
"Maaf, tadi aku tak bisa mengendalikan diri, apa aku telah membuat mu berada dalam masalah besar ?" sesal Mira, karena sikap ketusnya pada Hartono tadi menyebabkan pertengkaran antara suaminya dan pria menyebalkan itu, dan tentu saja tak dapat di elak kan itu pasti akan berpengaruh pada hubungan bisnis mereka.
"Sikap mu sudah benar ! Aku bangga punya istri yang bisa membela dirinya sendiri, hanya saja, lain waktu kamu haris lebih berhati hati, Hartono orang yang licik, aku hanya tak mau dia sampai berbuat hal yang tidak di inginkan padamu, karena buntut pertengkaran kalian," kata Erik merangkul bahu Mira yang berjalan di sampingnya.
"Aku kesal padanya, apalagi kalau ingat ulahnya yang sengaja menyodor nyodorkan perempuan pada mu !" kesal Mira.
"Aku tau, lagipula aku tak pernah tertarik pada mereka, kan ?" Erik tersenyum manis pada istri yang sudah membuatnya tak bisa berpaling pada wanita mana pun lagi itu.
***
Tita dan Alisha kini berada di kediaman orang tua Niko, setelah akhirnya Alisha mengakui bahwa anak yang di kandungnya memang anak dari Niko, dan Tita yang bergerak cepat mencari tahu menelusuri kalau Niko merupakan anak tunggal dari seorang pengusaha yang namanya lumayan terkenal di ibu kota, meski masih jauh di bawah Erik, akhirnya Tita menyetujui Niko untuk menikahi Alisha, meski putri tirinya itu masih setengah hati menerima keputusan Tita dan Niko, karena jujur saja, dirinya masih mengharapkan Erik lah yang akan menjadi suaminya
Wajah Alisha terlihat jelas menampakkan raut tidak suka, namun Tita memaksanya dengan bujuk rayu dan juga ancaman ancaman yang lumayan berhasil meluluhkan hati Alisha untuk mengikuti semua rencananya meski terpaksa dan hanya setengah hati.
"Kamu hanya perlu patuh pada ku, dan hidup mu akan terselamatkan dari malu !" ucap Tita saat melirik wajah anak tirinya yang terkesan sangat terpaksa itu.
Sedangkan Alisha tak menjawab apapun atas perkataan ibu tirinya itu, dia malah memutar bola matanya dengan sengaja, sambil berdecak kesal.
"Bu,,, perkenalkan ini Alisha dan ibunya, Niko membawa Alisha datang ke rumah untuk meminta restu, Niko akan menikahi Alisha," suara Niko terdengar sedikit gugup, pria muda itu memang sangat dekat dengan Ira sang ibu, karena selama ini hubungannya dengan Hartono sang ayah kurang begitu baik karena sikap diktator dan otoriter ayahnya yang selalu memaksa anak laki laki satu satunya itu menjadi seorang pengusaha dan penerus dirinya kelak.
Ira terdiam sejenak, namun terus mengamati wajah Alisha yang dia rasa tidak asing baginya,
"Menikah ?" tanya Ira tak yakin atas pernyataan anaknya itu.
__ADS_1
"Iya bu, Niko harus segera menikahi Alisha," jawab Niko penuh teka teki bagi Ira.
"Harus ? kenapa harus ? Ibu bahkan tak tau kalau kamu mempunyai kekasih, nak !" Ira mengernyitkan keningnya, mencoba mencari tau apa yang terjadi pada putra kesayangannya itu.
"Ka- karena aku mencintainya, bu !" Niko mencoba mencari cari alasan yang sekiranya masuk akal.
"kalian masih sangat kecil, kamu baru dua puluh tahun, dan ibu yakin Al- siapa tadi nama mu nak ?" Ira melirik Alisha yang terkesan cuek dengan perdebatan antara Niko dan ibunya itu.
"Alisha !" jawab Alisha singkat.
"Ah, ya,,, Alisha, aku yakin dia lebih muda dari mu, Niko," itulah Ira, yang selalu bersikap dan bertutur kata lembut, pembawaan ibu yang bijaksana dan gambaran wanita anggun elegan dan berkelas sungguh tampak begitu kentara di diri Ira.
"Bu, tahun ini umur ku dua puluh satu tahun dan Alisha ----" Niko terdiam sejenak, dia bahkan tak tau berapa umur wanita yang akan dia nikahi itu.
"Ah, mengapa anda mengijinkan putri anda yang harusnya baru masuk kuliah ini di nikahi anak saya, nyonya, bukankah mereka masih terlalu kecil untuk menikah ?" Ira kini beralih bertanya pada Tita.
"Anak saya hamil oleh anak anda, nyonya !" ucap Tita langsung pada sasaran, dia terlalu malas berbasa basi.
Ira terlihat sangat syok mendengar penuturan wanita sebaya dirinya yang tiba tiba datang dan mengatakan kalau putrinya di hamili oleh putra semata wayangnya.
"Siapa yang di hamili oleh putraku ?!"
Belum hilang rasa syok dan kaget Ira, kini dirinya harus lebih syok lagi karena suara Hartono sang suami terdengar menggelegar di ruangan itu.
__ADS_1
Hartono yang baru saja tiba di rumahnya karena ada beberapa berkas penting yang tertinggal merasa kaget dan tersulut amarahnya mendengar percakapan antara istrinya dengan seorang wanita yang tidak dia kenal, dan mengatakan kalau anaknya hamil atas perbuatan putranya.
"Mas, tenang dulu, kita bisa membicarakannya secara baik baik," Ira mencoba meredam emosi sang suami tempramen nya yang seakan sudah mengeluarkan tanduk iblis di kepalanya itu.
"Kau,,, bukankah kau wanita yang sedang ramai di bicarakan di berita berita karena tertangkap basah sedang berbuat asusila di hotel dengan Erik ?!" tunjuk Hartono yang langsung mengenali wajah Aliyang memang sering berseliweran di portal berita online.
Ira baru tersadar, dan menganggukan kepalanya pelan sambil memperhatikan kembali wajah Alisha dengan seksama, pantas saja wajah yang Niko kenalkan padanya sebagai kekasih itu begitu tidak asing baginya.
"Itu hanya salah paham saja, terkadang berita tidak selalu menyampaikan hal yang sebenarnya, bukan ? mereka hanya sengaja mengada ada cerita yang tidak jelas kebenarannya," bela Tita yang merasa Alisha sedang di pojokan oleh Hartono.
"Hey, anak anda itu liar, masih kecil sudah berani berduaan di hotel bersama seorang pria dewasa, pantas saja kalau dia masih bau kencur begini sudah hamil, dan tak tau siapa bapaknya, lantas kalian mau anak ku bertanggung jawab atas kenakalan putri mu ? Oh, jangan mimpi !"
Sepertinya Tita mendapatkan lawan yang sepadan karena ucapan Hartono terbilang sama pedasnya dengan ucapan dan makian Tita yang biasanya fia lontarkan pada Mira.
"Anak kalian memperkosa ku !" jerit Alisha.
"Hey bocah liar, anak ku memperkosa mu kau bilang ? Aku yakin kau yang menggoda anak ku, demi mendapatkan kehidupan yang serba mewah tanpa kerja keras, cih,,, anak penganut pergaulan bebas seperti mu aku yakin sudah di tiduri oleh banyak pria sebelum anak ku !" hina Hartono.
"Tutup mulut anda, pak ! Anda tak berhak menghina putri ku !" telunjuk Tita bahkan sudah mengacung di depan wajah Hartono.
"Kenapa tidak ? Kau tau nyonya, seluruh negeri ini bahkan sudah menghina dan menertawakan putri mu karena berita itu, jangan pernah bermimpi untuk masuk ke dalam keluarga ku, aku tak mau keluargaku menjadi bahan cemoohan orang orang karena kelakuan liar putri bejat mu itu !" Hartono bahkan menepis dengan kasar tangan Tita yang dengan lancang berada di depan mukanya.
"Hey pak tua, aku pun tak sudi menjadi menantu mu, kau pikir aku mau jadi istri dari anak mu ? Aku bisa mendapatkan yang lebih dari kalian !" teriak Alisha menahan tangisnya, matanya tiba tiba terasa panas dan perih akibat hinaan yang di lontarkan ayahnya Niko itu.
__ADS_1
Alisha baru tersadar kalau tindakan gegabahnya dengan mengumbar berita tentang kebersamaan nya dengan Erik di sebuah hotel itu justru menjadi bumerang untuk dirinya sendiri, dan perkataan Hartono itu tidak menutup kemungkinan merupakan perwakilan ucapan jutaan orang di luar sana mengenai dirinya yang sekarang pun tak berani membuka akun media sosial nya karena banyaknya komentar netizen yang mengatakan dirinya pelakor, jalllanng, dan sebutan sebutan kasar lainnya.