Terjerat Cinta Segitiga Kakak

Terjerat Cinta Segitiga Kakak
Kebahagiaan yang hilang


__ADS_3

Albert segera menanyakan hasil pemeriksaan Feli ketika Melodi baru saja keluar dengan wajah sedikit muram, "Ada apa? apa dia baik-baik saja?" Tanya Albert.


Melodi tak menjawab dan memilih menyerahkan kertas hasil laporan pemeriksaan yang Melodi dapatkan.


Albert melebarkan matanya, "Feli hamil?" Gumam Albert.


Meskipun kehamilan Feli sudah dipastikan ada hubungan dengan dirinya, Albert masih berusaha bersikap tenang di hadapan Melodi.


"Dia hamil, lalu kenapa kau menjadi muram?" Ujar Albert.


Melodi menarik nafas panjang, "Ada hal rumit yang akan terjadi karena kehamilan Feli, Albert." Jawab Melodi.


Albert sebetulnya sudah mengetahui apa yang terjadi, termasuk kemungkinan bahwa Feli akan meminta pertanggung jawaban Hito atas kehamilannya.


"Jika kau tidak keberatan, aku bersedia mendengarkan cerita mu, sebelum aku kembali ke Negara ku." Ucap Albert.


"Kau akan pulang? kenapa kau tidak menetap lebih lama?" Tanya Melodi ketika mengetahui Albert akan pulang ke negaranya.


"Ada hal penting yang harus aku kerjakan, lagi pula aku sudah menemukan apa yang aku cari." Jawab Albert.


Mata Melodi menjadi berbinar, karena ikut merasakan kebahagiaan Albert. "Benarkah? apa hasil tes DNA itu positif dan akhirnya kau menemukan adik mu?" Tanya Melodi.

__ADS_1


Albert menganggukkan kepalanya, "Kau benar, hanya saja....,"


"Kenapa? apa ada masalah lain yang membuat adik mu itu menolak kembali kepada keluarga nya?" Tanya Melodi kemudian.


"Menolak? kau benar Melodi, bagaimana jika dia menolaknya? Aku haya bingung mencari cara untuk mengatakan semuanya, karena saat ini aku mengetahui keadaan adik ku sudah sangat bahagia dengan keluarga baru nya. Apa menurut mu dia akan menolak untuk kembali?" Tanya Albert.


Melodi seketika terdiam, ia kembali mengingat keluarga yang selama ini berpisah dengan nya, dan jika saja salah satu keluarga nya meminta Melodi untuk kembali, apa Melodi akan sanggup meninggalkan Kakek Mahendra dan Hito demi keluarganya itu.


"Albert, ada sebuah rahasia yang belum kau ketahui tentang diriku, dan aku rasa aku tidak akan keberatan untuk berbagi cerita itu kepada. mu." Ujar Melodi.


Albert tersenyum senang, merasa mendapatkan kepercayaan dari Melodi.


"Baiklah, aku akan mendengarkan cerita mu itu dengan senang hati." Jawab Albert.


"Sebetulnya, aku hanyalah cucu angkat dari Kakek ku. Aku ditemukan di rumah sakit ini dalam keadaan kritis dan hilang ingatan, sehingga aku tak bisa mengingat apapun tentang keluarga ku. Kakek sudah berusaha mencari asal usul ku, tapi, tak ada seorang pun diantara keluarga ku yang berusaha mencari ku. Mungkin itu karena aku adalah anak yang tak mereka harapkan sebelumnya." Melodi bercerita dengan raut wajah sedih, mata nya berkaca-kaca seperti hendak menangis.


Albet ingin membantahnya, karena pada kenyataannya tidak seperti itu. Albert ingin mengatakan seberapa kerasnya keluarga mereka berusaha menemukan Melodi, akan tetapi Albert tak ingin gegabah bertidak dan membuat Melodi bingung.


"Aku sungguh terkejut dengan cerita mu, tetapi mungkin saja kau telah berpikir salah. Mungkin keluarga mu telah berusaha untuk mencari mu sampai titik dimana akhirnya mereka harus menyerah kepada takdir." Ujar Albert.


Melodi menggelengkan kepala pelan, "Entahlah Albert. Oya, beberapa waktu lalu, Kakek memberikan kalung ini kepada ku. Kakek menemukan kalung ini sebagai satu-satunya benda yang bisa menunjukkan identitas ku yang sebenarnya." Melodi menunjukkan kalung liontin setengah hati yang ia kenakan.

__ADS_1


Albert yang telah memiliki dugaan sebelumnya tentang kalung itu tersenyum lembut, "Kalung yang cantik, seseorang yang memberikan nya kepada mu, pasti begitu menyayangi mu, sehingga memberikan kalung secantik itu." Tiba-tiba Albert membayangkan sosok mendiang ibu nya yang jika ia perhatikan begitu mirip dengan Melodi. Albert kemudian bertanya, "Lalu, apa yang akan kau lakukan dengan kalung itu? apa kau berencana mencari kekuarga mu dan kembali kepada mereka?" Tanya Albert.


Melodi menggelengkan kepala pelan, "Entahlah, aku memang sangat penasaran dengan keluarga ku, tetapi aku juga takut jika aku menemukan nya nanti, aku akan kecewa karena semua tak sesuai harapan ku. Lagi pula, aku tak ingin meninggalkan Kakek yang sejak kecil merawat ku. Aku telah berjanji kepada Kakek akan selalu menjaga nya, dan itulah satu-satunya tujuan hidupku saat ini." Jelas Melodi. Ada raut kesedihan di wajah Melodi ketika bercerita. Jika ia pikir kembali, ia tak ingin melanggar janjinya kepada Kakek Mahendra, jadi untuk apa ia harus mencari keluarga nya.


Albert menjadi bingung ketika mendengar semua curahan isi hati Melodi, masalah nya memang tak sesederhana yang ia pikirkan, Albert tak bisa tiba-tiba memberitahu Melodi tentang hubungan mereka setelah mengetahui kasih sayang Melodi yang begitu besar kepada keluarga Mahendra.


Albert menghela nafas kemudian berkata, "Sungguh beruntung keluarga yang selama ini merawat mu, mereka mendapatkan kasih sayang yang begitu tulus dari mu. Apapun keputusan mu, aku sebagai teman baik mu akan selalu mendukung mu, Melodi." Albert memberi dukungan kepada Melodi.


Melodi tersenyum lembut, "Terimakasih Albert, ternyata kau teman bercerita yang baik. Aku merasa lebih lega setelah bercerita kepada mu." Ucap Melodi.


Albert tersenyum bangga, "Sama-sama, untuk kedepannya kau bisa bercerita apa saja kepada ku, karena aku akan selalu antusias mendengarkan nya, anggap saja aku sebagai Kakak mu." Ujar Albert.


Melodi mengerutkan dahinya, ia merasa sedikit aneh, karena tiba-tiba Albert ingin di anggap sebagai Kakak.


Albert tersenyum canggung melihat reaksi Melodi dan berkata, "Hehe, aku tahu Brother Hito adalah Kakak terbaikmu, dan aku tidak keberatan jika saat ini aku berada di posisi kedua." Ucap Albert.


Melodi tertawa geli karena merasa sikap dan perkataan Albert sangat lucu, ia melihat sisi Albert yang sangat berbeda hari ini. dibandingkan hari-hari sebelumnya semenjak ia mengenal Albert.


Melodi mengehentikan tawanya, "Maaf Albert, sungguh aku sedang tidak mentertawakan mu.Aku hanya merasa ternyata kau memiliki sisi lucu dan dapat menghibur." Ucap Melodi.


Albert tersenyum senang, hatinya tiba-tiba dipenuhi dengan kehangatan ketika mereka bisa tertawa bersama, Albert semakin yakin bahwa Melodi dalah Caren, karena begitulah keadaan mereka dulu. Albert selalu berhasil membuat Caren kecil tertawa. Hari ini Albert seperti mendapatkan kebahagiaan yang telah lama hilang. Meskipun pada awalnya Albert tidak yakin akan dengan mudah merubah perasaan cinta nya kepada Melodi menjadi rasa sayang kepada seorang adik, tetapi hari ini rasanya Albert telah mengawalinya dengan baik.

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2