymoon sweetnya itu.

__ADS_1


"Sayang, kamu di mana ?" suara Erik menggema di seluruh ruangan.


"Ah, shiiiittt,,,! mereka bergerak duluan !" kesal Erik bergegas menyambar ponselnya dan setengah berlari menuju pintu untuk keluar dari kamar yang sudah di hias sangat romantis itu.


***


Beberapa menit yang lalu, saat Erik sedang di kamar mandi, suara bel kamar berbunyi, Mira mengintip siapa orang di balik pintu melalui lubang intip yang tertempel pada pintu kamar hotel itu.


Setelah memastikan bahwa yang datangvpetugas berseragam hotel, Mira membuka pintu kamarnya.


"Maaf nyonya, ada suatu hal yang harus tuan Erik tandatangani di bagian resepsionis, di bawah menyangkut kamar hotel," ucap petugas pria itu.


"Tanda tangan ? Tapi suami saya sedang mandi , nanti saya sampaikan, agar suami saya turun," ucap Mira mengerutkan keningnya ragu, sepanjang pengalamannya menginap di hotel, ini pengalaman pertama ada petugas datang hanya untuk sebuah tanda tangan, lagi pula, bukannya itu bisa di bicarakan lewat sambungan telepon tanpa harus ada petugas tang datang.


"Oh, kalau begitu nyonya saja yang mewakili tuan, mari saya antar ke bawah !" ucap petugas itu lagi seperti sedang mempengaruhi pikiran Mira dengan arahan yang sedikit memaksa.


Saat Mira di dalam lift, yang hanya berisi dirinya, petugas pria tadi dan seorang pria berbadan kekar, Mira baru tersadar saat dirinya tak juga keluar saat benda kotak itu melewati lantai satu, namun si petugas itu malah mengajaknya keluar di basement hotel.


"Kenapa di sini ? Bukannya kita mau ke resepsionis ?" tanya Mira, mulai menyadari ada keanehan karena pria kekar yang tadi berada dalam satu lift dengannya mulai membekap mulut Mira dan menyeretnya masuk ke dalam mobil yang sudah menunggunya dengan mesin yang menyala.


Mata Mira pun segera di tutup di dalam mobil itu dengan kain hitam, tak lupa kedua tangannya di ikat kencang.


Mira hanya meringis saat terasa perih di tangannya, karena ikatan yang mereka simpulkan terlalu kencang sehingga melukai kulit pergelangan tangannya.


'Tuhan, siapa yang tega melakukan hal keji seperti ini padaku ? Erik, tolong aku !' teriak Mira dalam batinnya.


Tak ada seorang pun yang berbicara di dalam mobil itu, hanya saja setelah beberapa menit mobil itu terasa berjalan, tiba tiba laju kendaraan itu terasa berhenti mendadak, hentakan pedal rem yang di injak tiba tiba dan kencang mengakibatkan tubuh Mira terdorong ke depan dan kepalanya terbentur menghantam pintu mobil dengan begitu kerasnya, hingga dia tak sadarkan diri seketika, Mira tak tau lagi apa yang terjadi selanjutnya.


Entah berapa lama Mira pingsan, yang jelas, saat dia siuman dan membuka mata, sosok Erik sang suami adalah orang yang pertama dia tangkap oleh kedua netranya.

__ADS_1


"Erik,,,,aku takut !" tangis Mira pecah seiring pelukan erat tangannya yang langsung mengalung ke leher suaminya yang sejak tadi terlihat sangat hawatir karena Mira tak kunjung sadar dari pingsannya.


"Sudah lah, kamu aman, kamu sudah aman sekarang, maafkan aku yang ceroboh dan lengah, sehingga hampir saja terjadi hal buruk pada mu, aku tak akan bisa memaafkan diri ku jika sampai terjadi sesuatu pada mu !" ucap Erik lega.


"Aku,,, aku di---" Mira mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan tempatnya berbaring.


"Di kamar kita, sayang ! Kamu aman. Apa kepala mu sakit ?" tanya Erik saat Mira sedikit meringis karena Erik tak sengaja menyenggol keningnya yang terasa nyeri akibat benturan keras dengan pintu mobil tadi.


Mira mengangguk,


"Tapi, siapa orang orang tadi ? Lalu kenapa merwka mencoba menculik ku ?" Mira teringat kembali kejadian yang hampir saja membuatnya terpisah dengan suaminya itu.


"Kemal sudah mengurusnya, tapi sayangnya mereka berhasil lolos, tenang saja, Kemal pasti bisa mengatasi semuanya !" Erik meyakinkan Mira kalau semua pasti akan baik baik saja di tangannya dan Kemal.


"Aku takut, aku pikir aku tak akan bertemu dengan mu lagi," rengek Mira.


"Aku tak akan membiarkan siapa pun mencuri pengantin ku, dan aku juga tak akan memberi ampun pada siapapun yang sudah mengacaukan malam pengantin kita !" ujar Erik.


"Tapi sepertinya malam pengantin kita memang sudah kacau, karena ini sudah hampir pagi !" Mira menunjuk jam di dinding yang menunjukkan pukul tiga dini hari


"Istirahatlah, aku akan menjaga mu, lagi pula aku tak mungkin menuntut mu untuk melakukannya malam ini, kamu terluka, kamu juga pasti masih syok atas kejadian tadi, masih banyak hari untuk kita, biarlah malam ini aku menikmati malam hanya dengan memeluk mu saja !" tutur Erik seraya menepuk nepuk bantal di sisi kanannya, menyuruh Mira untuk kembali berbaring dan tidur di sampingnya.


***


"Kalian tak berguna, hanya menangkap satu perempuan saja tak becus ! Cepat pergi dari kota ini, dan jangan sampai membawa bawa namaku jika sampai kalian tertangkap, aku akan mentransfer uang pada kalian !" Murka seseorang yang merasa kecewa karena misinya harus gagal.


"Maaf bos, tapi anak buah Erik mengejar dan hampir menangkap kami, jumlah mereka juga sangat banyak, untung saja kami berhasil melarikan diri !" ucap salah seorang dari ke empat orang yang tadi hampir saja berhasil menculik Mira itu.


"Pergi sekarang juga ! Jangan hubungi aku, jangan bawa bawa nama ku, ingat,,,, kita tidak saling mengenal !" tekannya sekali lagi, wajahnya terlihat kesal bercampur was was karena takut Erik tahu kalau dia dalang di balik semua ini.

__ADS_1


__ADS_2