
Hito cukup dikejutkan ketika seorang teman lama menemuinya. Rey adalah teman semasa kecil Hito ketika dirinya belum mengenal Melodi. HIto dan Rey masih memiliki ikatan saudara, karena Kakek Hito dan Kakek Rey merupakan saudara kandung. Sayangnya mereka dipisahkan ketika Rey harus ikut keluarganya pindah ke Amerika.
"Rey...sahabat kecilku..." Hito merentangkan kedua tangan nya dan bersiap menyambut Rey dengan pelukan hangat.
Meskipun selama puluhan tahun Hito dan Rey tidak bertemu, tetapi mereka masih saling mengenal, karena sering saling menyapa melalui akun media sosial milik keduanya.
"Ah, ternyata pangeran ku terlihat lebih tampan dan gagah dari foto yang sering aku lihat." Rey memuji Hito.
Hito sedikit membusungkan dadanya, "Tentu saja, bukankah sejak dulu aku memang terlihat gagah dan tampan seperti ini?" Jawab Hito penuh percaya diri.
"Hahahaha....kau ini, ternyata sifat sombong mu itu tak pernah hilang." Ucap Rey seraya memeluk Hito.
"Kenapa tidak mengabari ku? jika aku tahu, aku akan menjemputmu di bandara." Ujar Hito.
"Hemh..aku datang untuk memberi kejutan. Lagi pula aku sama sekali tidak kekurangan pengawal, sehingga tak membutuhkan mu untuk mengawal ku dalam perjalanan." Jawab Rey.
Rey memang berasal dari keluarga kaya raya, sejak tinggal di Amerika, keluarga Rey bertambah kaya karena kesuksesan bisnis keluarga nya disana.
"Jadi, mana adik cantik yang selalu kau banggakan itu? apa kau tidak ingin mengenalkannya pada ku?" Rey sejak lama ingin bertemu dengan Melodi. Hito selalu menceritakan Melodi kepada nya, tanpa Hito sadari selama ini Rey begitu penasaran dengan sosok Melodi yang mampu membuatnya kagum meskipun mereka belum pernah bertemu.
Hito mendengus kesal, " Jadi kau sengaja datang hanya untuk bertemu dengan Melodi? tak ku sangka aku telah berbaik sangka kepada mu dan berpikir kau datang karena kau merindukan ku."
Pernyataan Hito membuat Rey tertawa geli, "Hahaha, tentu saja tidak. Aku datang karena ingin menemui sahabat kecilku ini, dan tidak bisa aku pungkiri, setelah bertemu dengan mu orang yang selanjutnya ingin aku temui adalah adik kesayangan mu itu." Jawab Rey.
Meskipun tampak kesal, Hito tak urung menghubungi Melodi dan meminta nya untuk segera datang.
***
__ADS_1
Melodi sedikit terburu-buru mendatangi Hito, karena Hito mengatakan ada keadaan darurat dan meminta Melodi untuk cepat datang. Padahal kenyataannya Hito hanya tak ingin lebih lama melihat Rey merengek kepadanya kerena sudah tak sabar ingin bertemu dengan Melodi.
"Kakak, apa yang terjadi? apa kau sakit?" Melodi masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu karena begitu menghawatirkan Hito.
Melodi segera memastikan keadaan Hito dengan memeriksa denyut nadi dan suhu badan Hito kemudian memeriksa warna mata nya. Melodi bisa bernafas lega ketika ia telah memastikan saat ini Hito dalam keadaan baik-baik saja.
Tanpa Melodi sadari, ada Rey yang sejak tadi memperhatikan nya. Rey semakin menyukai Melodi ketika pertama kali ia melihat Melodi secara langsung.
"Kakak mu tadi merasa seperti ingin pingsan dan membutuhkan pertolongan seorang dokter." Ucap Rey menanggapi kekhawatiran Melodi terhadap Hito yang baru saja ia saksikan sendiri.
Melodi mengalihkan pandangannya terhadap Rey, "Kau? siapa kau? apa kau tamu Kak Hito? Ah, maafkan aku telah mengganggu kalian karena aku tidak sempat mengetuk pintu tadi?" Melodi baru menyadari ketidak sopanannya, kemudian minta maaf dan hendak pergi meninggalkan ruangan itu.
"Melo..dia Rey, sahabat kecil ku yang pernah aku ceritakan kepada mu. Karena dialah aku harus berbohong dan meminta mu untuk datang secepatnya." Ucap Hito.
Melodi mengerutkan dahi karena tak mengerti apa hubungan kedatangan nya dengan sosok yang Hito kenalkan sebagai Rey itu.
"Ayolah Hito, berhentilah membuatnya bingung." Ucap Rey.
Melodi menarik tangan nya sebelum berhasil di kecup Rey, "Ah..apa kabar Kak Rey? Kakak pernah menceritakan tentang persahabatan kalian. Senang bertemu dengan mu." Ujar Melodi menyapa Rey.
"Benarkah? semoga Kakak mu yang posesif itu menceritakan semua hal baik tentang ku." Ucap Rey kemudian.
Hito menarik Melodi menjauh dari Rey, "Sudahlah Melo, jangan hiraukan dia. Aku hanya berjanji akan mengenalkan mu kepada nya, selebihnya kau tidak perlu menghiraukan perkataan nya." Ujar Hito.
"Hahaha...bukan kah aku benar? lihatlah Kakak mu itu sangat posesif, apalagi jika menyangkut adik kesayangannya?" Rey kembali menggoda Hito yang sudah mulai kesal.
Melodi tertawa kecil karena merasa lucu ketika melihat wajah Hito yang terlihat kesal ketika Rey terus menggodanya.
__ADS_1
"Baiklah, apa ada hal lain yang harus aku kerjakan selain berkenalan dengan sahabatmu itu Kakak? Jika tidak, aku akan pulang dan makan malam bersama Kakek." Ucap Melodi.
Hito hendak menjawab, tetapi Rey lagi-lagi tidak memberikan kesempatan berbicara untuk Hito, "Bagaimana bisa? tentu saja setelah ini kita akan pulang bersama dan menemui Kekek Mahendra." Ucap Rey.
"Kita? apa maksudmu kita pulang bersama? hanya aku dan Melodi yang akan pulang kerumah kami." Sahut Hito.
Rey lagi-lagi tertawa geli, "Ternyata selain prosesif, Kakak mu itu sudah menjadi orang yang pelupa. Bagaimana kau bisa melupakan bahwa Kakek Mahendra adalah Kakek ku juga? tentu saja aku merindukan Kakek dan ingin menemuinya."
Hito tak menjawab, ia menarik tangan Melodi dan membiarkan Rey mengikuti nya.
.
.
.
.
.
Kedatangan Rey ternyata sudah diketahui oleh Mahendra, karena sebelum mendatangi Hito ke perusahaan nya, Rey terlebih dahulu mendatangi rumah Kakek Mahendra. Kakek Mahendra kemudian memberitahukan bahwa Hito dan Melodi masih bekerja dan menyarankan Rey untuk menemui Hito di kantornya.
Hito mendengus kesal ketika mengetahui kebenarannya, "Jadi kau sudah bertemu Kakek sebelum menemui ku dan berbohong hanya karena ingin ikut kami pulang?" Ujar Hito.
Rey tersenyum canggung, "Eh itu, bukankah aku hanya mengatakan bahwa aku merindukan Kakek? aku tidak berbohong, kami hanya bertemu sebentar tadi jadi aku masih merindukan Kakek dan ingin kembali. Bukankah begitu Kek?" Jawab Rey.
Kakek Mahendra menggeleng pelan kemudian berkata, "Kalian ini, masih saja seperti anak kecil. Kalian saling merindukan ketika berjauhan, tetapi jika sudah bertemu selalu saja kalian bertengkar."
__ADS_1
"Kekek aku akan membuatkan teh sambil menunggu bi Irah selesai menyiapkan makan malam, kalian bisa minum teh terlebih dahulu." Ucap Melodi yang di balas anggukkan oleh Mehendra.
*Bersambung...