Terjerat Cinta Segitiga Kakak

Terjerat Cinta Segitiga Kakak
Gambaran diri


__ADS_3

Melodi sedang melakukan operasi pada seorang anak perempuan berusia lima tahun yang baru saja mengalami kecelakaan. Ia seperti melihat gambaran dirinya beberapa tahun silam, dimana Leo menceritakan semua kejadian yang menimpanya ketika itu, hingga ia di pertemukan dengan Kakek Mahendra yang menjadi penyelamat hidupnya. Apa yang di alami Melodi nyaris mirip dengan yang di alami gadis yang tengah ia operasi itu, Melodi sangat takut jika ia tidak bisa menyelamatkan anak itu. Dengan tekun dan hati-hati Melodi menjalankan tugasnya, hingga beberapa jam kemudian operasi itu berakhir.


"Syukurlah operasi nya telah selesai dan berjalan lancar." Ungkap dokter pendamping yang membantu Melodi.


Melodi mengangguk pelan, "Ini semua berkat bantuan kalian, karena tanggap dalam menyiapkan segala sesuatu dengan baik, karena jika tidak, mungkin nyawa anak ini tidak tertolong." Sahut Melodi.


Begitulah Melodi, meskipun dirinya merupakan Direktur Rumah sakit, tetapi sikapnya selalu baik dan rendah hati dihadapan siapapun, termasuk kepada para bawahannya.


"Kami hanya menjalankan tugas untuk membantu anda Direktur, kerja keras anda lah yang akhirnya bisa menyelamatkan anak ini." Sahut salah satu perawat yang juga ikut membantu Melodi.


Melodi tersenyum lembut, "Baiklah, aku akan kembali keruangan ku, beritahu aku jika anak ini menunjukkan perkembangan." Titah Melodi kemudian kembali ke ruangannya sebagai Direktur Utama rumah sakit.


.


.


.


.


.


.


Melodi tiba di ruangannya dengan dikejutkan oleh kehadiran Hito yang lebih dahulu tiba di ruangan itu sebelum dirinya. Penampilan Hito sangat kusut, bola matanya berwarna kehitaman, dan Melodi bisa mencium aroma alkohol yang menyengat dari tubuh Hito.


"Kakak, apa kau sakit? dan kenapa kau minum alkohol?" Tanya Melodi dengan sedikit panik melihat penampilan Hito yang tidak seperti biasanya.


"Kepalaku sakit, sepertinya aku mengalami hangover setelah aku minum terlalu banyak tadi malam. Bisakah kau memberiku obat?" Jelas Hito seraya meminta obat penghilang sakit kepala kepada Melodi.


"Aku akan meresepkan obat, kemudian meminta salah satu perawat mengambilnya di apotek." Sahut Melodi.

__ADS_1


Hito mengangguk tanda setuju kemudian dirinya membaringkan tubuhnya di sofa tamu yang terdapat di ruangan Melodi.


.


.


.


.


.


Melodi memberikan obat yang dibawakan oleh perawat kepada Hito, "Minumlah obat ini, kau akan lebih baik!" Ujar Melodi sambil menyodorkan satu butir obat dan segelas air putih.


Hito segera meminum obat itu, ia ingin membicarakan sesuatu kepada Melodi, tapi Melodi menolaknya dan menyuruh Hito untuk mengistirahatkan dulu matanya.


"Istirahatlah dulu Kak, kau bisa bicara setelah kondisimu membaik." Ujar Melodi.


Hito mencoba memejamkan matanya akan tetapi ia tetap tidak bisa tertidur, ia melihat kearah Melodi yang sedang mengerjakan pekerjaan nya dengan serius. Ingin sekali Hito berteriak frustasi karena ia tidak mampu menelan sendiri masalah nya dengan Feli.


Tanpa Hito sadari, sesekali Melodi memperhatikan nya dengan lirikan matanya, ia mengerutkan dahi ketika melihat Hito begitu gelisah.


Sebenarnya ada apa dengan Kak Hito?


Melodi menutup berkas yang sudah selesai di bacanya. Ia berjalan untuk menghampiri Hito di sofa. "Apa Kakak sudah merasa baikan?" Tanya Melodi.


Hito menggeleng pelan, kemudian memijat kepalanya sendiri dan berkata, "Sakit kepala ku karena hangover sudah mulai berkurang, tetapi masalahku yang lainnya semakin membuat kepala ku sakit." Sahut Hito sambil mempercepat pijatan di kepalanya.


Kening Melodi berkerut, ia sungguh tak mengerti, masalah apa yang sedang di hadapi Hito. Setahu Modi, selama ini keadaan Hito baik-baik saja, prestasi nya di kantor juga cukup bagus, Hito juga tidak memiliki masalah dengan Kakek Mahendra. " Lalu, Kakak memiliki masalah dengan siapa? aaah...Feli...tentu saja, pasti masalah Kakak dengan Feli." Batin Melodi.


"Apa kau bertengkar dengan Feli, lalu Feli memutuskan hubungan kalian?" Tanya Melodi, mencoba menebak masalah yang Hito maksud.

__ADS_1


Hito menggeleng cepat, "Aku memang memiliki masalah dengan Feli, tapi jika masalahku seperti yang kau katakan barusan, aku rasa itu akan lebih baik." Ujar Hito masih dengan muka cemberutnya.


"Lalu apa yang terjadi antara Kakak dan Feli? apa masalah ini juga yang ingin Kakak adukan kepadaku ketika di awal kedatangan Kakak tadi?" Tanya Melodi kemudian.


Hito mengangguk, "Benar, sejak tadi aku ingin mengatakannya kepada mu agar kau memberikan solusi, tapi kau malah menyuruhku untuk tidur." Dengus kesal Hito kepada Melodi.


Melodi menilai kali ini masalah Hito rupanya cukup serius sehingga membuat Hito gelisah dan cepat marah seperti ini.


Melodi duduk di sofa yang berhadapan dengan Hito, ia menghela nafas pendek, bersiap mendengarkan apa yang akan Hito sampaikan kepadanya.


"Baiklah, sekarang katakan, masalah apa yang Kakak Maksud!" Ujar Melodi.


Hito malah merasa canggung ketika Melodi menawarkan diri untuk mendengarkan keluhannya, "Jangan bersikap seperti dokter yang sedang menerima konsultasi pasien mu! Bersikaplah sebagai adik yang baik dan manis di hadapanku." Ucap Hito membuat Melodi serba salah karena sejak tadi Kakak angkatnya itu terus saja mengomelinya.


Melodi yang tak ingin berdebat lebih lama dengan Hito, hanya diam tak menyahuti, dirinya menunggu dengan sabar sampai Hito mengatakan apa yang ingin dia katakan.


"Dia malah menatapku seperti itu. Dari mana aku harus menceritakan kejadian semalam kepada Melo?" Gumam Hito dalam hati.


"Jadi begini...aku...Feli...aaah...bagaimana aku harus menceritakan kejadian memalukan seperti itu kepada mu?" Hito tak kuasa melanjutkan kalimatnya, ia mengusap kasar wajah nya dan terlihat semakin frustasi.


Melodi mengerutkan dahinya, "Memalukan? kau dan Feli berbuat hal yang memalukan? Mak...maksud Kakak, Feli...Fel-li, hammmil?" Melodi berusaha menangkap maksud ucapan Hito sebelumnya.


Hito menggeleng cepat, "Tidak...bukan begitu? Feli tidak hamil, tetapi semalam Feli mengatakan, ketika aku mabuk aku memaksanya untuk melayani ku di tempat tidur dan telah merenggut kesuciannya." Hito meluruskan kesalahpahaman Melodi dan dengan spontan dirinya bisa menjelaskan kronologi kejadian semalam dirinya bersama Feli.


Melodi melebarkan matanya, mulut nya di tutup oleh sebelah tangannya karena ia hendak berteriak kaget.


"Kakak, kau jahat!" Melodi berdiri kemudian memukuli bahu Hito yang sama sekali tidak merasa kesakitan dengan pukulan lemah Melodi.


Hito menggenggam kedua tangan Melodi yang sedang memukulinya, "Tenangkan dirimu Melo! bukankah aku bilang, aku melakukannya ketika mabuk dan tak sadarkan diri. Ketika aku terbangun di pagi hari, kami sudah berada dalam ranjang yang sama, dan berikutnya Feli mengatakan seperti itu kepadaku."


Melodi menarik paksa kedua tangannya, ia mendengus kesal kepada Hito yang di anggapnya telah melanggar norma-norma kehidupan. "Suruh siapa kau minum-minum? lihatlah akibatnya! Sekarang, kau harus bertanggung jawab karena telah merenggut kesucian Feli yang berharga!" Melodi mengerucutkan bibirnyanya, ia masih tak terima dengan apa yang baru saja ia dengar.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2