
Melodi menarik paksa kedua tangannya, ia mendengus kesal kepada Hito yang di anggapnya telah melanggar norma-norma kehidupan. "Suruh siapa kau minum-minum? lihatlah akibatnya! Sekarang, kau harus bertanggung jawab karena telah merenggut kesucian Feli yang berharga!" Melodi mengerucutkan bibirnyanya, ia masih tak terima dengan apa yang baru saja ia dengar.
"Sudah aku bilang, aku tidak ingat apapun malam itu. Jika benar demikian, apa yang harus aku katakan kepada Kakek?" Hito semakin frustasi karena Melodi ikut menyalahkannya
.
.
.
.
.
Feli merasa geram karena sejak tadi dia tidak bisa menghubungi Hito, Feli menemui Hito di kantornya, akan tetapi Hito tidak ada, begitu pula dengan jawaban pelayan yang ditanyai Feli ketika gadis itu menghubungi nomor telpon rumah Hito.
"Apa dia dirumah sakit dan menemui anak pungut itu?" Gumam Feli.
Tebakan Feli beralasan, karena sudah bukan rahasia lagi jika Hito sering menemui Melodi di rumah sakit tempatnya bekerja.
Feli berniat mendatangi Hito di rumah sakit, tiba-tiba ponsel milik Feli berdering dan ternyata Hito lah yang menghubungi nya.
Feli segera menekan tombol warna hijau untuk menjawab panggilan telepon dari Hito, "Sayang, kau kemana saja?" Sapa Feli setelah sambungan telepon mereka terhubung.
"Kak Feli, ini aku, Melodi. Bisakah Kakak datang ke rumah sakit? kak Hito sedang berada disini, dan ada hal penting yang ingin kami bicarakan dengan Kakak." Melodi lah yang ternyata menelpon Feli dengan menggunakan ponsel milik Hito.
Feli memutar bola matanya seakan tak senang suara yang ia dengar bukanlah suara Hito, melainkan suara Melodi yang di hati kecilnya sangat ia benci.
"Ah, adik ipar, rupanya kau? baiklah, aku akan segera kesana." Sahut Feli
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
Tak butuh waktu lama untuk Feli tiba di rumah sakit tempat Hito dan Melodi menunggu nya, Feli memasuki ruangan Melodi tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Dua orang yang berada di ruangan itu cukup terkejut dengan kehadiran Feli yang mereka rasa kurang sopan itu.
"Sayang, rupanya kau disini? aku mencarimu sejak tadi." Sapa Feli kepada Hito sambil berjalan dan hendak memeluk Hito.
Dengan spontan Hito malah menjauh dari Feli, entah kenapa, Hito merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya, ia melihat Feli seperti sosok yang akan membawa masalah besar untuk hidup nya.
Feli mengerucutkan bibir nya, kemudian ia mendudukkan tubuhnya tepat di sebelah Hito, bahkan tubuh mereka hampir menempel jika saja Hito tak sedikit bergeser dari posisi duduk nya, tentu saja hal itu membuat Feli semakin kesal.
Melodi memijat keningnya yang mulai sakit, tujuan nya memanggil Feli tak lain untuk meminta penjelasan atas kejadian yang sempat di adu kan Hito.
"Baiklah, jadi untuk apa kalian memanggil ku ketempat ini?" Tanya Feli setelah merasakan kecanggungan mulai hadir di ruangan itu.
Feli menghadapkan wajah nya kearah Hito, berharap kekasihnya itu yang akan menjawab pertanyaan nya, sedangkan Hito, sama sekali tak bereaksi, ia malah melihat kearah Melodi, seakan memohon pertolongan Melodi untuk menjelaskan semuanya kepada Feli.
"Ehm.., begini Kak Feli, maaf jika aku harus ikut campur dengan urusan kalian, tapi Kak Hito lah yang sebetulnya meminta ku."
"Ah...bagaimana aku harus mulai mengatakannya?" Batin Melodi.
__ADS_1
"Tunggu apa lagi? katakanlah!" Feli semakin tidak sabar mengetahui apa yang sebetulnya hendak mereka bahas, sehingga Hito lebih memilih mempercayakan semuanya kepada Melodi.
"Begini kak, Kak Hito sudah mengatakan semua kejadian yang kalian lewati semalam." Melodi mulai menjelaskan. Feli mengerutkan dahinya, "Kejadian semalam? apa itu maksudnya kejadian dimana aku menjebak Hito, dan berkata Hito telah merenggut kesucian ku?" Gumam Feli dalam hati, memcoba menebak arah pembicaraan mereka.
Melodi menyadari keterkejutan Feli, ia merasa sedikit canggung dan melihat kearah Hito, "Kakak, sebaiknya kau saja yang bicara!" Melodi melemparkan pembicaraan sebelumnya untuk di lanjutkan oleh Hito.
Hito menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia menarik nafas dalam, mencoba mengambil alih obrolan mereka, "Begini Feli, aku sudah mengatakan semuanya kepada Melodi, karena dialah satu-satunya keluarga yang bisa aku ajak bicara. Aku mengatakan kepada Melodi bahwa aku sungguh tidak menyadari apapun semalam, termasuk kegiatan yang kau jelaskan kepada ku. Dan...dan aku..., aku meminta Melodi untuk melakukan visum di rumah sakit ini. Tapi, kau jangan khawatirkan apapun! aku dan Melo akan merahasiakan semuanya kepada siapapun!" Jelas Hito kemudian berusaha menepis kekhawatiran Feli.
Sama sekali tak di sangka, Feli malah terlihat murka dengan apa yang baru saja Hito katakan.
"Apa maksudmu melakukan visum? apa kau sungguh tak mempercayai ku? dan menganggap aku telah berbohong dan menipu mu hah?" Feli berdiri dan marah kepada Hito, sesungguhnya ia tak benar-benar marah, Feli mencoba menyembunyikan kekhawatirannya, karena jika visum itu memang di lakukan tentu saja mereka akan mengetahui bahwa Feli telah berbohong.
"Tidak Kak Feli, dengarkan Kak Hito dulu!" Melodi mencoba menenangkan Feli, akan tetapi Feli malah semakin marah, hingga ia menangis dan mengatai Hito, "Kau jahat! sangat jahat!" Bentak Feli sambil menunjuk muka Hito dengan jari telunjuknya.
Feli menangis dan berlari meninggalkan ruangan itu. Hito dan Melodi hanya mematung, tak berusaha menghentikan Feli yang memang tampak sangat murka.
"Kakak, bagaimana ini? bukankah sudah aku katakan? Kak Feli tidak akan mau dan menerima kecurigaan mu itu." Tanya Melodi yang mulai panik.
"Aku akan mengejar Kak Feli." Melodi hendak menyusul Feli, akan tetapi Hito menarik tangannya dan melarangnya pergi.
"Jangan lakukan itu! biarkan saja dia pergi! Feli orang yang sangat keras kepala, jika kau mengajaknya bicara dalam keadaan seperti itu, justru kau lah yang akan menjadi korbannya." Jelas Hito.
"Lalu kita harus bagaimana Kakak?" Tanya Melodi lagi. Melodi yang memiliki hati lembut, merasa gelisah dan lebih memikirkan bagaimana perasaan Feli saat ini.
"Arghh...aku sungguh dibuat pusing dengan masalah ini!" Teriak Hito frustasi.
Melodi menghela nafas panjang, ia harus memenangkan Hito terlebih dahulu, karena sejak dulu, ia begitu mengenal Hito, dibalik jabatan dan kekuasaan yang dimiliki Hito saat ini, Melodi mengetahui Hati Hito begitu rapuh, sehingga dia betul-betul membutuhkan seseorang yang bisa membuatnya tenang setiap ia memiliki masalah.
Melodi memeluk Hito, membiarkan Kakak angkat nya itu menyenderkan kepala nya dibahu mungil Melodi, dan tentu saja cara itu sangat berguna untuk Hito melebih obat yang beberapa saat lalu ia minum. Hito hampir tertidur dalam pelukan Melodi, tubuh Hito merasakan kelelahan yang amat sangat, ia memaksakan diri memisahkan tubuhnya dari pelukan Melodi yang sungguh membuatnya sangat nyaman itu, membaringkan tubuh nya diatas sofa, Hito tertidur dan meringkuk di sana dengan di iringi elusan lembut dari tangan Melodi yang sungguh memberikan kedamaian dan membawanya lebih jauh masuk ke alam tidur yang lebih dalam.
__ADS_1
Bersambung...