
Albert menerima kedatangan Roy yang beberapa hari lalu ia perintahkan untuk mencari informasi tentang posisi Leo dalam keluarga Mahendra.
Roy memberi hormat kepada Albert, "Selamat siang, Tuan. Saya membawa informasi yang Anda minta." Ucap Roy.
Albert mengangguk, "Kau memang tidak pernah mengecewakan ku, Roy. Katakanlah! Informasi apa yang kau dapatkan?" Albert memberi pujian atas kerja bagus Roy.
Dalam laporannya, Roy mengatakan bahwa selama ini Leo telah mengabdikan dirinya kepada keluarga Mahendra.
Karena hutang budinya kepada Tuan Mahendra, selama ini Leo telah mendedikasikan seluruh hidupnya hanya untuk mengabdi kepada keluarga itu. Selama ini, Leo juga ikut merawat Hito dan Melodi sejak kecil, bahkan hal itu pula yang menyebabkan kurangnya perhatian Leo kepada putri kandungnya sendiri yaitu Feli.
Albert mendengarkan dengan seksama laporan dari Roy, "Jadi karena itulah Feli bersikap seperti ini?" Gumam Albert.
Albert kemudian bertanya, "Roy, bagaimana sikap Tuan Leo selama ini terhadap adik ku?" Albert merasa itu penting, karena jika ada satu orang saja yang bersikap buruk terhadap Melodi, Albert berjanji akan memberi pelajaran terhadap orang itu.
"Tuan Leo sangat menyayangi Nona Melodi dan menjaganya seperti ia menjaga Tuan Hito. Ketika kecelakaan itu terjadi, Tuan Leo lah yang menjaga adik Anda sepanjang waktu di rumah sakit, Tuan." Roy menjawab pertanyaan Albert berdasarkan informasi yang ia dapatkan.
Albert mengangguk puas, setidaknya ia tahu, keputusan nya untuk menikahi Feli di masa depan, bisa ia anggap sebagai balas budi kepada Leo karena telah menjaga seseorang yang penting dalam hidupnya. Tetapi tentu saja Albert akan memberikan pelajaran berharga terlebih dahulu kepada Feli hingga wanita itu menyadari semua kesalahannya. Terlebih lagi sampai Feli bisa merubah sikapnya terhadap Melodi.
"Terimakasih Roy, kembalilah ke Negara itu. Jaga adik ku baik-baik! Bagaimana pun caranya, kau harus bisa bekerja dirumah itu sebagai pengawal adik ku." Albert meminta Roy untuk melakukan penyamaran agar bisa bekerja sebagai pengawal pribadi Melodi.
"Akan saya lakukan, Tuan." Sahut Roy, seraya membungkuk memberi hormat.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Sejak pagi tadi, Melodi hanya berdiam diri di kamar nya untuk beristirahat, Ia berpesan kepada salah satu pelayan untuk tidak mengizinkan siapapun masuk kedalam kamarnya. Akan tetapi, tiba-tiba seseorang masuk tanpa mengetuk pintu.
"Melodi, kenapa kau tak terlihat seharian ini? Apa kau sakit?" Hito yang baru saja tiba langsung bertanya tanpa merasa bersalah karena masuk tanpa permisi.
Melodi menoleh kearah pintu, terlihat Hito yang baru saja tiba.
"Kakak? Ah, aku hanya lelah dan butuh istirahat. Ada apa Kakak mencari ku? Sebetulnya aku baru saja ingin menemui Kakak untuk membicarakan masalah Feli." Jawab Melodi.
Hito mengangguk pelan, "Ya, untuk itulah aku datang. Aku berniat menemui Paman Leo di rumahnya, apa kau mau ikut?" Hito mengajak Melodi berkunjung kerumah Leo untuk membicarakan tentang Feli.
Melodi mengangguk cepat dan terlihat antusias, "Tentu saja aku ikut! Aku akan berganti pakaian, Kakak tunggu saja di bawah!" Melodi meminta Hito untuk keluar terlebih dahulu karena ia ingin berganti pakaian. Meskipun mereka telah menjadi pasangan suami istri, tetapi keduanya bersikap seperti tak pernah terjadi pernikahan. Mereka masih seperti pasangan Kakak beradik yang terlihat dekat dan saling menyayangi.
.
.
.
.
.
"Melodi, apa kau ingin pergi?" Tanya Rey.
"Kak Rey?" Melodi agak terkejut ketika Rey tiba-tiba muncul di hadapannya.
"Ya, aku dan Kak Hito sedang ada urusan dan kami akan pergi sebentar." Jawab Melodi.
Rey mengerutkan dahinya, "Ada urusan? urusan apa yang dia maksud? apa mereka ingin bulan madu? Ah tapi tidak mungkin!" Rey bergumam dalam hati nya, dan ketika ia tersadar Melodi sudah tak nampak dihadapannya.
Rey menuju kehalaman, ia melihat Melodi baru saja memasuki mobil yang dikendarai oleh Hito.
"Ah, sial! kenapa aku bisa sampai melamun? jika tidak, bukankah aku bisa minta ikut pergi bersama mereka?" Gumam Rey, mengutuk dirinya sendiri.
__ADS_1
***
Leo cukup terkejut menerima kedatangan sepasang pengantin baru Hito dan Melodi.
"Tuan dan Nona Muda? untuk apa kalian kesini? Apa kalian membutuhkan bantuan Paman?" Leo segera bertanya maksud kedatangan Hito dan Melodi.
"Paman, bolehkah kami masuk dulu? ada yang ingin kami bicarakan dengan Paman." Ujar Melodi.
Leo segera mempersilahkan keduanya masuk dan meminta pelayan nya untuk menyiapkan minuman dan beberapa makanan kecil untuk dihidangkan.
"Tidak perlu repot-repot Paman. Kami datang untuk menanyakan keberadaan Feli." Hito langsung mengutarakan maksud dan tujuan kedatangan mereka berkunjung kerumah Leo.
Leo sebetulnya sudah mengira bahwa Hito dan Melodi akan menanyakan Feli, akan tetapi ia tak menyangka mereka akan datang secepat ini.
Leo menarik nafas dalam, untungnya Leo telah mempersiapkan jawaban apa yang akan ia katakan kepada Hito tentang nasib Feli.
"Tuan Muda, sudah Paman katakan, kau tidak perlu memikirkan nasib putri Paman. Feli saat ini sudah menikah dengan Ayah biologis dari anak yang di kandung nya, dan suaminya telah membawanya ke luar negeri." Jelas Leo.
Leo memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Hito dan Melodi agar mereka berdua tidak terus-menerus memikirkan Feli.
Hito dan Melodi tentu saja sangat terkejut mendengar jawaban Leo.
"Sungguh Paman? Jadi benar anak itu bukan anak ku?" Hito menegaskan kembali jawaban Leo. Ada kelegaan di hati Hito ketika ia mengetahui dirinya memang bukan Ayah dari anak yang dikandung Feli, karena itu berarti Hito tak perlu merasa bersalah lagi karena tidak bisa menikahi Feli.
Sebelum Leo menjawab pernyataan Hito, Melodi bertanya, "Paman, jika benar yang Paman katakan, lalu untuk apa putri Paman mengatakan Kakak lah yang telah menghamilinya? Dan bukankah selama ini Feli masih memiliki hubungan dengan Kak Hito? Jika benar itu bukan anak Kakak, rasanya tidak mungkin jika Feli telah berselingkuh dan tidur dengan pria lain. Apa Paman tidak sedang berbohong untuk menyelamatkan pernikahan kami?" Melodi mencoba berpikir secara rasional dan sesuai dengan fakta yang ada.
Leo menggelengkan kepalanya, "Nona, kau ini memang masih saja polos dan selalu berpikir positif sejak dulu. Tentu saja itu karena Feli berambisi untuk bisa menikah dengan Tuan Muda." Jawab Leo.
Hito mengangguk setuju dengan apa yang dikatakan Leo, selama ini Hito memang merasa Feli terlalu berlebihan menyikapi hubungan mereka.
Melodi yang belum puas dengan jawaban Leo kembali bertanya, " Jika benar Feli sudah menikah, lalu dengan siapa dia menikah? Apa Paman mengenal pria itu?"
Leo menganggukkan kepalanya, "Ya, Paman mengenalnya. Suatu saat, jika mereka sedang berkunjung, Paman akan mengenalkan pria itu kepada Tuan dan Nona." Jawab Leo.
__ADS_1
Leo tidak langsung mengatakan bahwa pria yang ia maksud adalah Albert yang mereka kenal. Leo memilih merahasiakannya untuk sementara waktu, sampai Albert dan Feli benar-benar telah resmi menikah.
Bersambung...