
"Ah iya, aku sampai melupakan itu. Lalu bagaimana? Apa kita akan tidur di rumah sakit?"
"Sepertinya tidak akan baik jika dalam kondisi mu saat ini kita memutuskan untuk tidur di rumah sakit. Kau sangat lelah dan perlu mandi air hangat agar besok kondisi mu lebih baik. Kita ke Apartemen ku saja, lagi pula perjalanan ke Apartemen ku hanya beberapa menit dari sini!" Hito memutuskan membawa Melodi ke Apartemennya yang jaraknya cukup berdekatan dengan Rumah Sakit milik Melodi.
Melodi mengikuti saran Hito, lagi pula Melodi berpikir, dengan ia dan Hito tidur di Apartemen, itu berarti mereka tidak berbohong kepada Kakek Mahendra.
***
Feli tak bisa menutup mulutnya yang terus menganga karena takjub sesaat ia tiba di rumah besar milik Albert. Selama ini, Feli beranggapan, Keluarga Mahendra adalah orang terkaya yang pernah ia temui, tapi kali ini Feli dapat melihat kemewahan dan kekayaan yang di miliki Albert melebihi kekayaan keluarga Hito.
Siapa Albert sebenarnya? Mengapa dia memiliki kekayaan sebanyak ini?
Keterkejutan Feli bukan hanya ketika ia mengetahui Albert yang ternyata bergelimang harta, tetapi ketika melihat sosok orang yang saat ini tengah berada di ruang tamu Albert.
"Ayah?"
Feli segera berhambur memeluk Leo ketika melihat keberadaan Ayah nya itu. Leo menyambut pelukan Feli dan merasakan kelegaan ketika mengetahui putri kesayangannya dalam keadaan baik-baik saja.
"Ayah, aku merindukan Ayah dan ingin pulang bersama mu!" Feli menangis dan merengek seperti anak kecil.
Leo mengusap air mata di pipi putrinya, kemudian menggelengkan kepala dan berkata, "Tidak Feli! Mulai sekarang, disinilah tempat mu. Tak lama lagi, kau dan Ayah dari anak mu akan menikah. Dan sudah seharusnya kau selalu bersama dengan suami mu dan melayaninya dengan baik."
"Tapi Ayah.." Feli hendak mengatakan bahwa dia tidak ingin menikah dengan Albert karena tidak mencintainya dan ingin kembali kepada Hito, tetapi Feli mengingat kejadian semalam, ketika Albert sangat marah hingga hampiri saja menyakitinya.
Meskipun saat ini ada Leo yang akan melindunginya dan tak akan membiarkan nya terluka, tapi Feli sadar, dengan kondisi mereka sedang berada di tempat yang asing dan dengan kekuasaan Albert saat ini, tak akan sulit bagi Albert untuk melenyapkan mereka berdua.
Satu-satunya pilihan untuk Feli saat ini adalah, mengikuti permainan Albert dan mencari keuntungan sebanyak mungkin sampai Feli memiliki kekuatan sendiri untuk bisa melawan Albert.
__ADS_1
"Baiklah Ayah, aku akan mengikuti semua perkataan Ayah. Tapi, bisakah Ayah tinggal bersama ku lebih lama?" Feli harus bersikap sebaik mungkin agar Albert tidak mencurigai dirinya.
Leo tersenyum bangga dengan sikap Feli yang berubah menjadi lebih dewasa, "Ayah disini untuk menghadiri pernikahan kalian. Setelah semuanya selesai, Ayah harus kembali dan bekerja kembali kepada keluarga Mahendra." Jawab Leo.
"Ayah, kasian sekali dirimu. Sampai usia Ayah saat ini, Ayah harus melayani keluarga Mahendra. Beda hal nya jika aku menikah dengan Hito, Ayah akan menjadi Tuan Besar di keluarga itu dan tidak perlu bekerja lagi." Gumam Feli dalam hatinya.
Leo sengaja datang untuk menghadiri pernikahan putrinya dengan Albert. Pernikahan itu akan di gelar dua hari lagi. Albert mengatakan, pernikahannya dengan Feli terpaksa harus ia sembunyikan dari semua orang, termasuk keluarga Albert. Hal itu dikarenakan keluarga Albert tidak akan mudah menerima Feli dalam kuluarga mereka. Albert akhirnya menjelaskan siapa dirinya dan nama besar yang dimiliki oleh keluarganya.
Albert berjanji kepada Feli dan Leo, akan mengumumkan pernikahan mereka jika waktu nya sudah tepat. Bagi Feli, semua itu tidak menjadi masalah karena pernikahan nya dengan Albert bukan sesuatu yang ia inginkan, jadi akan lebih bagus jika tidak ada orang yang mengetahui tentang pernikahan mereka.
Meskipun Feli akhirnya bersedia menikah dengan Albert, ia hanya akan bertahan sampai ia melahirkan anak Albert, dan setelah itu, Feli akan meninggalkan Albert dan berusaha kembali untuk mendapatkan Hito.
Sama halnya dengan Feli, Leo tak mempermasalahkan hal itu. Selama Albert bersedia bertanggung jawab dan menikahi putrinya, hal itu sudah lebih dari cukup.
***
"Aku menyimpan beberapa pakaian ku di lemari, kau bisa mengenakan nya setelah kau selesai mandi." Hito menawarkan pakaian ganti untuk Melodi.
Melodi mengangguk dan berniat untuk memilih pakaian yang bisa ia kenakan untuk mandi.
Melodi mengerutkan dahi, ketika melihat hanya ada pakaian laki-laki di lemari itu.
"Kakak, hanya ada kaos dan jas disini, sepertinya tidak ada yang bisa aku pakai."
Hito tertawa kecil, "Bukankah aneh jika aku menyimpan pakaian perempuan di lemari pakaian ku? Tak apa-apa, pakai saja kaos yang longgar dan agak panjang, kau akan merasa nyaman seperti sedang mengenakan dress bukan? Aku akan meminta Rey mengantarkan baju kerja mu pagi-pagi sekali, sehingga kau bisa mengenakan nya dan langsung pergi ke rumah sakit."
Melodi mengangguk setuju dan setelah mendapatkan pakaian yang ia rasa pas untuk dikenakan, Melodi pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
__ADS_1
.
.
.
.
Melodi larut dalam ketenangan ketika ia sedang merendam tubuh nya dengan air hangat, "Ah..rasanya nyaman sekali dan semua lelah ku hari ini hilang seketika." Melodi mengendus aroma sabun aromaterapi yang kini berbentuk gumpalan busa berwarna putih di tangannya.
Hampir setengah jam Melodi mandi, jika saja malam belum terlalu larut, mungkin Melodi ingin berendam lebih lama, tetapi Melodi mengingat besok pagi ia harus menemui orang yang telah menyelamatkannya di rumah sakit.
Melodi mengeringkan tubuh nya dengan handuk, setelah itu, ia baru menyadari ada sesuatu yang ia lupakan.
"Ya Tuhan..., sejak tadi aku hanya memikirkan baju yang akan aku kenakan, bagaimana dengan pakaian dalam ku? Tak mungkin aku mengenakan pakaian dalam yang sudah aku gunakan seharian penuh ini." Melodi menatap jijik kearah pakaian dalam bekasnya.
"Apa boleh buat, aku harus mengenakan kaos ini tanpa pakaian dalam dan langsung tidur."
Melodi membuka pintu kamar mandi, ia melihat di sekelilingnya dan mendapati Hito tidak ada disana, "Syukurlah! Sepertinya Kakak sudah tertidur di sofa." Melodi membuang nafas lega dan berniat langsung ketempat tidur dan menutupi tubunya dengan selimut.
"Melo! Kenapa lama sekali? Aku juga ingin mandi air hangat." Hito tiba-tiba muncul di hadapan Melodi baru beberapa langkah dari kamar mandi.
***
**Bersambung...
Untuk kalian yang belum membaca kelanjutan Novel Menikahi Sopir Kaya, saat ini sudah ada 17 BAB di novel yang berjudul "Mr. Culun dan Mr. Perfect**.
__ADS_1