Terjerat Cinta Segitiga Kakak

Terjerat Cinta Segitiga Kakak
Malam Perpisahan


__ADS_3

"Ah..mereka dekat sekali. Aku tidak yakin hubungan mereka sebatas adik dan kakak angkat!" Sofi spontan mengatakan apa yang ia pikirkan kemudian segera menutup mulutnya dengan tangannya sendiri, karena orang disebelah memandangi Sofi dengan penuh ancaman.


Tak lama kemudian Hito dan Melodi membawa banyak makanan di tangan nya untuk mereka berempat.


"Jadi apa yang sedang kalian berdua lakukan di tempat ini?" Tanya Feli.


"Kak Hito sedang mengantarku membeli keperluan ku untuk kuliah kedokteran di luar negeri Kak". Melodi yang lebih dulu menyauti pertanyaan Feli yang tampak tidak terlalu senang bertemu mereka disini.


"Kuliah di Luar Negeri? Jadi maksudmu kau akan melanjutkan sekolah mu di Luar Negeri?" Tanya Feli yang di jawab anggukkan oleh Melodi.


"Baguslah...!!" Feli berdecak senang, kemudian menjadi salah tingkah ketika Melodi dan Hito menatap nya.


"Ma-maksudku, baguslah kau akan sekolah kedokteran di luar negeri, pasti universitas disana lebih baik, dan kau akan menjadi seorang dokter yang hebat, adik ipar!" Feli menjelaskan apa yang tidak sejalan dengan pikiran nya. Tetap saja suasana hari itu masih terasa canggung, terutama untuk Hito yang masih belum bisa menerima Feli sepenuh hati sebagai kekasihnya.


***


Satu Minggu kemudian adalah waktu dimana Melodi harus berangkat ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikannya. Kakek Mahendra meminta Melodi untuk menemaninya di ruang keluarga, sedangkan Hito masih belum pulang dari kantornya.


"Bi Irah...!!" Mahendra memanggil Bi Irah, yang merupakan pelayanan setianya yang merawat Melodi dan Hito dari kecil.


"Iya Tuan Besar..?" Sahut Bi Irah.


"Apa kau sudah mempersiapkan keperluan mu dan Melodi untuk keberangkatan kalian besok?" Pertanyaan Mahendra kepada Bi Irah membuat Melodi bereaksi, "Kakek, apa maksud Kakek? apa Bi Irah akan ikut aku ke luar negeri? Tanya Melodi.


Mahendra memandang ke arah Bi Irah, menyuruh pelayanan itu untuk menjelaskan kepada Melodi.


"Benar Nona Muda. Tuan Besar menyruh Bi Irah untuk menemani mu selama berada disana!" Jelas Bi Irah

__ADS_1


"Kakek? ,kenapa harus seperti itu?, aku sudah besar Kek!" Protes Melodi.


"Jika kau masih ingin tetap pergi, turuti saja keinginan Kakek mu!" Seru Mahendra, "Paman Leo juga sudah mengurus Apartemen untuk kalian tinggali disana."


"Kakek, aku tidak tahu lagi harus berkata apa? kenapa Kakek begitu memperdulikan aku yang bukan cucu kandung Kakek sendiri?" Lirih Melodi sambil menundukkan kepala nya.


"Sejak kapan aku menganggap mu sebagai orang lain? apa kau menganggap Kakek demikian?" Tanya Mahendra.


"Tidak Kakek, aku menyayangi Kakek melebih keluarga ku sendiri yang tak tahu entah dimana." Melodi memeluk Mahendra dan mulai terisak.


"Seperti itu lah Kakek menyayangi mu. Jangan pernah meragukan Kakek mu ini!" Mahendra membalas pelukan Melodi dan mengelus lembut kepala gadis itu.


"Terimakasih Kakek, aku mencintai Kakek dan Kakak melebihi apapun di dunia ini!" Pernyataan tulus yang terlontar dari Melodi.


"Wah ada apa ini? sepertinya aku melewatkan sesuatu?" Hito yang baru tiba kemudian bergabung bersama mereka.


Malam itu menjadi malam perpisahan yang sangat berkesan untuk ketiganya. Semenjak Melodi bergabung menjadi anggota keluarga mereka, kediaman Mahendra memang terasa hidup, seperti nama yang di berikan kepada gadis itu beberapa tahun yang lalu, Melodi Cahaya Mahendra, yang berarti nyanyian dan cahaya penerangan yang akan membawa suasana dan kebahagiaan baru untuk keluarga Mehendra.


Keseokan harinya, Hito dan Kakek Mahendra mengantar keberangkatan Melodi sampai Bandara.


"Jaga dirimu baik-baik!, aku akan mengunjungi mu ketika aku memiliki waktu luang". Pesan Hito untuk Melodi.


Kakek Mahendra memberikan pesan yang serupa, mereka pun bergantian memberikan pelukan perpisahan untuk Melodi sebelum gadis itu menuju pesawat terbang yang akan membawa nya bersama Bi Irah.


***


Jam sudah menunjukkan waktu untuk setiap karyawan melakukan makan siang, akan tetapi, di sebuah ruangan yang merupakan ruangan Direktur Utama, Hito masih terlihat sibuk dengan pekerjaannya.

__ADS_1


Semenjak Hito menyelesaikan pendidikan nya, Mahendra memang sudah mempercayakan perusahaan itu kepada Hito dengan di bantu oleh beberapa manager ahli kepercayaan nya. Mahendra ingin menghabiskan masa tua nya di rumah, terlebih ia pikir, akan lebih menyenangkan jika dirinya bisa menghabiskan lebih banyak waktu dirumah bersama Melodi.


Siang itu, Feli datang ke kantor Hito untuk mengajaknya makan siang, Ia melewati sekretaris Hito yang mencoba menghentikan nya.


"Aku ini kekasih atasan mu, jangan mencoba mengaturku!" Seru Feli kepada Sekretaris itu.


Feli pun masuk ke ruangan Hito dengan menunjukkan wajah masam nya.


"Kau kenapa, baru datang tapi sudah tampak kesal begitu?" Tanya Hito


"Sekretaris mu itu, dia kurang ajar sekali, berani melarang ku menemui kekasih ku!" Feli mengadukan sesuatu yang tidak benar kepada Hito.


"Sudah biarkan saja, dia hanya menjalankan tugas nya!". Jawab Hito.


Feli tiba-tiba duduk di pangkuan Hito yang tengah duduk di kursi nya. Membuat Hito menjadi canggung dan salah tingkah.


"Jangan seperti ini, nanti ada orang yang melihat". Hito menurunkan Feli dari pangkuan nya dan segera berdiri. Hal itu membuat Feli berdecak kesal, karena selama bertahun-tahun mereka berpacaran, belum pernah sekalipun Hito bersikap romantis kepadanya.


"Ayo kita makan siang!" Ajak Hito yang berusaha mengusir kecanggungan diantara mereka.


Bersambung..


Maafkan Author kalo karya ini belum bisa Update rutin, karena Author masih fokus merilis karya Author yang berjudul " Menikahi Sopir Kaya" yang memang sudah lebih banyak pembacanya.


Dukung kedua karya Author dengan cara menekan like dan vote ya, dan tinggalkan jejak kalian di kolom komentar.


Terimakasih 😘

__ADS_1


__ADS_2