
Acara pernikahan Niko dan Alisha terlaksana dengan sangat meriah, akan menjadi pertanyaan besar di kalangan masyarakat jika sampai Hartono mengadakan pesta yang biasa biasa saja, karena Niko merupakan anak lelaki satu satunya, lagi pula gengsi Hartono lebih besar dan lebih tinggi daripada gunung semeru.
Sayangnya di pesta yang digelar dengan mewah dan besar besaran itu seperti tak ada raut bahagia pada wajah sang pengantin, terutama Alisha yang tak dapat menyembunyikan wajah masamnya di sepanjang acara, Begitupun Hartono yang terlihat tidak sumringah, kecuali saat dia menyambut beberapa tamu kolega penting perusahaannya.
Wajah Hartono semakin tidak bersahabat saat Erik dan Mira datang memenuhi undangan mereka malam itu.
Erik yang terlihat tampan dengan setelan jas berwarna coklat muda dan Mira terlihat sangat menawan dengan mengenakan gaun berwarna krem panjang, mereka terlihat serasi dan berhasil menjadi pusat perhatian para tamu yang hadir.
Tak terkecuali manusia manusia yang punya acara yang kini berdiri di podium, Hartono mendecih kesal saat pasangan yang menarik perhatian sebagian besar tamu yang hadir itu mendekat ke arahnya, belum lagi Tita yang giginya saling beradu karena menahan kesal pada Erik dan Mira yang di rasanya seperti mengejeknya karena senyuman mereka yang seolah menertawakan nya yang tak berhasil menikahkan putri tirinya dengan Erik sang pengusaha terkenal itu.
Tidak ketinggalan Alisha yang hatinya menangis perih karena hari ini dia benar benar harus kehilangan harapan untuk memiliki Erik, pria yang menjadi pujaannya, karena kini dia sudah menjadi istri dari Niko Hartono.
"Kalian semua terlihat sangat bahagia menyambut kedatangan kami," sarkas Erik saat sudah sampai di tengah-tengah mereka yang berada di pelaminan.
Hanya Niko dan ibunya yang masih bisa sedikit menyembunyikan rasa ketidak sukaannya atas kedatangan mereka, lagi pula Niko lebih tertarik memandangi Mira yang datang dengan riasan wajah dan penampilan yang selalu sempurna di mata Niko, tak dapat di pungkiri rasa sukanya pada wanita yang kini sudah bersuami itu masih tergambar jelas pada sorot matanya yang berbinar saat Mira menyalaminya dan memberinya ucapan selamat.
"Terimakasih sudah berkenan hadir di acara kami," ucap ibunya Niko berbasa basi, mencairkan ketegangan di antara orang orang yang kini berdiri di podium itu
Hartono pun seolah sadar dan teringat bahwa ratusan mata kini sedang tertuju ke arah mereka, dan lagi ada beberapa wartawan yang sengaja Hartono undang untuk hadir di sana guna meliput kemeriahan acara pernikahan putra semata wayangnya itu, dan tentu saja semua itu untuk menyombongkan dirinya pada dunia. Jadi Hartono harus berakting seolah dirinya adalah manusia yang sangat humble demi menjaga wibawa nya di hadapan publik.
"Kau puas sekarang ?!" geram Hartono lirih saat bersalaman dengan Erik yang menyodorkan tangannya terlebih dahulu.
__ADS_1
"Sangat puas, karena ini memang jalan cerita yang sudah seharusnya, ini jalan cerita yang benar !" cengir Erik sambil menepuk nepuk bahu Hartono yang terlihat menahan kesalnya.
"Selamat, semoga kalian berbahagia sampai maut memisahkan," doa Mira terucap tulus di sampaikan saat berjabat tangan dengan Niko.
Sementara Niko hanya terdiam sambil menahan rasa dimana dirinya masih menyimpan cinta yang begitu dalam untuk wanita yang kini sedang berjabat tangan dengannya, meski rasa itu hanya dia simpan di hatinya saja, bagaimana pun Mira sudah bersuami, dia tak ingin menjadi perebut istri orang, belum lagi dirinya yang kini juga sudah beristri dan mungkin dalam waktu dekat akan berstatus sebagai ayah, tentu saja dia harus bertanggung jawab atas apa yang di perbuatnya dengan Alisha, karena bayi dalam kandungan Alisha tak punya salah dan dosa apapun, semua terjadi karena dosa yang di perbuat dirinya dan Alisha sebagai orangtuanya.
Tita menarik lengan Mira dengan kasar,
"Simpan wajah pura-pura polos mu itu, kau licik, kau pasti menertawakan adik mu karena tak berhasil menjadi madu mu, kan ?" bisik Tita pada Mira.
"Bu, aku jadi mulai berpikir, apa aku ini benar benar anak kandung mu ? Karena setau ku, tak ada ibu yang rela anak nya di madu, tapi ibu ? sepertinya kita harus tes DNA !" sinis Mira melepaskan lengannya yang masih di pegangi Tita, lalu pergi bersama Erik menjauh dari pasangan pengantin dan keluarganya itu.
"Pengantin mu ada di sini, tapi mata mu masih mengikuti punggung kakak ku, apa kau benar benar cinta mati padanya ? Kalau iya, maka kejarlah, siapa tahu Tuhan menukar pasangan kita, kau dengan kakak ku, dan aku dengan kak Erik !" bisik Alisha pada Niko yang beberapa jam yang lalu baru sah sebagai suaminya, wanita itu tiba tiba merasa kesal karena Niko terus memandangi Mira, bahkan di depan matanya yang kini sudah menjadi istrinya, dan calon ibu dari anaknya sekalipun.
***
Lega rasa hati Erik sudah menyelesaikan semua permasalahan yang ada,
"Sayang, mungkin kita harus berlibur untuk bulan madu lagi, hati ku rasanya sudah sangat lega terlepas dari semua masalah yang menyita waktu dan pikiran kita ini," ajak Erik saat sedang berduaan di kamar bersama Mira.
"Aku kepikiran nasib Jemi, terakhir aku tanya bang Roni, katanya mba Citra masih belum mau memaafkan nya, dan mereka masih berpisah," ucap Mira menyandarkan kepalanya di bahu Erik.
__ADS_1
"Sayang, mereka sudah dewasa, dan itu pun sudah menjadi ranah rumah tangganya, kita tidak bisa ikut campur di dalamnya, biarlah mereka menyelesaikan masalah mereka dengan cara mereka sendiri, kita hanya bisa sebatas mendoakan yang terbaik saja untuk mereka," kata Erik membelai mesra rambut istrinya.
Mira mengangguk paham, terkadang memang dia terlalu memikirkan hal-hal yang tak seharusnya dia pikirkan, tapi ya begitulah Mira, terlalu peduli dengan orang-orang di sekitarnya sampai kadang lupa kalau dirinya pun mempunyai masalah sendiri.
Sementara pernikahan Alisha dan Niko sampai saat ini masih berjalan, meski di awali dari kesalahan dan ketidak sengajaan, Tuhan pasti punya rencana terbaik untuk mereka, terbukti dengan seiring membesarnya perut Alisha, mereka menjadi lebih dekat, dan ketika nanti anak mereka sudah lahir, setidaknya mereka pasti akan menjadi orang tua yang kompak dalam mengasuh buah hatinya, meski rasa cinta di antara mereka mungkin belum tumbuh.
Sedangkan Tita, kini ibu dari Mira dan Alisha itu sudah menetap di luar negeri dan sudah sangat jarang berkunjung, selain dia malas bertemu besannya, karena Alisha kini tinggal di rumah keluarga Hartono, dia juga fokus menjaga anaknya yang lain di sana.
Mira juga sudah tak mengambil pusing dengan hubungannya yang tidak kunjung membaik dengan ibunya itu, baginya dirinya sudah memiliki Erik dan hidupnya kini yang sangat berbahagia saja itu sudah cukup, dan untuk masalah Tita, meski dalam diam, doa terbaik selalu Mira sampaikan pada Tuhan untuk ibunya itu dimanapun dia berada, dan bagaimana buruknya pun sikap ibunya padanya, Tita tetap ibunya.
Oh iya, Regan kini berpacaran dengan Nana, mereka membuka klub malam di Bali, mungkin sebentar lagi mereka menikah.
Tuhan selalu memberi bahagia pada umatnya dengan berbagai jalan, tak jarang kita berburuk sangka di awal, saat Tuhan memberi kesakitan dan kepahitan seperti halnya saat Erik di tinggalkan Citra, tapi ternyata, di balik itu semua, di persiapkan sesuatu yang lebih indah saat kita sudah mulai mengiklaskan apa yang terjadi pada diri kita.
***
Terimakasih sudah mendukung dan mengikuti cerita ini sampai akhir, semoga kakak kaka semuanya selalu dalam lindungan Tuhan, sehat dan berbahagia semua nya...
Mampir dan mohon dukungan cerita othor yang judulnya Bodyguard Penjaga Hati ya,,,,,
jangan lupa like, favorit dan vote, makasih sebelumnya kakak,,,
__ADS_1
Terimakasih semuanya,,,,,selamat berpuasa bagi yang menjalankannya,,,