
"Kau mau kemana? obati aku dulu?" Ujar Hito.
"Tidak-tidak, jangan dengarkan dia! Dia hanya sedang berpura-pura sakit perut. Lebih baik, kau obati saja kepalaku yang seperti ingin pecah ini!" Rey tak mau kalah.
Hito merasa tak bisa menahan diri lagi. Ia berjalan menghampiri Rey, "Mana yang sakit? Kepala mu, hah? Aku punya obat untuk mengobati sakit kepalamu itu, rasakan ini!" Hito menjitak kepala Rey hingga Rey mengaduh kesakitan, "Aduh...!" Rey mengusap-usap kepalanya yang saat ini benar-benar terasa sakit setelah terkena pukulan Hito.
Melodi memperhatikan tingkah kedua laki-laki itu dan akhirnya mengetahui mereka berdua sama-sama sedang berpura-pura. Melodi meninggalkan keduanya dan berniat untuk pulang sambil mendengus kesal, "Huh...!! Pertemanan macam apa sebetulnya yang terjadi diantara mereka?"
"Melodi, tunggu!" Seru Rey yang menyadari kepergian Melodi terlebih dahulu.
Hito berlari menyusul Melodi, begitu pun dengan Rey.
Rey mendahului Melodi membuka pintu mobilnya dan berniat untuk pulang bersama. Akan tetapi, sebelum Melodi sampai ke mobilnya, Hito menarik tangan Melodi, "Ayo pulang bersama ku!" Ajak Hito.
"Tidak bisa! Melodi pergi bersama ku dan harus pulang bersamaku juga!" Protes Rey.
"Itu tidak penting! Ayo Melo, kita pulang!" Hito tak mau kalah.
Melodi menjadi geram dengan tingkah mereka berdua yang seperti sedang memperebutkan mainan.
Melodi memutuskan menolak ajakan keduanya dan lebih baik pulang sendiri, "Sudah cukup! Kenapa kalian ini? Jika Kakak dan Kak Rey ingin bermain dan bernostalgia saat-saat kebersamaan kalian dulu, tolong jangan libatkan aku!" Melodi beranggapan sepasang sahabat itu hanya sedang merindukan saat-saat mereka bersama yang pasti dipenuhi dengan keributan seperti saat ini.
Kenyataannya, kemarahan Melodi tak menghentikan perdebatan diantara keduanya. Melodi mundur perlahan dan masuk kedalam mobilnya tanpa Hito dan Rey sadari, karena mereka sedang sayik berdebat.
"Ayo Melodi! Jangan hiraukan dia!" Hito mengakhiri perdebatan mereka dan mengajak Melodi pergi tanpa menghiraukan Rey, akan tetapi Melodi sudah tidak ada disana, "Kemana dia?"
Rey ikut menyadari Melodi telah pergi, menunjuk keparkiran tempat mobil Melodi tadi terparkir dan sekarang sudah tidak ada, begitu pula dengan Hito.
"Lihatlah! Melodi jadi pulang sendiri, ini gara-gara kau!" Dengus kesal Hito.
"Bukan aku, tapi kau yang salah!" Rey tak mau mengalah.
Akhirnya, Hito dan Rey pergi dalam mobil yang sama untuk menyusul Melodi.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
Hito yang tengah mengendarai mobil mengerutkan dahi, ketika melihat pemandangan di depan mereka.
"Apa telah terjadi kecelakaan?"
"Sepertinya begitu." Sahut Rey.
Ada sesuatu yang menarik perhatian Rey, yaitu mobil yang Melodi kendarai ikut terparkir disana.
"Hito, bukankah itu mobil ku yang di pakai Melodi?" Rey langsung mengenali mobil nya.
Hito dan Rey saling bertatapan sambil membayangkan sesuatu yang buruk telah terjadi. Tanpa berkata lagi, Hito dan Rey segera berlari keluar untuk mencari keberadaan Melodi.
***
Merasa kesal dengan sikap Hito dan Rey, Melodi memutuskan untuk pulang sendiri dengan mengendarai mobil Rey yang kuncinya ia dapatkan dari petugas parkir.
Belum setengah perjalanan, Melodi dikagetkan oleh sebuah sepeda motor yang tiba-tiba menghadang jalannya.
Melodi menghentikan mobilnya, dan hendak berputar arah. Akan tetapi seseorang bergerak cepat dan memecahkan kaca mobil Melodi.
Melodi tak bisa berpikir jernih dan seketika merasakan ketakutan, bahkan ia tak bisa mengatakan apapun kepada orang yang saat ini telah berhasil membuka pintu mobilnya.
Melodi di seret keluar, kemudian orang itu berkata, "Seseorang menyuruh kami untuk menculik mu! Jika tak ingin kami sampai menyakiti mu, maka, jangan pernah melawan dan ikutlah!"
Melodi berteriak minta di lepaskan, "Lepaskan! Lepaskan aku!"
Jalanan itu tampak sepi, sepertinya para penjahat itu memang telah merencanakan lokasi untuk mereka melakukan aksi penculikan itu.
"Toloooong...tolong aku!!" Melodi berteriak minta tolong.
Entah datang dari mana, seseorang tiba-tiba menghajar penjahat itu, hingga Melodi berhasil melepaskan diri dari cengkraman mereka.
Terjadi dialog diantara penjahat dengan orang yang berusaha menyelamatkan Melodi.
"Lepaskan dia!"
"Jangan mimpi! Kau berusaha menyelamatkan target kami, sama saja dengan kau mencari mati!" Jawab penjahat yang kemudian lebih dahulu melakukan penyerangan.
__ADS_1
Melodi menyaksikan mereka berkelahi, kali ini Melodi harus lebih tenang agar bisa berpikir jernih. Melodi bisa saja lari dan menyelamatkan diri dari para penculik itu, tetapi, bagaimana nasib orang yang berusaha menyelamatkan nya.
"Nona, pergilah dari sini! Tak perlu memikirkan aku!" Seakan tahu jalan pikiran Melodi, penyelamat itu meminta Melodi meninggalkan nya.
Tidak! Aku tidak mungkin pergi begitu saja. Lebih baik aku mencari bantuan di sekitar sini." Batin Melodi.
Melodi mencari seseorang yang bisa menolong nya sampai akhirnya ia berhasil menemukan empat orang yang kebetulan lewat.
"Tuan, tolong aku! Seseorang sedang berkelahi disana!" Melodi meminta orang-orang itu mengikutinya.
Dalam perjalanan, Melodi menjelaskan kejadiannya secara singkat, hingga orang-orang itu mengerti dan berniat menolongnya.
"Hei...berhenti!!" Seru salah satu orang yang Melodi bawa.
Salah satu penjahat yang tengah menggengam pisau di tangannya kemudian menancapkan pisau itu dibagian perut lawannya hingga jatuh tersungkur sambil memegangi perutnya yang terkena tusukan.
"Tidak....!! Melodi yang menyaksikan kejadian itu segera berlari, begitu pun dengan ke empat orang yang bersamanya, akibatnya, penjahat yang berjumlah dua orang itu merasa panik akan di keroyok kemudian lebih memilih untuk melarikan diri.
Melodi menangis dan meletakkan kepala orang yang menyelamatkan nya di pangkuan nya.
"Bertahanlah! Aku seorang dokter dan aku akan menyelamatkan mu!" Ucap Melodi sambil terisak.
Seketika, lebih banyak orang yang berkumpul disana, hingga seseorang menyerukan nama Melodi.
"Melodi!!"
Melodi menoleh kearah suara yang memanggilnya, "Kakak? Kak Rey? Cepat tolong aku untuk membawa orang ini ke rumah sakit!" Melodi bisa bernafas lega ketika melihat keberadaan Hito dan Rey. Setidaknya kali ini ada orang yang benar-benar akan membantunya.
Melihat kondisi orang yang dalam pangkuan Melodi mengeluarkan semakin banyak darah, Hito dan Rey memilih untuk tidak bertanya tentang peristiwa itu, mereka segera menggotong tubuh orang yang terluka kedalam mobil Hito dan segera melarikannya ke rumah sakit.
Diperjalanan, Melodi terus menangis, merasa bersalah kepada orang yang berusaha menolongnya.
"Kumohon, bertahanlah!" Lirih Melodi.
Setibanya di rumah sakit, Melodi meminta para pekerjanya untuk menyiapkan sebuah rungan gawat darurat.
Kalian tunggu saja disini, "Melodi meminta Hito dan Rey menunggu di luar, sementara dirinya masuk ke ruang gawat darurat dan berusaha menyelamatkan nyawa orang yang telah menyelamatkannya.
Hito dan Rey menurut dan memilih menyimpan banyak pertanyaan di benak mereka.
***
__ADS_1
Bersambung..
Jangan lupa like, komen dan vote...!!