
Mendengar para penonton tak berhenti berteriak, Hito memutuskan mengajak Feli turun panggung, akan tetapi Feli melepaskan tangan nya dari genggaman Hito.
Feli berjalan kearah pembawa acara untuk meminjam pengeras suara yang sedang di pegang nya.
Hito mengerutkan dahinya, tak mengerti apa yang akan Feli lakukan dengan pengeras suara itu.
Selang beberapa saat, dengan sedikit gugup Feli memberanikan diri untuk mengutarakan perasaannya nya.
"Hito, malam ini, di hadapan semua orang. Aku ingin mengatakan , bahwa aku..A..ku, aku.. mencintai mu!, mau kah kau jadi kekasih yang ku cintai dan mencintai ku?" Feli mengatakan nya dengan sedikit terbata-bata.
Seluruh penonton bersorak gembira, akan tetapi perasaan berdebar bisa di rasakan oleh semua orang, terlebih Feli, yang merasa takut cinta nya akan di tolak Hito.
Hito membelalakkan matanya mendengar Feli mengutarakan perasaannya, "Ya Tuhan, apa yang dia lakukan. Bagaimana aku bisa menolaknya di depan semua orang? Selain terluka, aku akan mempermalukan nya. Jika saja dia bukan Putri Paman Leo yang di campakkan?" Hito bergumam dalam hati sambil mengusap kasar wajah nya, Ia begitu kebingungan, apa yang harus ia lakukan saat ini.
Selama ini, satu-satunya wanita yang Hito sayangi setelah Ibu nya adalah Melodi. Karena mereka sudah menghabiskan waktu bersama-sama dalam satu rumah selama belasan tahun. Meskipun hubungan mereka layaknya saudara kandung.
"Bagaimanapun aku tidak mencintai nya. Tapi...apa aku coba saja? lagi pula Feli tidak buruk, dia juga satu-satunya yang dekat dengan ku selain Melodi. Toh suatu saat aku akan menikah dan memiliki istri juga. Bukankah cinta bisa tumbuh seiring waktu? " Hati Hito masih menimbang, apa yang sebaiknya ia lakukan.
"Ba..baiklah. Aku menerima mu !" Hito akhirnya memutuskan untuk menerima cinta Feli, meskipun masih dengan sedikit keraguan. Tapi Hito yakin, seiring waktu yang akan mereka habiskan bersama, suatu saat cinta Hito akan tumbuh untuk Feli.
Feli masih tak menyangka, laki-laki yang selama ini sangat ia cintai, akhir nya menerima cinta nya dan resmi menjadi kekasihnya. Feli berlari dan segera memeluk Hito. Penonton semakin terhipnotis dengan apa yang baru saja mereka saksikan. Pesta malam ini, bukan hanya berkesan di Hati Feli dan Hito, melainkan di hati semua orang yang datang.
.
__ADS_1
.
.
.
.
"Hito, terimakasih.. terimakasih karena bersedia menjadi kekasih ku, aku sangat bahagia." Feli yang baru saja tiba di depan gerbang rumah nya di antar oleh Hito.
"Sama-sama, aku juga bahagia. Masuklah!" Jawab Hito dengan senyuman canggung di bibirnya.
Feli yang sudah membuka pintu mobil dan hendak turun, berbalik sejenak mencium pipi Hito. Kemudian ia bergegas turun dari mobil dan berlari kedalam rumah dengan perasaan malu bercampur bahagia. Sedangkan Hito, mematung sambil memegang pipinya yang baru saja di kecup Feli, sambil memikirkan kembali, apa keputusan nya menerima cinta Feli adalah keputusan yang paling tepat.
"Sudahlah, aku tidak perlu terlalu memikirkan nya. Biarkan saja berjalan seiring waktu. Ini sudah jam 12, Melo pasti menunggu ku!. " Gumam Hito yang tiba-tiba teringat kebiasaan Melodi yang selalu menunggu nya pulang.
****
Alangkah terkejutnya Hito, ketika membuka pintu Ia melihat Melodi yang tertidur di sofa ruang tamu.
"Kasian gadis kecilku, kau pasti sangat kesepian dirumah sendirian. Maafkan aku yang terlalu sibuk. Aku janji besok aku tidak akan kemana-mana dan hanya bermain seharian dengan mu!" Hito bergumam dalam hatinya sambil berjongkok menatap wajah Melodi yang tengah tertidur pulas. Hito tak sampai hati membangunkan nya, untuk itu Hito menggendong Melodi dan memindahkannya nya untuk tidur di kamar nya sendiri. Hito menutupi tubuh Melodi dengan selimut, kemudian memberikan kecupan selamat malam di kening nya.
****
__ADS_1
Pagi sekali, Hito sudah rapi dengan pakaian olahraga nya, ia menghampiri Melodi yang masih tertidur di kamar nya.
"Gadis kecil, ayo bangun...bangulah !"
"Kakak, kenapa kau mengganggu tidur ku? aku masih mengantuk." Sahut Melodi dalam keadaan mata masih terpejam.
"Baiklah, kalau begitu , aku akan membatalkan rencana ku, menemanimu berjalan-jalan seharian ini. " Ujar Hito.
Mendengar apa yang di ucapkan Hito, melodi segera mendudukan tubuhnya yang tiba-tiba merasa ringan.
"Benarkah? Kakak ..apa kau tidak sedang mengerjaiku?" Tanya Melodi seperti tak percaya.
"Tentu saja, lihatlah pakaian ku!, Ayo kita jalan-jalan ke taman sambil berolahraga!" Ajak Hito.
"Ah Kakak, aku bahagia sekali tunggulah di luar, aku mandi dulu!" Melodi mendorong tubuh Hito keluar dari kamar nya dan pergi mempersiapkan diri dengan hati yang penuh semangat.
***
Melodi berlari dengan semangat menuruni anak tangga, ia segera bergabung dengan Hito dan Kakek nya di meja makan. Sikap ceria Melodi membuat Kakek Mahendra bertanya , " Ada apa ini? apa kalian merahasiakan sesuatu dari Kakek?" Tanya Mahendra.
Melodi yang memegang sandwich di tangan nya menghampiri Mahendra, kemudian memeluknya, "Kakek, aku dan Kakak akan pergi berjalan-jalan. Aku akan makan sandwich nya di dalam mobil. Sampai jumlah Kek, Muah !" Melodi yang tak sabar untuk segera berangkat berpamitan dan mencium pipi Kakek Mahendra, lalu memberikan kode kepada Hito untuk segera mengikutinya.
Mahendra terkekeh melihat pemandangan di depannya.
__ADS_1
"*Anak-anak itu..Semoga mereka akan tetap seperti ini, ketika aku sudah tidak ada di dunia ini ." Gumam Mahendra sambil menghembuskan nafas yang sedikit panjang.
**Bersambung***...